Rock Climbing, Antara Etika dan Seni Menaklukan Tebing Penuh Risiko

Dilihat 793 kali

Saat mendengar kata Rock Climbing, banyak orang yang beranggapan ini adalah olahraga baru. Faktanya,  Rock Climbing merupakan jenis olahraga lama yang belakangan eksistensinya semakin meningkat, dimana para pemulanya biasanya akan berlatih dalam tebing buatan

Dalam prosesnya, kemudian ada orang yang tetap memilih untuk memanjat dinding alias tebing buatan, kemudian disebut dengan wall climbing. Sementara itu, sisanya memilih untuk membawa seni memanjat ini ke alam terbuka dengan memanjat tebing yang curam dengan istilah Rock Climbing.

Pada dasarnya, kegiatan Rock Climbing merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mountaineering atau kegiatan mendaki gunung. Cuma bedanya, mereka para pemanjat tebing akan lebih memilih untuk menikmati menaklukan medan-medan terjal untuk bisa sampai ke puncak gunung.

Kerap ada benturan

Walaupun terlihat sama, pada dasarnya Rock Climbing memiliki banyak sekali aliran. Bahkan tidak jarang dari tiap aliran tersebut, kerap terjadi benturan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. contoh kasus adalah, benturan yang terjadi di kawasan Taman Nasional Lembah Yosemite, Amerika Serikat.

Ketika itu, Ron Kauk membuat suatu jalur dengan teknik rap bolting. Padahal kawasan tersebut dikenal sebagai kawasan pemanjat tradisional dengan peraturan konservasi alam yang sangat ketat. Jelas saja pembuatan jalur dengan teknik ini tidak bisa dibenarkan.

Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan para pemanjat tradisional, salah satunya adalaha John Bachar, dimana pemanjat yang satu ini menganggap apa yang dilakukan Ron berlebihan. Menurutnya, semua jalur yang ada di Yosemite harus dibuat dengan cara tradisional dengan teknik leading.

Menurut beberapa rumor, kemarahan Bachar tidak berhenti disana saja. Bahkan akibat dari insiden ini, kedua pemanjat ini dikabarkan terlibat perkelahian yang sangat sengit, dimana Bachar menganggap Ron telah merusak etika pemanjatan.

Selain itu, sebenarnya masih banyak kasus perbedaan pendapat antara satu pemanjat dengan pemanjat lainnya. Kebanyakannya, mereka mempermasalahkan tentang teknik pembuatan jalur seperti yang terjadi antara Ron dan Bachar, penamaan jalur, keaslian jalur hingga pengubahan bentuk permukaan tebing.

Terlepas dari semua itu, semua pendapat tersebut membuktikan jika Rock Climbing merupakan olahraga ekstrem yang luhur, dimana etika akan jadi hal yang utama ketimbang kegiatan pemanjatan itu sendiri.

So, buat kamu yang ingin lebih mengenal Rock Climbing, simak yuk video pemanjatan Fisher Towers di Moab, yang diunggah akun YuoTube Shane Van Oostendorp.