Membaca Gejala Alam Dari Gunung Agung

Dilihat 201 kali

Menurut PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) status Gunung Agung saat ini telah naik menjadi 'Awas'. Seperti yang kita ketahui bahwa aktivitas Gunung Agung ters meningkat dengan semakin seringnya gempa vulkanik dangkal, dan tercatat terjadi sebanyak 38 kali dalam waktu enam jam.

Gunung Agung, Bali. Source

Peningkatan itu menunjukkan bahwa pergerakan magma mulai naik ke permukaan. Puluhan ribu orang yang mengungsi telah mencapai 34.931 jiwa dan akan terus bertambah.

Warga sekitar Desa Adat Sogra, Kecamatan Selat seluruhnya telah mengungsi. Penyebabnya adalah gejala-gejala gunung akan meletus semakin terlihat, seperti ular dan kera yang turun dari gunung ke pemukiman warga. Itu adalah gejala alami yang harus diwaspadai.

Ilustrasi sekelompok kera. Source

Tahun 1963 adalah waktu di mana Gunung Agung meletus terakhir kali, dan gejala yang terlihat pun serupa dengan saat ini. Biasanya satu hinggi tiga bulan sebelum gunung itu memuntahkan isi perutnya, hewan-hewan di gunung akan turun ke bawah menuju pemukiman warga.

Hewan-hewan penghuni gunung tentunya lebih peka merasakan suhu yang meningkat di bagian atas gunung karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Insting hewan sangat kuat dan akurat bila berkaitan dengan hal ini.

Gunung Agung, Bali. Source

Para warga tersebut berinisiatif untuk mengungsi secara mandiri setelah merasakan sendiri gejala-gejala alam yang sama saat Gunung Agung meletus tahun 1963 silam.

Mungkinkah Gunung Agung meletus? Kita doakan yang terbaik ya bro.

Featured Image

Sumber