Wae Rebo, Sebuah Kehidupan Sederhana Yang Berada Di Atas Awan

Sebuah kesederhanaan hidup di desa yang wajib menjadi salah satu destinasi petualangan lo, perkenalkan bro, desa di atas awan Desa Wae Rebo!

Wae Rebo, Sebuah Kehidupan Sederhana Yang Berada Di Atas Awan

Kali ini lo akan berada di sebuah kehidupan yang sederhana, namun karena kesederhanaan tersebut, bisa menarik perhatian dunia. Banyak para petualang dari mancanegara yang berlomba untuk menyaksikan sendiri bagaimana kearifan yang ada di sana.

Sebuah desa yang jauh dari kehidupan modern, bahkan cenderung terpencil dan tertinggal. Mungkin, hal ini terkait dengan lokasinya yang berada di tengah-tengah Indonesia, tepatnya di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Bro, sebuah kesederhanaan ini yang juga tidak boleh lo lewatkan. Lebih baik, sekarang lo bongkar daftar petualangan lo, dan masukan Desa Wae Rebo sebagai salah satu destinasi petualangan lo. Sebuah desa yang damai, dan dengan segala kearifan lokalnya, Desa Wae Rebo terkenal dengan julukan, kampung di atas awan.

Mendunia Baru Meng-Indonesia

Wae Rebo, Sebuah Kehidupan Sederhana Yang Berada Di Atas Awan

Rumah Adat Desa Wae Rebo. credit photo: kalamantana.com

Salah satu hal yang perlu lo ketahui dari Desa Wae Rebo ini adalah, desa ini justru sudah jauh terkenal di mata dunia internasional, daripada di Indonesianya sendiri. Hal ini mungkin juga dikarenakan para petualang mancanegara yang sudah membuktikan kesederhanaan kehidupan mereka.

Bro, Desa Wae Rebo dikelilingi pegunungan dan bukit-bukit hijau yang juga dilengkapi oleh hutan-hutan lebat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat setempat harus berjalan kaki dengan jarak 9 kilometer dan menembus hutan-hutan yang mengelilingi mereka.

Kemudian, yang mungkin bisa menjadi daya tarik dari desa ini adalah perjalanan yang panjang serta tantangan-tantangan yang harus dilewati jika ingin sampai ke Desa Wae Rebo. Perjalanan lo ke sini akan dimulai dari Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai.

Wae Rebo, Sebuah Kehidupan Sederhana Yang Berada Di Atas Awan

Perjalanan Ke Desa Wae Rebo. credit photo: wisatakomodotours.com

Dari Ruteng, lo bisa menaiki angkutan umum atau oto, truk besar yang bagian belakangnya terbuka dan ada kursi-kursi kayu untuk tempat duduk penumpang. Perlu diingat nih, bro. Lo harus mengetahui juga bahwa jam-jam operasi mereka terbatas.

Ruteng – Denge atau Dintor, sebagai salah satu rute lo menuju Desa Wae Rebo tersebut. Dari Denge atau Dintor ini, lo akan dihadapi dengan trekking yang berjarak 3-4 kilometer terlebih dahulu. Kemudian, jarak akan semakin dekat jika lo sudah mulai menemui tebing dengan kontur yang lumayan terjal dan curam.

Setelah itu, lo akan menemukan jalanan datar nih bro. Eits, jangan senang dulu, kemudian lo akan menyebrangi kebun kopi yang luas. Oleh karena itu, jika dihitung, trekking menuju Desa Wae Rebo bisa ditempuh dengan waktu 3-4 jam.

Dan pada akhirnya, lo akan bertemu dengan senyum manis, yang penuh kesederhanaan dan juga melambangkan persatuan dari masyarakat asli Desa Wae Rebo.

Mbaru Niang, Hampir Tenggelam Karena Dimakan Usia

Wae Rebo, Sebuah Kehidupan Sederhana Yang Berada Di Atas Awan

Mbaru Niang Di Desa Wae Rebo. credit photo: penjelajahindonesia.blogspot.com

Setelah lo sampai, ya benar lo akan dihadapkan dengan rumah-rumah adat yang beratap kerucut. Nah, mengapa dikatakan Desa Wae Rebo, bahwa Wae Rebo adalah sebutan untuk rumah adat yang berbentuk luar biasa ini.

