Menjelajah Karst Rammang-rammang

Dilihat 876 kali

Ada keajaiban alam yang terbentang begitu luas di Maros, Sulawesi Selatan. Berupa bukit-bukit karst yang sangat tinggi menjulang bernama Rammang-rammang. Menurut bahasa lokal, Rammang-rammang artinya awan, memang karena begitu tinggi dan bentuknya yang berlekuk-lekuk seperti awan mungkin masyarakat lokal menyebutnya demikian.

DSC_0273

Untuk menuju karst Rammang-rammang diperlukan perjuangan, jalur menuju karst adalah jalur menuju pabrik semen. Saya harus berjalan sembari menutup hidung karena debu yang begitu tebal begitu kendaraan-kendaraan besar pengangkut semen lewat, memang sebelum masuk ke Rammang-rammang saya harus menuju dermaga penyeberangan dengan berjalan kaki.

Rammang-rammang adalah gugus karst terbesar di Indonesia, gugus karst-nya membentang begitu luas. Untuk menuju Rammang-ramang saya harus menggunakan perahu kecil yang menelusuri sungai kecil di sepanjang gugus karst.

DSC_0217

Perahu kecil meliuk-liuk di antara tebing-tebing karang, beberapa kali badan perahu harus beradu keras dengan tebing batu dan membuat perahu oleng, sungguh mendebarkan. Setelah sempat oleng sebentar, perahu kemudian kembali menelusuri celah-celah karst. Saya sempat harus beberapa kali menundukkan kepala, bisa bahaya jika kepala beradu dengan karst.

DSC_0262

Ada beberapa titik karst yang bisa dijelajahi. Beberapa harus dijelajahi dengan mendaki dan merayap di antara karst. Saya beberapa kali harus menelusupkan diri di antara batuan yang tajam. Bentuk karst memang tergantung dari kontur alam, banyak yang runcing.

DSC_0423

Crassh! Perih tiba-tiba menjalar di kaki, karena kurang hati-hati kaki saya tergores batuan, darah pun mengucur. Setiap petualangan memang ada harga yang harus dibayar. Jika tidak demikian, petualangan tidak ada mendebarkan.

Puas bermain-main di bukit karst, perahu kembali meliuk-liuk di antara karst menuju Kampung Berua. Kampung yang berada jauh di dalam bukit karst. Saya tidak membayangkan bagaimana sebuah peradaban berada jauh di dalam karst.

DSC_0429

Kampung Berua adalah kampung yang begitu jauh untuk ditempuh, jauh dari dunia luar dan terkungkung Bukit Karst yang mengepung. Setelah menempuh perjalanan dengan perahu kecil, tiba di kampung ini adalah kelegaan tersendiri.

Penduduk Kampung Berua semuanya petani dan hidup selama berpuluh-puluh tahun di antara karst. Mereka dilindungi karst dari dunia luar dan hidup bersama karst ini. Walaupun tenang tapi hidup di Kampung Berua sungguh menantang, jauh dari dunia luar membuat orang-orang hanya bisa menggunakan perahu kecil untuk menuju dunia luar atau harus berjalan kaki berjam-jam.

DSC_0430

Kampung Berua yang menjadi destinasi akhir perjalanan di Rammang-rammang memang menawarkan keindahan. Keindahan yang harus ditempuh dengan perahu kecil dan kaki yang terluka karena beradu dengan karang.