Charging Baterai Lama? Mungkin Ini Penyebabnya!

Dilihat 41 kali

Umumnya baterai smartphone akan terisi hingga penuh setelah melakukan pengisian daya selama satu hingga tiga jam. Tetapi terkadang waktu pengisian dayanya bisa lebih lama. Bahkan ada yang hingga 12 jam dan baru terisi 90 persen. Jika demikian, maka proses pengisian dayanya kemungkinan besar mengalami masalah karena hal-hal tertentu.

Lantas apa yang harus lakukan saat hal ini terjadi? Cobalah cek hal-hal berikut.

Kabel charger

Mengecek kabel USB adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui penyebab leletnya pengisian daya smartphone. Ini karena kabel bisa saja rusak sehingga hantaran daya yang masuk ke baterai smartphone menjadi tidak sempurna.

Adapter

Adapter bisa rusak karena beberapa hal, baik karena guncangan, terjatuh ketika digunakan, ataupun lonjakan arus listrik.

Adapter sendiri memang tidak dirancang untuk memiliki daya tahan yang sama dengan smartphone sehingga tidak heran jika perangkat keras ini lebih mudah rusak.

Sumber pengisian daya

Sumber pengisian daya juga berpengaruh terhadap lamanya proses pengisian daya. Jika bro menggunakan laptop atau komputer sebagai sumber pengisian daya, maka sudah pasti waktu yang diperlukan untuk mengisi daya smartphone menjadi lebih lama.

Jadi jika bro ingin melakukan pengisian daya secara lebih cepat, maka pasanglah charger pada stop kontak.

Smartphone model lama

Bisa dibilang, kecepatan pengisian daya untuk berbagai model smartphone cukup beragam dan smartphone keluaran lama umumnya memerlukan waktu pengisian daya yang lebih lama jika dibandingkan dengan smartphone keluaran terbaru.

Jadi jika smartphone yang bro miliki merupakan smartphone model lama, maka cukup wajar jika smartphone tersebut memerlukan waktu yang lama untuk membuat baterainya penuh kembali.

Baterai rusak

Baterai yang rusak juga bisa membuat proses pengisian daya menjadi lelet. Kerusakan ini terkadang terjadi karena cacat produksi. Namun kasus kerusakan baterai kebanyakan terjadi karena usia pemakaian.

Jika memang terjadi karena cacat produksi, maka lo bisa menghubungi produsen smartphone yang lo miliki dan mencari tahu mengenai prosedur untuk penggantian baterai.

Namun jika ingin solusi yang lebih mudah, maka lo bisa membawa baterai tersebut ke pusat perbaikan smartphone dan menukarnya dengan baterai yang baru.