Menaklukan Gunung = Menaklukan Diri, Bener Ga Sih?

Dilihat 176 kali

Sebenarnya ketika Lo berhasil sampai di puncak gunung, Lo nggak sedang menaklukkan gunung karena Lo memang nggak akan sanggup untuk menaklukkan. Ketika mendaki gunung, para pendaki tak lebih dari makhluk teramat kecil yang tengah melewati jalur yang ada di lereng gunung. Jalur itu yang terus membawa pendaki menuju ke puncak.

Saat seseorang beranggapan bahwa dirinya sudah menaklukkan gunung, biasanya ia seperti beranggapan bahwa gunung adalah musuh yang memang wajib ditaklukkan. Padahal gunung sebenarnya merupakan tempat menawan yang memberikan kedamaian dan ketenteraman. Ada banyak bukti bahwa para pendaki tidak akan pernah dapat menaklukkan gunung. Saat badai terjadi di gunung, apa yang bisa Lo lakukan?

Kalaupun Lo selamat dari semua bahaya ketika mendaki gunung, sebenarnya ini semua karena gunung adalah milik Tuhan. Persiapan matang sebelum mendaki gunung memang merupakan hal yang penting untuk mendukung keselamatan ketika mendaki gunung. Tetapi semua tetap terjadi atas kuasa-Nya. Sebenarnya saat mendaki, bukan gunung yang ditaklukkan, melainkan diri sendiri.

Ketika terselip rasa sombong karena dapat berhasil sampai di puncak, maka rasa inilah yang wajib untuk segera dikikis. Ketika ada rasa bangga ketika melangkahkan kaki menyusuri hutan di gunung nan lebat, maka rasa inilah yang wajib untuk dihilangkan.

Ketika diri merasa paling cepat, paling kuat dan paling tangguh ketika mendaki gunung, maka ini adalah waktunya bagi kita untuk segera intropeksi diri. Saat Lo merasa bahwa para pendaki lain terlalu lemah untuk mendaki gunung, maka ini adalah waktunya untuk menenangkan diri dan mengatakan pada diri sendiri agar segera berhenti meremehkan para pendaki yang lain.

Ketika Lo merasa paling paham dengan seluk beluk gunung dan hal – hal mengenai kegiatan di dalam bebas, cobalah lihat ke diri sendiri apakah Lo sehebat itu? Saat Lo merasa yang paling jago untuk mendaki gunung karena ada banyak gunung yang telah didaki, maka ini adalah tanda bahwa Lo belum sejago itu.

Jadi Lo wajib menghilangkan semua rasa-rasa itu. Sebisa mungkin hilangkan sesering mungkin. Semua rasa ini wajib untuk segera ditaklukkan. Ketika mendaki gunung, seseorang sebenarnya sedang terekspos dengan berbagai resiko yang setiap saat mungkin mengancam jiwa.