FEB 13, 2018

Disebut- Sebut Sebagai Surga Petualang, Wakatobi Memiliki Cerita Bagi Para Pecintanya

Wakatobi yang menjadi surga bagi para petualang tengah di kembangkan menjadi salah satu destinasi agar bisa bersaing dengan destinasi utama lainnya di Indonesia.


Wakatobi dikenal sebagai surga bagi para pecinta laut. Keindahan yang dimiliki Wakatobi terpancar dari pantai, air laut yang jernih hingga terumbu karang. Hal- hal tersebut merupakan salah satu keindahan yang disuguhkan dari kerajaan laut yang terlihat sangat menggiurkan bagi para penyelam. Namun, Wakatobi tidak hanya bisa dinikmati bagi para penyelam, bro!

“Wakatobi itu (bak) surga di zamrud khatulistiwa, tak cuma buat mereka (pecinta aktivitas bahari),” ujar Hilda B Alexander, wartawati yang juga gemar berkelana (dilansir dari kompas.com). Hilda pun sempat bercerita pesona Wakatobi yang diwarnai dengan keramahan alam dan penduduk setempat. Menurut dia, pendapat itu bukan hanya datang dari dirinya.

"Nice place and people around here are friendly," kutip Hilda dari Claudia Mauridfz, peneliti BlueVentures asal Guatemala yang dia temui saat bertandang ke Kaledupa, akhir bulan lalu.

Mungkin lo jarang mendengar nama Kaledupa. Kaledupa adalah salah satu pulau yang menjadi penggalan nama Wakatobi. Mungkin lo sudah mengetahui bila Wakatobi merupakan singkatan dari beberapa pulau yang ada di Sulawesi Tenggara. Singkatan dari Wakatobi adalah Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. 

Apabila mendengar Wakatobi pastinya yang terlintas pikiran adalah keindahan alam bawah lautnya yang memukan. Ternyata Wakatobi memiliki banyak hal selain alam bawah lautnya. Dikenal dengan nama Soami, yang menjadi sajian kuliner khas penduduk setempat dan terbuat dari bulu babi. 

“(Soami) ini kukusan singkong, jadi makanan pokok dan sumber karbohidrat warga. Bulu babi dikukus tanpa bumbu jadi protein hewani. Lalu, ada kosea no-kaudafa atau sayur daun kelor, sambal dabu-dabu, dan kentanidole alias nugget ikan,”  ujar Hilda saat berbincang bersama Kompas.com. 

Tidak hanya itu, Wakatobi pun seringkali mengadakan beragam festival yang sudah ditetapkan sebagai agenda rutin. Pastinya berbagai macam budaya dan kuliner menjadi menu yang di suguhkan bagi para petualang yang datang ke festival- festival ini. Hingga 2017 lalu masih ada Festival Pulau Tomia yang diadakan pada Juni 2017 dan Wakatobi Wonderful Festival and Expo 2017 yang diselenggarakan pada Oktober 2017. 

Hingga saat ini, keindahan Wakatobi masih lebih banyak di nikmati bagi para petualang atau penyelam yang benar- benar serius untuk datang ke spot ini untuk. Tidak heran karena sebelum Oktober 2016, masih belum banyak akses yang bisa di gunakan orang- orang untuk mencapai kawasan ini. Namun hingga hari Wakatobi di tetapkan sebagai destinasi prioritas denga berbagai program yang di luncurkan untuk memperkenalkan keindahan alam di kawasan ini kepada dunia. Hal ini di dukung oleh infrastruktur dari kabupaten dan dukungan dari maskapai penerbangan yang memperlihatkan semakin banyaknya penerbangan dengan tujuan Wakatobi.

Tidak perlu heran dengan fokus akan pembenahan Wakatobi, salah satu faktornya adalah sisi pesona bahari yang menyimpan 750 dari 850 jenis terumbu karang yang ada di dunia. Sampai-sampai, Pulau Hoga yang ada di antara pulau-pulau utama Wakatobi sudah menjadi basis penelitian Proyek Wallacea. Di sini para peneliti dunia kerap berkumpul meneliti kekayaan terumbu karang dunia yang dipantau melalui pencitraan satelit. Tak kurang dari oseanografer dan penemu alat selam self-contained underwater breathing apparatus (scuba), Jacques-Yves Cousteau, mengakui Wakatobi adalah surga.

Danau Sombano

Salah satu hal yang unik dari Wakatobi adalah Danau Sombano. Uniknya adalah danau ini adalah Danau air asin terletak di Desa Sombano dan memiliki udang yang berwarna merah dan terdapat ikan yang konon suci tidak boleh di ganggu. Danau ini terletak di Pulau Kaledupa.

Dive Spot Roma 

Terletak di Pulau Tomia, Dive spot ini adalah maskotnya TOMIA. Dive spot ini diberi nama Dive Spot Roma karena di dive spot ini terdapat soft coral jenis Ear Coral yang sangat besar dengan luas bisa mencapai 10 meter persegi. Coralnya menyerupai Clostrum Roma, di kedalaman 18 sampai 22 meter di bawah laut Selain keindahan Ear Coral yang memukau, ikan pun banyak terlihat di sini. Sementara arus yang ada di kawasan ini cukup aman bagi pemula dengan suhu 18- 20 derajat celcius dan visibility 20- 40 meter. 

Topala Bago

Terletak di Pulau Binongko, terdapat pusat pemandian Topa La Bago. Hawa sejuk terasa saat lo tiba di pemandian ini karena letaknya yang terhimpit oleh karang, selain itu airnya jernih sekali. Topa La Bago jaraknya berkisar 200 meter dari pemukiman warga desa Bante. Begitu melihat birunya air Topa La Bago, kalian seperti tersihir untuk merasakan langsung kesegaran airnya. Ketika kalian bermain air disini, semua penat dan lelah selama perjalanan akan hilang dalam seketika. Hanya Kebahagiaan dan keceriaan yang akan kalian rasakan dikarenakan air nya yang sangat jernih dan segar sekali.

Pantai Pasir Panjang

Masih di Pulau Binongko, pantai ini sangat indah dengan memiliki garis pantai terpanjang. Deretan rapi pohon kelapa menambah indah pemandangan di sepanjang pantai. Bagi lo yang memiliki misi fotografi dalam petualangan lo, pantai yang satu ini bisa menjadi spot foto terbaik untuk mengambil potret. 

Gimana bro? pastinya lo penasaran kan ke Wakatobi. Kawasan ini bisa menjadi salah satu pengalaman lo yang tidak kalah indah dari Bali dan Lombok. Penasaran? Langsung saja kemas barang lo dan meluncur ke Wakatobi!

Semoga bermanfaat!

 

Featured Image

Sumber 


Please login to comment
3 COMMENTS
Endang P
February 14, 2018 at 8:14 AM

is the best


Farhan Yudhi Fatah
February 15, 2018 at 11:40 PM

Wakatobi brohh


Endang P
February 19, 2018 at 8:25 AM

luar biasa