Tarian Pedang, Sebuah Lambang Keberanian Saat Perang Dari Suku Dayak Kalimantan

Kegiatan ekstrem sudah tidak memacu adrenalin dan keberanian lo, bro? Berarti saatnya lo mencoba tari pedang khas Suku Dayak Kalimantan!

Tarian Pedang, Sebuah Lambang Keberanian Saat Perang Dari Suku Dayak Kalimantan

Untuk sebagian orang, sebuah keberanian adalah bentuk dari pengambilan keputusan beserta resikonya. Atau keberanian adalah sebuah langkah untuk menuju perubahan bagi masyarakat sekitar. Sah-sah saja bro idealisme seperti itu.

Tetapi, untuk masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, keberanian masih diukur dan dilihat dari seseorang tersebut ketika memainkan dan menggunakan pedangnya untuk perang. Eits, tenang bro, bahasan kali akan mengulas tarian pedang yang dilakukan oleh Suku Dayak.

Suku Dayak menggunakan pedang saat diri mereka terancam atau saat perang, namun, keberanian tersebut digambarkan juga dari adat istiadat mereka, yaitu Tarian Papatai atau tari pedang. Bro, walaupun ini sebuah tarian, tapi gerakannya sungguh menggunakan tenaga dan teknik, serta keberanian.

Keberanian Yang Dibalut Dengan Gerakan

Tarian Pedang, Sebuah Lambang Keberanian Saat Perang Dari Suku Dayak Kalimantan

Tari Pedang Khas Suku Dayak. credit photo: zonadamai.com

Seperti yang sudah disebutkan di atas, walaupun ini sebuah tarian, tapi tetap menggunakan tenaga dan keberanian dalam mengayunkan pedangnya, bro. Gerakan tari pedang ini didominasi oleh gerakan yang gest, lincah, dan akrobatik.

Artinya, tidak sembarang gerakan gemulai yang ada di tarian pedang ini. Ditambah, dengan pedang serta perisai kayu yang menjadi properti tarian ini, menambah kegagahan bagi sang penari. Gerakan tarian ini juga terlihat seperti memprovokasi lawan menarinya.

Gerakan tarian ini juga akan terlihat lebih sering berkelahi dibanding gerakan gemulainya. Dari loncatan, menebas lawan yang ditangkis oleh perisai, dan beberapa gerakan lainnya jika tidak diiringi oleh sebuah keberanian, dijamin tidak akan menghasilkan karya yang indah.

Suku Dayak sendiri mengerti hal ini. Mereka percaya keberanian yang ditunjukan di tarian ini adalah keberanian yang sesungguhnya ketika harus berhadapan dengan lawan. Dengan gerakan kuda-kuda yang berjaga, gerakan ini diartikan oleh Suku Dayak sebagai sebuah kesiapan untuk menghadapi lawan kapan saja.

Pedang yang digunakan di tarian ini juga bermacam-macam nih, bro. Mulai dari pedang yang berbahan kayu, sampai pedang khas Suku Dayak, yaitu Mandau.

Mandau yang digunakan serta perisai yang juga digunakan ditarian ini semua asli, bro. Oleh karena itu, keberanian untuk mengayunkan Mandau serta menangkisnya adalah keberanian asli seorang Suku Dayak.

Keberanian ini juga dimaksudkan untuk membakar semangat para anggota Suku Dayak lainnya, bahwa mereka tidak perlu takut dengan siapapun melainkan dengan alam. Yang diajarkan dari tarian pedang ini adalah kesiapan dari Suku Dayak untuk menghadapi apapun dengan keberanian tinggi.

Busana Tari Papatai, Tari Pedang Khas Suku Dayak

Tarian Pedang, Sebuah Lambang Keberanian Saat Perang Dari Suku Dayak Kalimantan

Tarian Papatai - Suku Dayak. credit photo: indonesia-tourism.com

Tari Papatai biasanya dibawakan oleh dua orang laki-laki. Dua laki-laki ini akan menggunakan busana adat Dayak Kenyah – Kalimantan Timur yang biasa disebut Sapei Sapaq. Pakaian ini biasanya berwarna hitam, dan dihiasi oleh manik-manik khas Suku Dayak yang mempunyai warna kontras.

