FEB 23, 2018

Pura Pasar Agung, Satu Dari Banyak Gerbang Menuju Nirwana

Bro, bersiap untuk menikmati magisnya Pura Pasar Agung, sebagai gerbang menuju nirwana.


Walau masih berstatus siaga dan aktif, Gunung Agung masih tetap menjadi favorit para pendaki, petualang, dan para traveller baik domestik serta mancanegara. Keindahan alamnya yang luar biasa menakjubkan berhasil menggaet banyak pasang mata untuk selalu kembali ke sana.

Begitu pula dengan lo kan, bro? Gunung Agung adalah tempat tertinggi di Bali, dan masyarakat setempat percaya bahwa Gunung Agung juga ditempati dewa-dewa mereka. Oleh karena itu, puncak Gunung Agung dinilai sakral dan suci.

Nah, bro perlu lo ketahui nih, hanya ada dua jalur yang bisa dilewati untuk sampai ke Puncak Gunung Agung. Jalur pertama adalah Pura Besakih, dan yang akan kita ulas dalam bahasan ini adalah jalur keduanya, yaitu Pura Pasar Agung.

Terletak di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Pura Pasar Agung adalah tempat terbaik buat lo para sunrise hunter, karena tempat tepat sempurna ini menghadap timur. Banyak sekali yang mendaki atau trekking ke Gunung Agung melewati jalur ini.

Puncak Gunung Agung adalah tempat terbaik untuk melihat keseluruhan Pulau Bali bro. Hal ini kembali dikarenakan puncak Gunung Agung adalah daratan tertinggi di Pulau Bali. Jadi bro, lo bisa lihat 360 derajat keseluruhan pulau dewata ini.

Pura Pasar Agung Mempunyai Nama Lengkap

Pura Pasar Agung. credit photo: jawapos.com

Bro, perlu lo ketahui nih, Pura Pasar Agung juga mempunyai nama lengkap, yaitu Pura Pasar Agung Gili Tolangkir. Keberadaan Pura Pasar Agung sangat berkaitan dengan Pura Besakih. Mengapa berkaitan? Pura Besakih tepat berada di timur laut, yang dengan sempurna menangkap matahari. Lalu, Pura Pasar Agung lah yang menyebarkan sinar matahari dan berkah tersebut.

Bro, Pura Pasar Agung diyakini oleh masyarakat setempat sebagai puranya para Dewa dari Khayangan. Hal ini dikarenakan bahwa Pura Pasar Agung mempunyai pelataran utama untuk menggelar upacara-upacara penghormatan dan ibadah masyarakat setempat untuk menyambut para dewa tersebut.

Oh iya nih bro, karena kawasan ini termasuk dataran tinggi, perlu lo pastikan untuk bawa baju hangat dan jaket berlebih ya. Hal ini menghindari kedinginan terlebih di musim penghujan.

Pura Pasar Agung berada di ketinggian 1.058 mdpl. Nah, ada hal yang perlu ko ketahui sebelum mendaki nih. Lo wajib mendaftar ke pos pendakian yang buka pukul 01.00-19.00 WITA. Setiap orang wajib membayar Rp 20.000, sudah termasuk biaya parkir mobil. Pendaki juga wajib ditemani pemandu jika sebelumnya belum pernah mengunjungi Gunung Agung.

Pendakian Gunung Agung Mulai Dari Pura Pasar Agung

Pura Pasar Agung - Pintu Gerbang Menuju Tempat Para Dewa. credit photo: pendaki.info

Bro, trek pertama yang akan lo lalui dari Pura Pasar Agung menuju puncak gunung agung adalah 280 buah anak tangga yang terbuat dari tanah. Nah, perlu lo sesuaikan juga ya sepatu trekking yang lo pakai. Pasalnya, jika musim penghujan, jalur ini sedikit sulit untuk dilalui karena terlampau licin.

