Edelweis, Riwayatmu Kini

Dilihat 539 kali

Edelweis adalah sebuah bunga yang selalu identik dengan pegunungan. Hawa dingin dan dataran tinggi adalah tempat tinggalnya. Sebenarnya ada banyak fakta-fakta Edelweis yang kurang dipahami oleh para pendaki. Mungkin beberapa pendaki hanya tahu bahwa bunga Edelweiss adalah bunga abadi, atau lambang mitos akan keabadian cinta. Berangkat dari mitos itu, banyak pendaki yang menyalahartikan bro, alhasil nggak jarang pendaki memetik Edelweiss untuk diberikan kepada pasangannya sebagai wujud kasih sayangnya. Wah itu salah banget dan kampungan, bro! Beberapa fakta menariknya antara lain :

1. Bunga Edelweiss menjadi terancam karena julukan bunga abadi yang disandang dirinya secara sepihak. Akibatnya banyak orang yang merasa 'bangga' karena telah mengambil edelweis tersebut untuk dihadiahkan ke pujaan hatinya. Interpretasi yang salah kaprah sebenarnya, bro.

2. Julukan bunga abadi dikarenakan adanya hormon yang mampu mencegah kerontokan bunga. 

3. Edelweis pernah menjadi gambar pada perangko oleh Pos Indonesia pada tahun 2003.

Via phinemo.com

4. Menurut sejarah, pertama kali edelweis ditemukan oleh seorang naturalis asal Jerman yaitu Georg Carl Reinwardt pada tahun 1819 di lereng Gunung Gede. Kemudian diteliti lebih dalam oleh botanis yang juga berasal dari Jerman bernama Carl Heinrich Schutz.

5. Bunga edelweis tumbuh di tempat yang tinggi sekitar 2000 mdpl ke atas, dan bergantung juga dengan suhu udara dan kelembaban pada ketinggian tersebut.

6. Edelweis biasanya berbunga saat musim hujan berakhir, biasanya bulan April hingga September.

7. Dahulu masih banyak pos pendakian yang merazia tas carrier pendaki-pendaki bandel untuk menemukan edelweis di dalam carriernya. Berdasarkan cerita-cerita pendaki, hukumannya bermacam-macam bagi pelaku pemetikkan edelweis di gunung, mulai dari disuruh naik lagi ke atas gunung atau dikembalikan ke lokasi yang semula, sampai disuruh berendam di danau atau sungai di gunung sampai menggigil. Yang menghukum biasanya adalah polisi hutan atau ranger gunung. Namun sayangnya saat ini sudah mulai jarang pos pendakian memberlakukan kembali hal tersebut.

Via yukepo.com

8. Bunga edelweis versi luar negeri dan Indonesia berbeda, di luar negeri bunga abadi adalah Leontopodium Alpinum alias Edelweis. Sementara di Indonesia bernama Anaphalis Javanica.

Via malindo.my.id

9. Edelweis tumbuh rata-rata hanya 1-4 meter untuk gunung-gunung di pulau Jawa.

10. Di tengah ancaman punahnya edelweis, lama kelamaan mitos tentang bunga ini adalah bukti bahwa cinta sejati mulai luntur. Namun masih ada beberapa pendaki yang nggak peka menanggapi mitos ini.

"Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali foto, jangan bunuh apapun kecuali waktu". Entah dari mana datangnya slogan sempurna ini, yang jelas slogan ini memberi kita isyarat bahwa keseimbangan alam patut dijaga, jangan jadikan alam sebagai objek pemuas diri; petik sana sini buat gagah-gagahan, buang sampah sembarangan, foto selfie pakai kertas tulisan lalu kertasnya ditinggal begitu saja. Sorry to say, tapi kalau memang lo berperilaku seperti itu, mungkin lo termasuk pendaki kampungan bro, karena petualang sesungguhnya selalu peka akan kebersihan alam dan selalu berusaha menjaga alam dimana pun ia menjejakkan kakinya.

Gimana, bro? Masih tega metik bunga edelweis sebagai lambang kecintaan orang yg lo cintai? Kalau memang cinta sejati, seharusnya lo biarkan edelweis itu hidup dan tumbuh abadi di rumahnya, itu baru cinta abadi, jangan dipaksakan dipetik dan dibawa ke semrawutnya perkotaan. Edelweis akan mati perlahan dan nggak lagi abadi di kota, karena kota bukan lah rumahnya. Salam lestari ya, bro!

Featured Image : bluetripper.com

Referensi Artikel : phinemo.com