Dari yang berjumlah tujuh bangunan, pada saat masa krisisnya Desa Wae Rebo, rumah adat yang agung tersebut malah sempat tersisa empat bangunan saja. Masyarakat setempat pada saat itu tidak memiliki sumber daya untuk membetulkan rumah adat mereka tersebut.

Nah, pada tahun 2008, sekelompok organisasi yang penasaran dengan Desa Wae Rebo karena melihatnya dari sebuah kartu pos, nekat untuk datang ke sana. Nah, karena dimulai dari kedatangan mereka, Indonesia akhirnya mengetahui kebutuhan Desa Wae Rebo.

Tidak disangka, bantuan dari pihak swasta dan pemerintah akhirnya mengalir yang membuat rumah adat Wae Rebo terselamatkan dari kepunahan dan beberapa fasilitas akhirnya menunjang kehidupan mereka yang sederhana tersebut.

Sebagai Target Petualang, Wae Rebo Terselamatkan

Wae Rebo, Sebuah Kehidupan Sederhana Yang Berada Di Atas Awan

Desa Wae Rebo. credit photo: kontemporer2013.blogspot.com

Kehidupan yang sederhana di sini semakin terselamatkan karena akhirnya banyak yang berkunjung dan berpetualang di dataran yang berada di atas awan ini. Nah, karena eksplorasi yang sudah dilakukan banyak orang, kebun kopi yang sudah disebutkan di atas sebelumnya, menjadi salah satu target utama para petualang.

Banyak dari mereka yang mengakui kopi yang ditanam di Desa Wae Rebo mempunyai cita rasa yang berbeda serta kualitas yang bisa mengungguli jenis kopi lainnya. Sekarang, kopi khas desa yang mempunyai rumah adat yang luar biasa indah ini sudah beredar di mana-mana.

Tidak hanya kopi, para perempuan yang ada di Desa Wae Rebo juga tidak tinggal diam. Nama desa yang sudah menjulang tinggi di setiap daftar destinasi dari setiap petualang menjadi kesempatan mereka untuk memperkenalkan seni tenun kain songke ke dunia sana.

Kesederhanaan Yang Penuh Dengan Nilai Keluhuran Malah Dijunjung Makin Tinggi

Wae Rebo, Sebuah Kehidupan Sederhana Yang Berada Di Atas Awan

Nilai Keluhuran Desa Wae Rebo. credit photo: pariwisata.serverjogja.com

Tanpa didikte oleh para sesepuh atau tetua di desa, dengan sendirinya masyarakat di Desa Wae Rebo ini malah semakin menjaga nilai-nilai keluhuran yang mereka punyai. Mereka sadar bahwa kesederhanaan tersebut adalah jati diri mereka.

Salah satu contohnya adalah beberapa fasilitas seperti televisi untuk disetiap rumah adat. Mereka dengan rendah hati menolak fasilitas tersebut ada di rumah adat tersebut, dikarenakan nilai-nilai keluhuran mereka.

Oleh karena itu, walau zaman ini sudah semakin maju, nilai-nilai keluhuran mereka tidak akan tergerus oleh kemajuan zaman sekarang dan nanti.

Wah bagaimana nihm bro? Dengan cerita di atas tentang desa di atas awan tersebut, lo makin penasarankan bagaimana dengan keadaan yang sebenarnya? Bro, langsung saja cuti dari rutinitas dan berangkat ke Flores!

Oh iya, sebelum lo diterima di sana. Lo akan menjalani beberapa rangkaian upacara adat. Upacara itu disebut upacara Wae Lu’u – yang merupakan sebuah permohonan izin bagi mereka untuk menerima tamu. Oleh karena itu, ikuti tiap adat yang ada di sana ya bro.

Dijamin, petualangan lo di sini akan semakin berkesan dan bisa menjadi salah satu petualangan dan pengalaman yang tidak bisa dilupakan begitu saja Bro, tetap kobarkan semangat dan jiwa petualangan lo, dan sampai bertemu lagi di berbagai potongan surga lainnya di pelosok Indonesia!

 

Source

Feature Image - beyondkomodotours.com

 

Beginner Extreme travelling eksplorasi-kopi tracking nusa tenggara timur

3 COMMENTS

SHARE
Negeri di atas awan...
super keren
PESONA INDONESIA GA AKAN ADA HABISNYA