Gantolle si Capung Raksasa bersaing di  Gunung Telomoyo

Dilihat 570 kali

Pada Piala Telomoyo I tahun lalu, baru 5 pilot asing dan 25 pilot asal Indonesia turut serta, maka tahun ini dipastikan persaingan merebut gelar juara bakal semakin sengit. Tak kalah menarik adalah persaingan antara Runner Up Kategori Umum tahun lalu, Roy Sadewo, pilot senior andalan DKI Jaya, pemegang rekor nasional Lintas Alam sejauh 92 km dari Waduk Wonogiri ke Pati (Jawa Tengah) yang dibuat tahun 1995 (dan belum terpecahkan hingga kini), dengan juara bertahan Grant Heaney (Australia) dan pilot unggulan Korea Selatan, Junki Jung, peraih perunggu Piala Telomoyo tahun lalu. Sementara pilot muda berbakat Rory Duncan (Australia), peringkat 234 Lintas Alam Layang Gantung Dunia, akan menjadi lawan berlatih yang tangguh bagi para pilot muda Indonesia yang haus jam terbang.

 Menurut Ersy Firman, Ketua Penyelenggara, sesuai petunjuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, olahraga udara harus dikembangkan terus karena mempunyai potensi wisata amat besar. “Itu tujuan kami menggelar kejuaraan internasional di Jawa Tengah, untuk mendorong Aerosport Tourism (Wisata Olahraga Udara). Karena bukan saja pilot dalam negeri, tapi pilot asing akan bercerita pada teman-temannya tentang tantangan terbang di Indonesia, khususnya Jawa Tengah beserta kekayaan budayanya. Merekapun akan mengajak kerabatnya terbang dan berwisata di sini. Hanya memang infrastruktur jalan menuju lokasi lepas landas di Gunung Telomoyo harus diperbaiki setelah longsor, jika kejuaraan ini mau diikuti lebih banyak peserta,” jelas mantan penerbang Nasional itu.

 Bukan hanya para Juara Pra PON XIX cabang Gantolle seperti Ayat Supriatna (medali emas nomor Ketepatan Mendarat) dan Koesnadi Bohon (medali emas nomor Lintas Alam Terbatas), keduanya asal Jawa Barat, dan peraih perak Lintas Alam, Herda Eka (Jawa Timur) yang sudah menyatakan ikut, tapi juga mantan Peringkat Teratas Dunia Lintas Alam, Primoz Gricar asal Slovenia. Meski sekarang menempati peringkat 48, namun selama 9 bulan, antara Desember 2010 hingga September 2011, ia adalah pilot terbaik dunia untuk lintas alam layang gantung.

Setiap pergantian bulan, FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara dunia, merubah susunan peringkat berdasarkan pencapaian setiap pilot dalam berbagai kejuaraan yang diikuti. Karena Piala Telomoyo 2015 sudah diakui sebagai kalender resmi FAI, maka pencapaian para juara bisa diperhitungkan untuk memperbaiki peringkat dunia masing-masing.  Namun minimal tiga ronde harus terlaksana agar hasilnya diakui FAI.

Gantolle adalah nama panggilan untuk olahraga udara layang gantung di Indonesia. Berasal dari bahasa Bugis (Makassar) yang artinya binatang capung. Bentuk layangan yang digunakan para pilot untuk terbang, memang menyerupai capung. Nama itu diberikan pengusaha Akhmad Kalla, adik Wakil Presiden Jusuf Kalla. Akhmad adalah salah satu pengebang olahraga layang gantung di Indonesia di akhir tahun ‘70an bersama beberapa teman kuliahnya di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Capung-capung raksasa ini akan membawa para penerbang-penerbang lokal dan internasional berlomba di  KEJUARAAN  INTERNASIONAL  GANTOLLE.