Apa sih, Alasan yang Membuat Banyak Pendaki Tertarik Menaklukan Kilimanjaro?

Dilihat 942 kali

Menaklukan Seven Summits—tujuh puncak tertinggi di dunia—adalah salah satu keinginan yang ada dalam bucketlist pendaki. Pasalnya, tak hanya sangat tinggi, ketujuh puncak tadi mempunyai keunikan yang tak akan ditemukan pada puncak-puncak gunung biasa. Salah satu dari tujuh summits yang paling sering dikunjungi para pendaki adalah puncak Gunung Kilimanjaro yang berlokasi di benua Afrika.

Mengapa Gunung Kilimanjaro atau Kilimanjaro masih menjadi destinasi yang begitu diminati? Kilimajaro yang juga gunung tertinggi di Afrika memiliki puncak yang diselimuti es, seperti Puncak Jayawijaya yang terletak di Papua, Indonesia. Puncak bersaput es inilah yang menjadi daya tarik Kilimanjaro, mengingat gunung tersebut berada di Tanzania yang notabene merupakan negara tropis. Kalau kalian melihatnya dari kejauhan, puncak es Kilimanjaro tampak seperti bentangan selimut kristal di tengah sabana. Selain itu, nama kilimanjaro pun berasal dari bahasa Afrika, yakni kilima (gunung) dan njaro (putih).

Pendakian ke puncak Kilimanjaro juga bukan perjalanan mudah. Tantangan inilah yang membuat banyak pendaki semakin tergoda untuk menaklukannya. Untuk mencapai puncak, kalian harus melewati macam-macam hambatan, salah satunya perubahan iklim. Betapa tidak? Di awal pendakian, temperatur panas akan menyambut kalian karena dataran rendah Kilimanjaro termasuk daerah bersuhu tinggi. Lalu, kalian bakal bertemu daerah hutan tropis yang lebat nan lembap. Meski demikian, tak jarang kabut turun untuk menyejukkan pendaki yang kegerahan. Di tengah tantangan yang ekstrem tadi, para pendaki tetap akan menemukan pemandangan indah yang hanya bisa dijumpai di Afrika.

Ketika pendakian semakin pendekati puncak, kalian akan merasakan perubahan suhu menjadi dingin. Tak jarang pendaki merasakan kakinya menjadi lemas kala menapaki dataran berpasir yang dikelilingi bebatuan cadas. Kadar oksigen yang semakin tipis berkontribusi besar terhadap penurunan stamina para pendaki. Kalian pun akan semakin sulit bernapas. Akan tetapi, kalau kalian mempersiapkannya dengan baik, kalian akan mampu melewati level ekstrem ini dan menemukan semak-semak serta lumut aneh di dataran tinggi Kilimanjaro. Lantas, bunga-bunga abadi yang elok berlatar langit biru pun menyambut para pendaki yang hampir mencapai puncak.

Pendakian akan berakhir di Uhuru Peak, puncak Kilimanjaro yang hawanya hampir menyerupai Kutub Utara. Siapa pun yang berhasil sampai ke Uhuru secara tidak langsung sudah menaklukan puncak paling tinggi keempat di dunia, bro.

Bagaimana, tertarik mendaki ke puncak Kilimanjaro?