Pentingnya Menguasai Teknik Dasar Survival Gunung Hutan Bagi Para Pendaki

Dilihat 809 kali

Berhubung saat ini kegiatan pendakian gunung makin ngetrend, tapi jangan pernah lupa satu hal kalau pendakian gunung  itu bukan main-main. Ada teknik-teknik dasar yang matang yang seharusnya dikuasai sebelum lo berpetualang di alam bebas.

Survival skill atau teknik bertahan hidup adalah salah satu pengetahuan yang wajib lo miliki. Lo nggak mau kan, gara-gara nyepelein dasar-dasar survival skill keluarga lo bakal kehilangan lo seumur hidup? Wah jangan sampe deh bro. Karena dalam keadaan darurat, pengetahuan-pengetahuan ini akan sangat berguna. Kita nggak pernah ada yang tahu bakal ada kejadian apa selama lo berpetualang di alam bebas sana. Bukannya lebih baik mencegah, dari pada mengobati? Betul, bukan?! Berikut penjelasan singkat sarat maknanya.

Yang pertama adalah pastikan kondisi tubuh lo tetap kering karena akan meningkatkan presentase lo untuk bertahan hidup di alam bebas. Minimal selalu bersiap dengan bivak darurat yang mampu melindungi lo dari hujan dan panas. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin tentunya bisa jadi musuh terbesar tubuh seorang manusia, contohnya hipotermia dan heat stroke. 

Sumber Foto : survivallife.com

Yang kedua adalah api. Api sangat berguna ketika lo mengalami keadaan terdesak alias nyasar atau hilang. Karena itu lo harus mampu membuat api dari perlengkapan ala kadarnya seperti botol plastik, batu, lensa, hingga batu baterai. Selain untuk menghangatkan tubuh, api berfungsi untuk memasak, menghalau binatang buas, hingga memberi sinyal untuk tim SAR. Lo bisa cari informasi tentang hal ini ke kawan-kawan lo yang memang pecinta alam, minimal lo belajar prakteknya.

Jamur yang tidak berwarna mencolok sangat aman untuk dikonsumsi, mencatat dan mengenali jenis jamur sangat disarankan. Tumbuhan cantigi yang berwarna hijau kemerahan pun dapat dikonsumsi dan mudah ditemukan di gunung. 

Sumber Foto : Cantigi; khayalanketinggianku.blogspot.co.id

Kemudian hal yang paling penting  adalah air. Manusia mampu bertahan hidup selama 30 hari tanpa makanan, tapi manusia mustahil  dapat bertahan hidup selama lebih dari 3 hari kalau tidak ada air. Jadi nggak salah kalau ada yang bilang bahwa air adalah salah satu sumber kehidupan utama. Maka dari itu dalam kondisi survival, menemukan air adalah prioritas utama. Teknik Evaporasi seperti gambar dibawah ini adalah salah satu cara mendapatkan air dalam kondisi darurat.

Sumber Foto : liburmulu.com

Dan yang terakhir adalah jangan panik. Dalam kondisi terdesak apalagi terpisah dari kelompok dan tersesat, besar kemungkinan manusia akan sangat panik dan jantung pun berpacu empat kali lebih cepat dari biasanya. Istilah S.T.O.P sering digunakan untuk bertindak selanjutnya. S.T.O.P merupakan akronim dari Sit, Think, Observe, Plan. 

Pada awalnya ketika lo sadar bahwa lo sedang tersesat, duduk (Sit) bersantai lah sejenak, rileks dan berpikir jernih. Lalu mulai berpikir (Think) apa yang harus lo lakukan dan apa saja yang lo bawa di dalam ransel/carrier dan kantong lo, periksa semuanya serta jaga pikiran dan semangat agar tetap positif. Kemudian masuk ke dalam fase mengamati (observe) keadaan sekitar dan mulai mencari beberapa point penting seperti mulai mengamati tempat aman untuk berlindung, kemungkinan sumber air terdekat, pastikan lo mengamati daerah sekitar lo secara seksama. Dan yang terakhir yaitu rencanakan (Plan) hal-hal yang tadi lo pikirin. Membuat asap tebal atau berdiri di tempat tinggi agar mampu melihat lanskap sekitar cukup membantu lo untuk segera diselamatkan oleh Tim SAR.

Bro, kira-kira seperti itu lah survival skill yang berguna ketika lo dalam keadaan terdesak dan tersesat atau terpisah dari kelompok lo. Mendaki gunung bukan untuk gagah-gagahan semata bro, jangan pernah menyepelekan survival skill kalau lo ingin selamat dari keadaan yang mengharuskan lo dari situasi darurat seperti ini.

Sumber Foto : instagram.com/vndrlesnussa

Referensi Artikel : liburmulu.com