Menelusuri Aliran Sungai Gunung Slamet

Dilihat 201 kali

Aliran sungai Gunung Slamet khususnya bagian lereng selatan ternyata cukup seru buat ditelusuri. Nggak cuma menyuguhkan alam yang indah, di sana lo juga bisa canyoning (menelusuri sungai) di bawah tebing-tebing tinggi yang udah pasti bisa macu adrenalin lo semua bro.

Salah satu penyedia kegiatan canyoning di sana adalah Baturaden Adventure Forest, dan kalo lo minat bisa hubungin mereka aja bro. Lo yang mau menelusuri aliran sungai lereng selatan Gunung Slamet biasanya bakal mulai kegiatan dari hulu Sungai Pelus. Buat ke sana lo harus naik kendaraan pick up dan akan menempuh perjalanan kurang lebih 3 km.

Nggak cukup naik pick up bro karena kalo udah ketemu jalanan aspal terakhir yang merupakan jalan tembus Baturraden-Purbalingga, lo harus lanjut jalan kaki kurang lebih 15 menit perjalanan untuk sampai di titik pemberangkatan, hulu Sungai Pelus. Di titik ini lo bakal disambut pemandangan hutan dengan vegetasi yang masih rindang.

Di sini lo wajib waspada karena lintah mulai banyak bro. Binatang ini bakal jadi binatang yang paling sering lo temui di sepanjang perjalanan. Supaya nggak kena lintah, pakai sepatu kets dan bercelana panjang ya bro. Jangan pake sendal gunung. Sungai Pelus punya tekstur batuan andesit yang terbentuk dari aktivitas vulkanik Gunung Slamet.

Panjang lintasan sungai yang bisa susuri berjarak sekitar 8 km. Dalam perjalanan, lo bakal ketemu sama 7 air terjun dengan tinggi rata-rata sekitar 20 meter dan ada satu yang paling tinggi mencapai 70 meter. Setelah ngelewatin beberapa air terjun, lo bakal tiba di titik terakhir, Curug Lawang yang punya tinggi 30 meter.

Curug ini mirip pintu dengan dua ujung tebing yang nyatu dan kelihatan mirip banget sama pintu. Lo bisa nurunin tebing ini dengan memakai upseiling, atau dengan meniti tebing memakai tali. Minat bro? Siapin semuanya dengan matang dulu ya bro, termasuk fisik yang prima. Tanpa fisik yang prima, kegiatan canyoning yang nguras tenaga ini bakal kerasa lebih berat.