Trek kemudian berlanjut dengan hutan basah dan tanah lapang yang minim 'bonus' alias hampir semuanya tanjakan. Bro, di bagian puncak terdapat kawah besar yang kadang mengeluarkan asap. Jika cuaca cerah, lo bisa melihat Gunung Batur bahkan Rinjani dari kejauhan.

Dilansir dari kompas travel, terbayang indahnya jalur pendakian ini kan, bro?

Bro, dalam pendakian ini ada beberapa hal yang perlu lo perhatikan. Salah satunya adalah mata air yang akan lo temukan sepanjang pendakian atau trekking. Jangan sembarang ambil bahkan minum dari mata air tersebut ya. Karena hal ini dilarang oleh masyarakat dan sesepuh setempat.

Pura Pasar Agung - Gunung Agung. credit photo: tripadvisor.in

Larangan tersebut bukan tidak berasalan, namun masyarakat dan sesepuh setempat meyakini mata air tersebut adalah mata air sucinya para dewa keyakinan mereka. Jadi, mereka sendiri pun tidak berani untuk sembarang mengambil mata air tersebut, terkecuali sedang upacara peribadatan.

Hal lainnya yang harus lo perhatikan adalah satwa liarnya nih. Di jalur pendakian ini, lo akan banyak menemukan monyet-monyet dan kera liar. Oleh karena itu, hal yang perlu lo ketahui adalah jangan sembarang memberi makan satwa tersebut.

Kera Di Gunung Agung - Pura Pasar Agung. credit photo: balitoursclub.net

Karena satwa liat tersebut akan dengan sembarang mengotori lokasi Pura Pasar Agung dan jalur pendakiannya dengan sisa makanan mereka. Sebaiknya, lo terus berjalan mengikuti trek walaupun lo bertemu dengan mereka.

Pendakian Gunung Agung melewati Pura Pasar Agung ini juga tidak main-main bro. Selain tanah lapang, tidak jarang trek yang menanjak dan harus lo lalui. Estimasi waktu pendakian dan trekking ke sana adalah 4.5 jam – 6 jam, begitu juga dengan sebaliknya.

Menikmati Pemandangan di Gunung Agung - Pura Pasar Agung. credit photo: kutakutik.or.id

Oleh karena itu, lo perlu perbekalan yang cukup, kondisi badan yang fit, dan jangan ragu untuk meminta pemandu atau warga setempat untuk menemani pendakian atau trekking yang akan lo lakukan. Walau jalur trekkingnya cukup jelas, namun lo juga perlu orang yang sudah hafal dengan jalur pendakian dan trekking di sana, bro.

Biasanya, penginapan sekitar Pura Pasar Agung juga sudah menawarkan paket trekking ke Puncak Gunung Agung lengkap dengan pemandu atau guide. Jadi, tidak ada salahnya nih bro, kalau lo merogoh kocek sedikit dalam untuk mendapatkan teman pemandu sepanjang perjalanan lo nanti.

Nah itu dia bro segala hal mengenai Pura Pasar Agung yang dikenal sebagai pintu gerbang suci untuk menuju nirwana dengan para dewa. Lo sudah penasaran dengan tempat magis ini? Segera ajukan tanggal untuk cuti dan pesan tiket ke Bali!

Bro, tidak ada alasan sih kalau lo memang harus ke sini bro. Traveling ke Pura Pasar Agung adalah paket lengkap untuk menikmati keindahan alam sekaligus mengagumi kepercayaan masyarakat setempat yang memang terkenal magis ini bro!

 

Source

Feature Image


Please login to comment
5 COMMENTS
Yudha Adi Nugraha
February 24, 2018 at 11:58 AM

Nice info gan


Yayan Yuliansyah
February 24, 2018 at 10:50 PM

KERENNNNN


Yayan Yuliansyah
February 26, 2018 at 7:47 AM

mantafff


Muhammad muhlis
March 12, 2018 at 6:46 AM

Mantafff


Sunaryo Widodo
March 22, 2018 at 11:39 PM

Religius dan kultural



LOCATION