Atasan dari pakaian tari ini biasanya berbentuk rompi, sedangkan bawahannya biasa disebut dengan Abet Kaboq. Abet Kaboq ini berbentuk cawat. Manik-manik dan berbagai bacam bulu unggas mempunyai warna yang menarik. Hal ini melambangkan kecintaan mereka terhadap alam.

Nah, seperti yang disebutkan sebelumnya di atas, properti penting lainnya adalah pedangnya itu sendiri. Dan pedang tersebut, biasanya Mandau asli khas Suku Dayak. Oleh karena itu, atraksi atau tarian ini akan terlihat sangat menegangkan.

Bahkan untuk orang awam pada umumnya, akan mengira sedang berkelahi sungguhan!

Pengiring Tari Papatai

Tarian Pedang, Sebuah Lambang Keberanian Saat Perang Dari Suku Dayak Kalimantan

Ilustrasi Pengiring Musik Tari Papatai. credit photo: tribunnews.com

Tarian atau pertunjukan ini jelas diiring oleh musik tradisional khas Suku Dayak, bro. Suara alat musik Suku Dayak akan membuat gerakan serta tarian keseluruhan akan semakin hidup. Jadi, banyak penonton yang menonton pertunjukan ini akan terhipnotis dengan aksi gagah dan berani para penari pedang.

Musik khas Dayak Kenyah biasa disebut Sape. Selama tarian berlangsung, musik ini akan terus mengiringi sampai para penari memberi atau membuat jeda ditengah-tengah pertarungan. Oleh karena itu, pengiring tarian ini juga tidak bisa orang sembarangan.

Perkembangan Tarian Papatai

Tarian Pedang, Sebuah Lambang Keberanian Saat Perang Dari Suku Dayak Kalimantan

Perkembangan Tari Papatai. credit photo: pampangsuniaso.wordpress.com

Mengikuti perkembangan zaman, tarian pedang ini tidak hanya dipertunjukan saat sedang upacara adat, namun juga bisa saat menyambut tamu kehormatan, atau kegiatan budaya lainnya. Nah, hal ini dimaksudkan bahwa semua orang Suku Dayak adalah pemberani.

Keberanian ini berkaitan dengan keharmonisan Suku Dayak dengan alam. Tarian pedang ini juga menunjukan bahwa Suku Dayak sangat dekat dengan alam dan tidak akan terpisahkan. Oleh karena itu, banyak orang berpendapat, selain keberanian yang ditonjolkan, tarian pedang ini juga mengisahkan warisan budaya Suku Dayak yang masih sangat terjaga.

Tarian Papatai atau tari pedang ini juga akan dipertunjukan jika ada acara adat seperti pernikahan atau pesta panen sumber daya alam. Hal ini berkaitan dengan rasa syukur yang mereka tujukan terhadap keyakinan mereka dan para pendahulu.

Tarian Pedang, Sebuah Lambang Keberanian Saat Perang Dari Suku Dayak Kalimantan

Tari Pedang - Tari Papatai. credit photo: zonadamai.com

Wah, bagaimana nih bro? Apa lo berani untuk menari Papatai atau tari pedang ini? Mengingat tari ini menggunakan pedang atau Mandau asli Suku Dayak, ada baiknya lo belajar dulu nih, bro. Suku Dayak memercayai bahwa seseorang yang berani menari Tarian Papatai ini akan diberikan semangat dan keberanian dari para pendahulu.

Wah, tarian ini mempunyai daya tarik tersendiri nih bro! Dan apakah sekarang lo sudah siap untuk mencoba mengayunkan Mandau serta perisai asli khas Suku Dayak? Siap atau tidak, keberanian lo nih bro yang akan menjawabnya.

Dan kalau lo sudah siap, segera atur jadwal cuti lo dari rutinitas, packing untuk beberapa hari perjalanan dan berangkat ke Kalimantan Timur untuk melihat dan bahkan mencoba Tarian Papatai atau tari pedang ini untuk membangkitkan semangat dan keberanian lo, bro!

 

Source

Feature Image - HabarBenuaEtam.co.id

 

Beginner Extreme travelling

5 COMMENTS

SHARE
Kurniawati
KEREN MAS BRO
Yudha Adi Nugraha
Keren bang
Sunaryo Widodo
KULTUR yang bagus
Kurniawati
mantaf dwija
Yayan Yuliansyah
keren abis nih