FEB 13, 2018

Kopi Hijau Yang Melegenda Di Tulungagung

Kopi merupakan salah satu minuman yang dikonsumsi untuk banyak hal bagi manusia. Ada yang bertujuan untuk kesehatan, ada yang hanya gemar mengkonsumsi, namun ada juga sebagai pendamping untuk melakukan aktivitas atau hanya bercengkrama bersama rekan atau orang tercinta. Namun di Tulung agung, terdapat kopi yang melegenda.


Kopi merupakan salah satu minuman yang dikonsumsi untuk banyak hal bagi manusia. Ada yang bertujuan untuk kesehatan, ada yang hanya gemar mengkonsumsi, namun ada juga sebagai pendamping untuk melakukan aktivitas atau hanya bercengkrama bersama rekan atau orang tercinta. Namun di Tulung agung, menjadi salah satu sajian kopi unik di Indonesia, terdapat salah satu sajain kopi yang seringkali di kenal dengan nama Kopi Hijau.

Memang kopi identik dengan warna hitam, akan tetap di daerah Tulung agung, Jawa Timur lo bisa menemukan kopi yang berwarna hijau yang akrab dengan panggilan Kopi Ijo. Mungkin masih terdengar asing, namun di Tulungagung, Kopi hijau adalah salah satu hidangan legendaris dan  menjadi tradisi masyarakatnya. 

Kopi Ijo memiliki rasa serta tekstur yang berbeda dari kopi jenis lain. Ketika dituangkan ke dalam tatakan, Kopi Ijo akan nampakhitam kehijauan. Asal Kopi Ijo yang berwarna kehijauan ini bukanlah karena adanya campuran dengan zat pewarna, namun dalam proses pembuatannya.  Prosesnya yaitu mulai dari pengeringan biji kopi dengan cara disangrai dengan menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat dengan pengapian tradisional berbahan bakar kayu bakar. Proses ini diperlukan keuletan dalam menjaga api agar suhunya tetap stabil sehingga menghasilkan kopi yang matang dengan merata serta sempurna. Setelah melalui tahap ini, barulah biji kopi di giling menggunakan mesin. Itulah tadi resep rahasia kopi hijau yang menciptakan rasa yang unik.

Meskipun lo mungkin jarang mendengar kopi ini, di Tulungagung yang menjadi kota asal kopi hijau, kopi ini sangat terkenal . Mulai dari warung kopi pinggir jalan hingga kafe besar menyediakan kopi hijau sebagai menu utama. Hingga sekarang Kopi hijau di anggap sebagai salah satu ciri khas dari Tulungagung yang patut untuk dilestarikan.

Meskipun kopi hijau memiliki proses pengolaha yang berbeda, namun penyeduhannya tidak berbeda dengan kopi pada umumnya. Di suguhkan di cangkir dalam keadaan panas. Namun, ada satu hal yang berbeda, kopi hijau biasanya di sertai dengan kebiasaan yang biasa di kenal dengan nama Nyete. Nyete sendiri merupakan seni melukis sebatang rokok dengan menggunakan sisa endapan Kopi Ijo. Hingga sekarang, kopi hijau di kemas dalam bentuk saset yang biasanya dapat di jadikan oleh- oleh.

Lo bisa mencicipi kopi hijau ini dengan berkunjung ke Tulungagung, namun lo wajib untuk menyempatkan untuk berkunjung ke warung kopi paling melegenda di Tulungagung. Inilah Warung Kopi Waris yang tidak pernah sepi pengunjung.

Waris merupakan nama pemilik warung kopi legendaris yang terletak di Tulungagung, Jawa TImur. Warung ini hampir tidak pernah sepi, hanya tutup saat malam Idul Fitri. Yang membuat banyak orang tertarik karena secangkir kopinya yang menurut lidah saya terasa lembut dan gurih. Kopi di sini hanya disajikan dengan 2 varian dengan bubuk kopi yang sama, yakni Kopi tubruk dengan gula, atau kopi susu yang hanya dibedakan cara penyajiannya yaitu dengan menggunakan gelas cangkir atau gelas kaca. Di samping itu, Harganya pun sangat murah, hanya sekitar Rp 1.500,00 per gelasnya. Selain harga dan rasa, warna kopi ini memang sangat berbeda dengan kopi lainnya. 

