APR 16, 2018

6 Tips Untuk Pemula Yang Akan Mendaki Gunung Papandayan

Lo baru akan mulai untuk mendaki Gunung Papandayan? Simak 6 Tips ini ya bro (100% Berguna!)


Berlokasi di Garut, Jawa Barat, sebuah gunung yang dinilai adalah gunung yang paling cocok untuk para pemula karena banyak kemudahan yang bisa ditemukan di gunung ini. Walah begitu, keindahan alam yang ditawarkan oleh gunung ini juga tidak diragukan lagi.

Sudah populer diantara para pendaki, baik pendaki dari dalam negeri sendiri atau pendaki mancanegara, gunung yang mempunyai salah satu spot menyaksikan bunga edelweiss yang sangat indah ini sering sekali ramai oleh para pendaki di akhir pekan.

Sudah penasaran gunung apa ini, bro? Perkenalkan, gunung yang dari tadi dibicarakan adalah Gunung Papandayan. Mempunyai tinggi 2.622 mdpl, tidak serta merta membuat jalur pendakian di Gunung Papandayan ini menjadi sulit. Kebalikannya, justru gunung ini mempunyai jalur yang landai, sehingga cocok bagi para pendaki pemula.

Bagi lo yang baru saja akan memulai hobi mendaki, Gunung Papandayan adalah salah satu gunung yang cocok untuk latihan lo, sebelum mendaki gunung-gunung tinggi lainnya. Nah, sebelum lo mulai pendakian, ada baiknya lo simak dahulu nih, tips-tips untuk mendaki Gunung Papandayan.

Transportasi

Transportasi Ke Gunung Papandayan - Tips Mendaki Gunung Papandayan. credit photo: rubikomugglo.blogspot.com

Di manapun lo berada, mengingat Gunung Papandayan ada di daerah Garut, Jawa Barat, jelas hal pertama yang harus lo lakukan saat ingin mendaki gunung ini adalah datang ke daerah Garut. Semisal contoh lo berangkat dari Jakarta atau Bandung, destinasi pertama yang harus lo lewati dan lo datangi adalah Terminal Guntur Garut.

Terminal Guntur Garut adalah sebuah terminal yang akan menyiapkan lo kendaraan untuk melanjutkan perjalanan lo ke kaki Gunung Papandayan tersebut. Jika lo tiba saat dini hari, angkutan yang akan membawa lo ke titik selanjutnya adalah sebuah minibus, angkutan antar kota yang akan membawa lo ke Pasar Cisurupan.

Dari Pasar Cisurupan, lo akan melanjutkan perjalanan lagi dengan menggunakan mobil pickup. Ongkos yang bisa lo siapkan untuk naik mobil pickup tersebut adalah Rp. 20.000. Angkutan ini akan jalan ketika muatannya sudah penuh, jadi harap sabar ya, bro.

Logistik Pendakian

Logistik Pendakian - Tips Mendaki Gunung Papandayan. credit photo: satujam.com

Menyiapkan bekal logistik untuk pendakian adalah sebuah keharusan. Tapi tenang saja, bro. Kalau lo tidak sempat menyiapkannya, dan hanya sempat menyiapkan pakaian yang lo bawa, bekal makanan tersebut bisa lo beli di Pasar Cisurupan.

Namun, jika lo tidak ingin repot, di setiap titik pemberhentian atau pos istirahat selama pendakian Gunung Papandayan akan selalu ada warung penjaja makanan. Oleh karena itu, tidak seperti gunung-gunung lainnya, pos pemberhentian di Gunung Papandayan masih dilengkapi oleh warung-warung penjaja makanan, sehingga lo tidak perlu khawatir untuk kehabisan bekal makanan.

Gunakan Alas Kaki Yang Seharusnya

Gunakan Alas Kaki Yang Seharusnya - Tips Mendaki Gunung Papandayan. credit photo: nationalgeographic.co.id

Sandal gunung memang menjadi alternatif untuk para pendaki, dan pendaki pemula seperti lo. Namun, disarankan jika ini adalah awalan sebuah hobi pendakian lo, dan mengingat akan perlindungan dan kenyamanan untuk kaki lo, disarankan menggunakan sepatu gunung saja.

Hal ini berkaitan dengan kenyamanan serta keamanan saat lo mendaki Gunung Papandayan. Walau trek yang tidak terlalu terjal, tetapi batuan kecil dan besar juga mampu membuat lo kewalahan di sini. Oleh karena itu, disarankan lo menggunakan sepatu gunung.

Menggunakan Masker

Menggunakan Masker - Tips Mendaki Gunung Papandayan. credit photo: tripadvisor.ie

Mengapa harus menggunakan masker? Hal ini berkaitan dengan Gunung Papandayan yang masih aktif memproduksi gas belerang. Saat melintasi awal pendakian dari Camp David menuju Puncak Kawah, terdapat gas belerang yang bisa lo hirup kapan saja, oleh karena itu, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya lo bersiap masker untuk digunakan.

Hindari Berjalan Di Tengah Kabut

Hindari Berjalan Di Tengah Kabut - Tips Mendaki Gunung Papandayan. credit photo: walterpinem.me

Salah satu daya tarik dari Gunung Papandayan adalah Hutan Mati. Hutan Mati adalah sebuah spot yang terkenal di Gunung Papandayan dikarenakan sebuah letusan gunung tersebut yang membuat sejumlah pepohonan di spot tersebut mati terbakar.

Dengan suasana yang sedikit menyeramkan tersebut, kabut sering turun di sini. Oleh karena itu, tidak heran jika ada pendaki yang tersesat di spot ini karena terhalang oleh kabut tersebut. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, hemat baterai senter lo di sini, dan pergunakan jika hanya dibutuhkan.

Lampu senter juga dapat menembus tebalnya kabut, dan juga menjadi penanda jika ada seorang atau sekelompok pendaki yang tersasar atau terpisah dari rombongan.

Mata Air

Mata Air - Tips Mendaki Gunung Papandayan. credit photo: haristfirdaus.wordpress.com

Air minum adalah hal yang paling penting dalam pendakian. Tidak mau kan lo sampai di puncak gunung tetapi malah dehidrasi? Tenang, bro. Gunung Papandayan sudah dilengkapi dengan berbagai spot mata air yang bersih dan dapat diminum.

Pos pendakian seperti Pos Pundak Kawah, Pos Persimpangan Pondok Salada-Hobernaut, dan juga Pondok Salada, di sini lo bisa mengisi ulang air minum yang lo bawa. Namun, jika lo ingin membelinya, di warung-warung yang ada di setiap pos pemberhentian tersebut juga menjualnya.

Jadi dengan begini, lo tidak perlu khawatir untuk kehabisan air minum, ya. Nah, bagaimana nih dengan 6 tips yang sudah dijelaskan di atas? Apakah lo sudah mengerti dan siap untuk mendaki Gunung Papandayan?

Kalau lo sudah siap, sekarang berarti tingga lo yang atur jadwal cuti untuk petualangan ini, siapkan budget secukupnya, packing dan langsung saja berangkat! Tenang, bro. Gunung Papandayan tidak memakan banyak waktu dalam pendakiannya.

Jadi lo tetap bisa menyesuaikan waktu petualangan lo dengan waktu untuk ruitinitas lo tersebut.  

 

Source

Feature Image - dolandolen.com


Please login to comment
1 COMMENTS
Sunaryo Widodo
April 19, 2018 at 11:17 AM

Recommended banget