Ini Motor Jagoan Touring Bro!

Dilihat 829 kali

Demen ngelakuin perjalanan jauh pake motor alias touring bro? Nah di antara beberapa merek motor ternama, KTM layak disebut sebagai yang terbaik. Namanya mungkin sedikit asing di telinga kita yang ada di Indonesia, tapi di dunia, KTM bisa disebut rajanya motor touring.

Salah satu produk jagoan KTM untuk touring adalah KTM 1050. Ini motor nggak usah diraguin lagi salah satu rajanya touring jarak jauh bro. Lo bisa ngeliat ketangguhan ini motor di sebuah video yang ada di bagian atas artikel ini bro. Di video ito bisa nyaksiin tangguhnya ini motor waktu dibawa touring di kawasan Grandes Alpes.

Sedikit balik ke masa lalu, pabrikan KTM bermula dari sebuah bengkel kerja punya Hans Trunkenpolz di tahun 1934.Bengkel ini lalu berkembang jadi bengkel motor dan juga mobil terkenal di masanya. Pabrikan ini mulai bikin motor dirt-bike di tahun 1951 dengan memakai mesin SACH yang dikasih nama R-100.

Nama KTM yang asalnya dari 3 kata bro, yaitu Kraftfahrzeug Trunkenpolz Mattighofe, mulai dipake sebagai merek motor di tahun 1953. Dulu ini pabrik cuma punya 20 pegawai dan cuma mampu bikin 3 motor tiap harinya. Setahun kemudian, ini pabrik udah mampu bikin 100 unit motor.

Tahun 1976, pabrikan KTM mulai bisa bikin mesin motor sendiri dengan mesin pertama yang berkapasitas 125 cc. Di tahun 1981 mesin motor KTM yang sudah dilengkapi pendingin air mulai diperkenalkan ke pasar dan setahun kemudian, pabrikan ini sudah bisa mengembangkan mesin 4 tak pertamanya.Tahun 1994, pabrikan ini melahirkan seri KTM Duke yang terkenal itu dengan varian pertamanya 620.

Sampai saat ini, prestasi KTM di ajang balap motor bisa dibilang nggak kalah dengan pabrikan besar lainnya, seperti Honda atau Yamahan. Bahkan kalo untuk touring, KTM bisa mengalahkan pabrikan-pabrikan asal Jepang itu, khususnya untuk pasar benua Eropa.

Gimana di Indonesia? Sampai saat ini nama KTM cuma akrab di telinga mereka yang emang punya hobi macu adrenalin pake motor. Nggak banyaknya motor KTM yang berseliweran di jalanan di Indonesia mungkin karena harganya yang masih jauh di atas motor produksi pabrikan lain.