FEB 13, 2018

Bro, Berani Coba Kopi Klotok Di Magelang?

Pernah dengar tentang kopi klotok? Belum? Lo berani coba ga bro?


Salah satu trend yang sedang hype di ibu kota adalah menikmati secangkir kopi dengan seduhan manual brew. Cara seduh yang terlihat sedikit memusingkan tetapi menghasilkan cita rasa yang berbeda. Dari manual brew ini, lo tahu bahwa beda alat dan beda cara seduh juga akan menghasilkan rasa yang tidak pernah sama. Dan lo juga tahu bagaimana perbedaan rasa dari kopi arabika, dan kopi robusta.

Tapi bro, kali ini bukan masalah kopi arabika atau kopi robusta. Bukan juga dari mana biji kopi itu berasal, entah dari Aceh, Bali, sampai Toraja. Kali ini adalah tentang proses seduh kopinya, bro. Seperti biasa clean coffee yang bisa lo dapat dari manual brew dengan fancy item ala kafe, atau berani coba sensasi berbeda dari kopi klotok.

Para pecinta kopi dan termasuk lo, pasti tahu jika sebuah jenis kopi yang sama tetapi di seduh dengan cara yang berbeda, akan mendapatkan cita rasa yang berbeda pula. Nah, kopi klotok punya cara seduh yang sangat berbeda daripada umumnya, bro.

Tapi sebelum tahu bagaimana cara seduh dan sensasi kopi klotok, sebentar lo akan tahu apa itu kopi klotok.

Apa sih kopi klotok itu?

Kopi Klotok. source

Kopi klotok berasal dari biji kopi yang harus matang dari pohonnya. Ini harus, bro. Karena cita rasa yang istimewa dari kopi klotok, berangkat dari tingkat kematangan yang pas saat masih di pohonnya. Kopi yang sudah matang dan berwarna kemerahan tidak buru-buru dipetik. Karena masa matang terbaik adalah ketika biji kopi tersebut sampai jatuh ke tanah. Menandakan biji kopi sudah benar-benar matang.

Makanya, tidak jarang biji kopi tersebut sampai berwarna merah kehitaman dan riskan membusuk di pohon atau malah dimakan oleh luwak. Oleh karena itu, para pembuat kopi klotok biasanya buru-buru untuk mengambil biji kopi yang sudah matang yang sudah jatuh dari pohonnya, agar tidak didahului oleh luwak.

Jelas dari cara mendapatkan biji kopi yang benar-benar matang perlu waktu yang tidak sebentar dan tidak mudah. Hal ini jelas lain dari jenis kopi pada umumnya karena mereka hanya berpatokan biji kopi yang sudah kemerahan, tandanya sudah siap dipetik dan matang. Dan mereka pastinya tidak berebut biji kopi dengan seekor luwak kan?

Tapi, apa lo tahu, bro, kalau klotok adalah sebuah nama kampung di daerah Cepu, Jawa Tengah. Karena disinyalir kopi klotok ini berasal dari kampung tersebut. Orang-orang di sana yang mulai mempopulerkan kopi klotok dan cara menyeduhnya.

Nah, bagaimana dengan penyeduhannya? Tenang bro, sebentar lagi lo akan tahu bedanya kopi klotok, dengan kopi-kopi lainnya yang biasa lo nikmati di berbagai kafe ibu kota.

Berawal dari biji kopi yang dituangkan di sebuah panci, dan langsung dimasak dengan api. Tidak dicampur air? Buat apa? Apa malah nanti tidak gosong dan rasanya jadi aneh bahkan tidak enak ya?

Nah, ini yang membedakan, dan memberi nama klotok, bro. Biji kopi yang lengket dan gosong karena dimasak tanpa air, kulitnya akan mengelupas dengan sendirinya ketika dituang air panas. Itu kenapa namanya klotok, atau ngelotok. Dalam Bahasa jawa, klotok itu artinya mengelupas, atau lepas.

Lalu setelah dikeringkan, biji kopi akan ditumbuk halus. Setelah halus, bubuk kopi ini kembali dituangkan ke panci dan dipanaskan lagi. Setelah mengeluarkan aroma menyengat, barulah ditambahkan air, dan masak hingga mendidih. Gula dan pemanis lainnya hanya ditambahkan sesuai selera. Tetapi juga ada pembuat kopi klotok yang langsung menambahkan gula atau pemanis lainnya di dalam panci tersebut.

Euh, apa rasanya ya?

Jelas rasanya pahit, kental, beraroma menyengat. Tapi rasanya ini justru yang sangat membedakan dari kopi-kopi seduh pada umumnya.

Bagaimana bro, lo mulai penasaran rasa kopi klotok seperti apa?

Kopi klotok ini hanya dibanderol 5 ribu rupiah saja per gelasnya, cukup terjangkau kan? Banyak penggemar kopi yang jika berada di daerah Magelang, Jawa Tengah, pasti menyempatkan diri untuk mampir, karena rasanya yang sangat begitu berbeda.

Dari proses cara mendapatkan kopi klotok yang sempurna, jelas membutuhkan waktu yang lama. Tapi jelas rasa tidak akan pernah bisa membohongi lidah. Oleh karena itu, banyak orang yang menjadikan kopi klotok minuman wajib jika sedang bertandang ke Magelang.

Ditambah, warung yang menjual kopi klotok melengkapi minuman istimewa itu dengan berbagai makanan ringan khas daerah tersebut. Alhasil, warung kopi klotok bisa dijamin buka sampai larut malam.

Dari detik.com – tentang kopi klotok – menjelaskan bahwa kopi klotok yang terkenal pahit ini biasanya disajikan dengan makanan pendamping yang manis seperti pisang goreng. Namun, disarankan juga jika perut belum terisi dengan makanan berat, sebaiknya makan dahulu.

Karena kopi klotok yang sangat khas ini mempunyai kandungan kafein yang berbeda dengan kopi-kopi lainnya. Oleh karena itu, kandungan asam di dalam kopi klotok mungkin juga tidak bisa bekerja sama dengan baik untuk kebanyakan perut.

Makanya, dianjurkan makan dahulu sebelum menikmati kopi klotok ini. Warung-warung pinggiran di Magelang ataupun di Yogyakarta melengkapi menunya dengan berbagai pilihan lauk untuk nasi rames. Hal ini berkaitan dengan saran yang sudah di sebutkan di atas sebelumnya.

Lalu bagaimana bro? Lo makin penasaran cita rasa istimewa dari kopi klotok ini? Langsung aja bro untuk sediakan hari kosong, cuti dari pekerjaan dan berangkat!

 

Source

Feature Image


Please login to comment
6 COMMENTS
Farhan Yudhi Fatah
February 14, 2018 at 9:00 AM

Mantaaapp


Bambang S
February 16, 2018 at 9:38 AM

Keren


Bambang S
February 17, 2018 at 9:49 AM

Cb


Yayan Yuliansyah
February 18, 2018 at 10:08 PM

mantan eh mantap


dwi wiji utomo
February 22, 2018 at 10:19 AM

waahh..manteb iki kayaknya...boleh dicoba pas mampir magelang


Sahir Cngr
February 24, 2018 at 12:01 PM

Jadi pengen ke magelang lagi