Warung ini tidak seperti cafe kopi yang sekarang menjamur sekarang di kota-kota besar. Tidak seperti cafe yang menjadikan spot-spot foto yang 'instagramable' sebagai daya tarik dalam menarik konsumennya. Hanya kesederhanaan inilah yang membuat banyak orang berkumpul membahas apapun yang menarik untuk dibicarakan. Hanya ada meja dan bangku panjang untuk para penikmat kopi hijau bercengkerama. Sejenak lo bisa melupakan kesibukan yang menyita pikiran pada saat siang hari dan bisa tertawa ataupun membicarakan hal-hal ringan bersama rekan dan orang tercinta dengan menghirup aroma dan rasa kopi ijo Waris yang legendaris.

Kopi Joss

Mengingat Indonesia memiliki banyak sekali sajian kopi yang terbilang unik, tidak hanya di Tulungagung, ternyata Yogyakarta menguguhkan kopi unik yang ada di Yogya, mungkin lo sering mendengar dengan nama kopi Joss  legendaris dari angkringan Lik Man. Wangi, rasa, dan cara pembuatannya begitu unik. 

Terletak di sebelah utara Stasiun Tugu Yogyakarta, lo bisa mencapai warung kopi ini dengan berjalan kaki dari malioboro, Perlu lo ketahui juga kalau warung kopi yang satu ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Beragam sajian khas angkringan ditata di atas bakul pikul yang menjadi daya tarik tempat ini. Pikulan ini dulu yang menjadi alat berjualan Mbah Pairo, perintis angkringan Lik Man.

"Dulu simbah jualan minuman keliling, kopi sama teh. Aslinya Klaten. Tahun 1965 baru diwariskan ke Bapak (Lik Man) terus menetap di sini," tutur putra semata wayang Lik Man, Kobar (43). Di lansir dari Detik.com. 

"Dulu Bapak buatnya kopi klotok (merebus kopi) pakai kaleng. Tapi Bapak punya ide untuk memasukkan mawa (arang yang membara) biar lebih matang lagi kopinya," ujarnya.

Di sepanjang Jalan Wongsodirdjan yang sempit ini tak hanya Lik Man, ada beberapa angkringan lain yang juga ramai pengunjung. Tapi memang Kopi Joss pertama kali diperkenalkan oleh sosok Lik Man. Kobar meneruskan usaha sang ayah sejak tahun 2008. Kala itu Lik Man memutuskan pensiun meracik kopi dan memilih bertani di kampung halamannya, Klaten.

Meskipun hanya berbentuk seperti warung, tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen perjalanan di kopi joss dengan menggunakan kamera ponsel. Segelas Kopi Joss dihargai Rp 4.000, bubuk kopi yang dipilih turun temurun asli dari Yogyakarta bermerk Murni. Jika sedang ramai, sebanyak 15 bungkus kopi ukuran sedang dan satu karung besar arang habis diracik oleh tangan Kobar. Penasaran kan bro? Langsung saja kemas barang lo dan meluncur ke spot yang satu ini. 

 

Featured Image

Sumber

 


Please login to comment
4 COMMENTS
Bambang S
February 16, 2018 at 9:39 AM

Rasa y enak


Bambang S
February 17, 2018 at 9:45 AM

Wajib coba


dwi wiji utomo
February 22, 2018 at 10:33 AM

kopi joss emang joss...mulai nganjuk ke barat udah ada kopi joss


Yudha Adi Nugraha
March 9, 2018 at 2:33 AM

Keren bang



LOCATION