Perjalanan Pemenang Super Journey Menyambangi Surga Alam Bawah Laut Bunaken – Day 1

Dilihat 1150 kali

Masih ingat kontes Super Journey To Bunaken kan bro? Nah para pemenang dari kontes itu di awal bulan ini udah selesai menyambangi surga alam bawah laut Bunaken, tepatnya pada tanggal 4-8 Mei kemarin.

Mungkin gak sedikit dari lo yang ngiri dengan para pemenang Super Journey tapi daripada ngiri terus mending simak deh perjalanan mereka ke Bunaken berikut ini, siapa tau bisa jadi refrensi lo suatu saat punya kesempatan menyambangi Bunaken nantinya.

Perjalanan para pemenang Super Journey to Bunaken dimulai pada tanggal 4 Mei 2016. Mereka ditemani oleh 2 Host 2 Host (Marischa & Rahung), dan Ade Wahyudi. Tepat pukul 05.30 perjalanan rombongan Super Journey menuju Bunaken resmi dimulai dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 0602 dari Bandara Soekarno-Hatta.

Super Journey Pertama: Menaklukkan Dinding Kilo Tiga

Tiba di Bandara Sam Ratulangi - Manado pukul 10.00, rombongan Super Journey disambut oleh Team Indonesia Expeditions (INEX). Tim ini sudah tiba di Manado beberapa hari sebelum rombongan Super Journey datang. Menggunakan 1 buah kendaraan mini bus jenis Elf dan 1 buah mobil kecil yang akan dipakain selama kegiatan berlangsung, rombongan Super Journey memulai perjalanan mereka menuju Amurang, Minahasa Selatan.

Setibanya di Desa Kilo Tiga Amurang, rombongan Super Journey melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki selama kurang lebih 15 menit ke lokasi mereka akan aktivitas Super Journey yang pertama memanjat tebing bernama Dinding Kilo Tiga.

Sesampainya di kaki tebing, para pemenang Super Journey mendapat pengarahan dari team besar Inex. Team Inex mengenalkan peralatan, menjelaskan kegiatan Panjat Tebing, dan memberi demo pemanjatan. Selama 2,5 jam seluruh peserta dan host menjajal aktivitas panjat tebing.

Pengalaman pertama bagi semua peserta Super Journey termasuk para host untuk mencoba panjat tebing ini udah pasti membuat adrenalin semua peserta Super Journey terpompa. Gak sekedar nyali, skill dan perhitungan yang tepat menjadi faktor utama keberhasilan mereka mencapai puncak tebing.

Dalam kegiatan panjat tebing yang dilakukan secara bergiliran dengan system top rope dengan jarak panjat yang dicoba setinggi 9 meter ini tiap orang diberi kesempatan 1-3 kali pemanjatan. Setelah hari menjelang malam, peserta mulai bersih-bersih untuk kemudian beristirahat di tenda masing-masing.