Naik Motor Trail di  Bromo, Udah  Lama Jadi Magnet  Para Petualang

Dilihat 1641 kali

Di awal tahun 2016 saya pernah berkeinginan untuk mencoba petualangan baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, menjelajah Gunung Bromo dengan mengendarai motor trail. Sangat sederhana memang, kita tinggal menyewanya saja di Malang, kemudian cap-cus langsung gas ke Gunung Bromo. Akhirnya terpenuhi juga melakukan petualangan tersebut di akhir tahun 2016. Saya bersama Satya waktu itu.

Gunung Bromo yang merupakan gunung berapi aktif yang berada di Jawa Timur ini sudah menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun mancanegara karena memang alamnya yang sangat indah. Salah satu hal yang paling diminati para wisatawan adalah ketika menikmati sunrise di Penanjakan. Untuk menikmatinya, pengunjung biasanya menyewa jeep dengan maksimal 5 orang penumpang. Tapi kalau menyukai petualangan, kalian wajib mencoba mengendarai motor trail di Gunung Bromo, bro! Sensasinya lebih seru ketimbang naik jeep. Ada kenikmatan tersendiri bisa menjelajah lautan pasir di kawasan Gunung Bromo.

Pagi itu masih gelap. Kami berangkat dari Kota Malang sekitar pukul dua. Kami menggunakan bantuan aplikasi GPS di hand phone agar tidak tersesat dan sampai di tempat tujuan sebelum terang. Kami langsung mengarahkan kompas ke Penanjakan.

Perjalanan panjang naik motor trail butuh persiapan yang baik memang bro. Bahan bakar harus penuh sejak berangkat, pastikan lagi lampu motor benar-benar terang karena jalanan menuju Gunung Bromo ngga ada lampu penerangnya, pakai juga baju hangat, masker, sarung tangan dan jangan lupa membawa bekal.

Tidak ada hambatan yang terlalu serius ketika melewati perkotaan dan pedesaan. Karena memang jalur yang ditempuh adalah jalan aspal. Namun, di beberapa bagian ada jalan yang sangat menanjak. Sesekali mesin motor trail mati. Seketika suasana menjadi hening dan gelap. Entah kenapa kami sangat menyukai momen itu. Sungguh menenangkan. Segera saya nyalakan lagi motor trail dan melanjutkan perjalanan. Motor trail saya pacu lebih cepat. Matahari akan terbit beberapa jam lagi dan waktu terus berjalan. Kami tak mau kehilangan momen sunrise di Gunung Bromo.

Tantangan berikutnya yang agak menegangkan adalah ketika melewati lautan pasir ketika gelap. Motor trail saya pacu semakin lambat dan lebih berhati-hati. Karena jalur berpasir dapat dengan mudah membuat motor tergelincir. Di kejauhan lampu-lampu kendaraan dapat terlihat. Ternyata mereka adalah gerombolan yang mengendarai motor juga. Sesekali kami terjebak di cerukan yang dalam. Tak jarang kami memutar arah berusaha mencari cerukan yang tidak terlalu dalam agar motor bisa lewat.

Perjalanan yang cukup melelahkan juga bro. Setelah mengendarai motor trail sekitar 3 jam, kami sampai juga di Penanjakan 1. Walaupun cuaca tak terlalu bersahabat, berkas cahaya mentari mampu menghangatkan dinginnya udara pagi itu.

Bentangan alam Gunung Bromo memang indah dipandang mata. Di kejauhan, Gunung Semeru menjulang tinggi. Kami pun beristirahat sambil mengabadikan momen sunrise tersebut. Yang paling dinantikan adalah mengelilingi lautan pasir Gunung Bromo. Kami pun turun dari Penanjakan. Memang benar adanya. Pengalaman pertama mengendarai motor di lautan pasir Gunung Bromo memang menyenangkan. Saya tancap gas agar motor trail melaju lebih cepat. Saya dapat merasakan roda-roda motor berputar lebih cepat. Setelah mengelilingi kawah Gunung Bromo kami pun kembali ke Malang. Kalian ada yang belum mencoba bro?

Teks dan Foto: Janatan Ginting