Kesederhanaan Suku Bajoe dan Alam yang Mempesona di Pulau Malenge

Dilihat 500 kali

Taman Nasional Kepulauan Togean banyak dikunjungi oleh para petualang yang ingin menikmati keindahan alam bawah laut dengan menyelam, snorkeling atau sekedar berenang. Selain kegiatan-kegiatan bahari tersebut, selama berada di kawasan taman nasional ini menyusuri Pulau Malenge juga tidak kalah menariknya.

Kawasan Pulau Malenge meliputi dua pulau kecil, yaitu Pulau Kadoda yang terdapat cottage dengan 8 kamar dan satu lagi Pulau Papan yang menjadi tempat tinggal suku Bajoe. Dua pulau tersebut dihubungkan sebuah jembatan kayu yang panjangnya mencapai 1.800 meter. Jembatan inilah yang sering digunakan anak-anak sekolah untuk menyeberang dan pemandangan ini menjadi obyek menarik untuk difoto jika Anda membawa kamera.

Suku Bajoe

Gugusan pantai yang mempesona berlatar belakang pemandangan alam yang sangat indah menunggu Anda di pulau ini. Selain pantai, hutan tropis yang rimbun dan hijau pasti akan menyejukkan mata siapaun yang melihatnya. Di pulau inilah kita bisa menyaksikan kehidupan suku Bajoe yang sangat sederhana dan bergantung pada laut bisa kita saksikan.

Pulau ini merupakan salah satu pulau dari enam pulau besar yang lokasinya berada di sebelah utara Taman Nasional Kepulauan Togean. Pulau yang memiliki luas sekitar 12,21 km2 ini masuk ke dalam wilayah kabupaten Tojo Una-una, provinsi Sulawesi Tengah. Dari Ampana, pulau ini bisa ditempuh dengan mengunakan perahu motor dalam waktu sekitar 2 sampai 4 jam. <centerSuku Bajoe