Tercepat di Dunia, Kamera Ini Sanggup Jepret 5 Triliun Frame Per Detik!

Dilihat 59 kali

Sebelumnya Massachussetts Institute of Technology telah berhasil membuat kamera dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kamera tersebut pun mampu menjepret 1 triliun frame per detik. Tetapi saat ini, kamera yang lebih cepat berhasil dibuat oleh peneliti di Lund University, Swedia. Kamera tersebut dikabarkan mampu merekam 5 triliun frame per detik, 5 kali lebih cepat dari kamera yang dibuat oleh Massachussetts Institute of Technology.

Kamera tersebut adalah FRAME (Frequency Recognition Algorithm for Multiple Exposures). Kamera tercepat di dunia ini mampu merekam event yang terjadi dalam waktu yang hanya 1/5 triliun detik saja.

Kecepatan FRAME ini memang benar-benar luar biasa. Bahkan saking cepatnya, kamera tersebut pun mampu menangkap pergerakan dari partikel cahaya (photon) yang bergerak melintasi jarak yang setara dengan ketebalan selembar kertas.

Lantas apa tujuannya dari pembuatan kamera FRAME ini? Dengan menggunakan FRAME, para peneliti dapat mempelajari berbagai jenis event sains yang berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, terutama event sains yang terjadi hanya dalam skala femtosecond atau sepertriliun detik.

Misalnya saja sejumlah proses reaksi kimia yang rata-rata hanya terjadi dalam waktu 200 femtosecond saja atau durasi getaran atom pada molekul yodium yang terjadi dalam waktu  300 femtosecond.

FRAME pun diharapkan dapat membantu para ilmuan yang mempelajari berbagai penomena sains. Ini karena kamera tersebut mampu merekam dan memperlambat tampilan dari fenomena-fenomena alam yang berlangsung sangat cepat. 

Kamera FRAME ini tidak hanya memiliki kecepatan yang di atas rata-rata, tetapi juga menggunakan cara yang berbeda dari kamera foto konvensional. Umumnya kamera yang berkecepatan tinggi akan menangkap gambar (frame) satu per satu pada sebuah sekuens. Tetapi berkat teknologi baru yang disematkan pada FRAME, kamera ini pun mampu menggunakan algoritma inovatif untuk menangkap sejumlah gambar dalam satu frame. Setelah itu, gambar-gambar tersebut akan dipisahkan ke dalam sekuens video.

Saat ini pihak Lund University sendiri tengah bekerja sama dengan salah satu perusahaan asal Jerman untuk mengembangkan teknologi FRAME. Mereka berharap dengan kerja sama tersebut, nantinya kamera ini dapat digunakan oleh para peneliti lain.