Uji Ketahanan dengan Panjat Tebing? Kenali dulu Grading Systemnya

Dilihat 278 kali

Dalam dunia panjat tebing, ada yang namanya grading system. Sistem inilah yang menjadi penunjuk tingkat kesulitan sebuah medan pendakian. Meski beberapa pakar menyatakan bahwa grading system ini tidak lah melulu akurat alias relatif. Mengingat kita berurusan dengan alam di sini, maka hal tersebut tidaklah aneh. Banyak faktor yang bisa berubah dan menjadikan sebuah medan pendakian lebih sulit dari yang diindikasikan oleh skalanya pada grading system. Bisa saja hujan membuat tebing menjadi lebih licin, panjang rute, masalah yang dihadapi oleh pendaki pertama, tipe batuan dan masih banyak lagi.

duncan-brown-mount-climbing

Amerika mengenal satuan yang disebut YDS atau Yosemite Decimal System. Satuan ini mengkategorikan medan pendakian berdasarkan teknik dan kendala fisik yang dialami pada saat melakukan pendakian. Pada skala ini, tingkat kesulitan sebuah medan pendakian dihitung dimulai dari 5.0 sampai dengan 5.15 (smooth overhanging cliff). Berikut ini adalah ringkasan tiap tingkat kesulitan. Sekali lagi, uraian ini sifatnya relatif karena banyak faktor yang bisa membuat tingkat kesulitan suatu tebing tidak sesuai dengan indikatornya pada skala ini.

5.0-5.7: Jika anda adalah pendaki berpengalaman, maka seharusnya anda bisa melalui ini dengan sangat mudah. Sementara untuk para pendaki pemula, ini adalah titik awal yang bagus untuk memulai pendakian perdana.

5.8-5.9: Tingkat kesulitan ini adalah tingkat kesulitan yang disukai para pendaki yang sifatnya hobbyist atau weekender. Anda perlu menguasai beberapa teknik pendakian spesifik seperti jamming, lieback dan mantel untuk menaklukkan medan ini.

5.10: Kalau anda, para hobbyist dan weekender, dengan tekun mengasah kemampuan dan ketahanan anda, maka kemungkinan besar tingkat kesulitan ini bisa anda taklukkan.

5.11-5.15: Ini adalah zona untuk mereka yang sudah sangat berpengalaman. Tingkat ini membutuhkan banyak latihan, bakat alami, stamina yang kuat, fisik yang prima, dan seringkali pemahaman mendalam mengenai rute yang akan  dilalui. Seringkali para pendaki melakukan pendakian berulang di sebuah titik dengan tingkat kesulitan ini agar mereka tahu apa yang akan mereka hadapi. Tingkat kesulitan ini menuntut anda untuk meminimalisir potensi kesalahan yang bisa terjadi.