Wajib Coba Bro! Di Sumatera Barat Ada Jembatan Akar Berumur 100 Tahun Lho

Dilihat 79 kali

Jembatan dengan konstruksi beton atau kayu kayaknya udah biasa banget kita lewatin ya Bro. Konstruksi semacam itu emang udah biasa dipake karena lebih gampang dibuat dan daya tahannya yang kuat.

Tapi, lo pernah nggak lewatin jembatan yang pake kontruksi nggak biasa? Kalau lo belum pernah, ada baiknya lo cobain sensasi lewatin jembatan akar di Sumatera Barat. Dijamin seru!

Lokasi jembatan akar ini ada di Kecamatan Bayang Utara dan bisa lo tempuh dengan perjalanan darat. Waktu yang lo butuhkan juga nggak terlalu lama, cuma butuh waktu sekitar 30 menit dari Kota Painan, kabupaten Pesisir Selatan.

Begitu lo sampai, lo akan disambut dengan tulisan selamat datang di kawasan wisata jembatan akar Nagari Puluik-Puluik. Lo harus bayar retribusi sebesar Rp. 5 ribu per orang. Petualangan lo berlanjut dengan melewati beberapa undakan menuju ke tepi Sungai Bayang yang menjadi lokasi jembatan akar.

Konon, dulunya jembatan akar ini bermula karena keinginan masyarakat untuk menghubungkan dua desa yang dipisahkan oleh Sungai Bayang. Nggak butuh lama, dibangunlah jembatan yang terbuat dari bambu yang dililit akar pohon beringin di masing sisi-sisi Sungai Bayang.

Lama kelamaan akar yang meliliti jembatan bambu itu semakin membesar dan malah jadi penopang menggantikan bambu yang telah lapuk. Sejak pertama kali dibangun 1916 oleh seorang ulama Pakiah Sokan, jembatan akar ini sekarang sudah berumur lebih dari 100 tahun.

Secara teknis, jembatan akar ini punya ukuran yang lumayan besar. Panjangnya nggak kurang dari 25 meter dengan lebar 1,5 meter. Tingginya pun nggak main-main, sekitar 10 meter dari permukaan aliran sungai.

Nggak heran kalau melewati jembatan akar ini jadi pengalaman seru buat wisatawan yang datang kesini. Nggak sedikit wisatawan itu juga ngambil foto disini sebagai kenang-kenangan.

Masyarakat sekitar mensakralkan pohon yang jadi tumpuan jembatan akar. Makanya pemerintah setempat memasang tali besi untuk melindungi pohon dari kerusakan dan menambah pijakan-pijakan supaya aman buat pengunjung.

Gimana, tertarik lewatin jembatan akar berumur 100 tahun ini?