APR 16, 2018

Menguak 7 Mitos Yang Menegangkan di Gunung Ciremai

Bro, lo sudah ada rencana untuk mendaki Gunung Ciremai? Apakah lo sudah mengetahui cerita-cerita mistis di dalamnya? Kalo belum, simak bahasan kali ini, ya!


Sudah menjadi salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat serta salah satu gunung yang paling dinanti untuk dieksplorasi, Gunung Ciremai, gunung yang diminati oleh banyak pendaki, baik pendaki dari dalam negeri sendiri, atau pendaki dari mancanegara.

Tidak diragukan lagi keindahan alamnya, Gunung Ciremai sering kali terlihat ramai saat liburan panjang atau menjelang akhir pekan. Keramaian tersebut jelas dikarenakan oleh para pendaki yang akan naik ke gunung tersebut.

Bro, selain keindahan alamnya yang sudah tidak diragukan lagi, apakah lo mengetahui tentang berbagai mitos yang ada di gunung tersebut? Ya, Gunung Ciremai adalah salah satu gunung yang ada di Jawa Barat yang cerita-cerita mitosnya juga menjadi daya tarik tersendiri.

Kali ini, lo tidak diajak untuk mengetahui keindahan alam yang ada di Gunung Ciremai. Namun, kali ini lo akan diajak untuk menguak tujuh mitos yang ada di Gunung Ciremai, yang membuat para pendaki maju mundur untuk mendaki gunung tersebut.

Mitos pertama yang bisa lo ketahui keberadaanya di Gunung Ciremai adalah seringnya muncuk kakek-kakek dengan jubah atau baju berwarna putih.

Kakek Dengan Jubah Putih

Kakek Dengan Jubah Putih - Mitos di Gunung Ciremai. credit photo: ceritaparapejalan.blogspot.co.id

Tepatnya ada di Batu Lingga, sebuah batu besar yang konon katanya dahulu dipakai oleh bertapa oleh para orang-orang hebat. Orang-orang hebat pada saat itu adalah kakek dari Kanjeng Sunan Gunung Jati, dan sampai Kanjeng Sunannya sendiri, ikut bertapa di atas batu tersebut.

Sosok kakek dengan jubah putih seringkali terlihat disekitaran Batu Lingga tersebut. Bahkan, sosok tersebut sering juga menampakan dirinya saat ada pendaki yang melintasi jalur pendakian tersebut. Dari cerita di atas, kakek dengan jubah putih tersebut, diyakini adalah Kanjeng Sunan Gunung Jati dan orang-orang hebat lainnya.

Sampai saat ini, belum ada yang bisa menjelaskan, kemunculan sosok tersebut dengan hubungannya para pendaki. Yang jelas, para pendaki disarankan untuk tidak mengganggu tempat tersebut, atau bahkan merusaknya.

Nyi Linggi Dengan Dua Macan Tutul

Hanya Ilustrasi Nyi Linggi Dengan Dua Macan Tutul - Mitos di Gunung Ciremai. credit photo: phinemo.com

Mitos Nyi Linggi dengan 2 macan tutul memang sudah sering terdengar dari mulut para pendaki yang habis mendaki Gunung Ciremai. Masih berkaitan dengan Batu Lingga, usut punya usut ternyata Nyi Linggi adalah orang yang meneruskan pertapaan di Batu Lingga tersebut.

Entah dengan maksud apa saat itu, Nyi Linggi yang belum genap menyelesaikan pertapaannya, sudah meninggal di atas Batu Lingga tersebut. Konon katanya, dahulu masyarakat setempat menemukan jasad Nyi Linggi sudah tidak bernyawa di atas batu tersebut.

Tentang dua macan tutul yang menemaninya? Hal tersebut yang sampai sekarang tidak terjawab, karena tidak ada yang tahu pasti ke mana binatang kesayangan dari Nyi Linggi itu pergi. Sekarang, para pendaki kerap diperlihatkan seorang nenek yang duduk di atas batu lingga tersebut dengan ditemani dua macan tutul yang besar.

Suara Gamelan Yang Terdengar Saat Pendakian

Hanya Ilustrasi Suara Gamelan Yang Terdengar Saat Pendakian - Mitos di Gunung Ciremai. credit photo: phinemo.com

Para pendaki Gunung Ciremai sering juga diperdengarkan suara gamelan yang melantun halus ditengah perjalanan mereka. Tidak jelas siapa yang memainkan alat musik tradisional Jawa tersebut, namun konon jika lo mendengar gamelan tersebut, tetap pada jalur pendakian dan saling berpegangan dengan teman pendakian lo.

Para pendaki senior percaya jika suara gamelan tersebut adalah ulah dari mahluk halus yang tinggal di Gunung Ciremai, yang ingin mengecoh para pendaki agar tersesat, dan keluar dari jalur pendakiannya. Oleh karena itu, jika terdengar suara gamelan, cepat-cepat berpegangan dan tetap pada jalur yang sudah ditentukan.

Sosok Jalak Hitam dan Tawon Hitam

Ilustrasi Jalak Hitam - Mitos di Gunung Ciremai. credit photo: id.wikipedia.org

Dua sosok binatang ini kerap datang dan menemani para pendaki yang tengah dalam perjalanannya untuk puncak Gunung Ciremai. Jalak hitam yang sering terlihat berada di pos VI seakan menjemput para pendaki untuk melanjutkan perjalanannya, dan tawon hitam yang akan mengganggu perjalanan tersebut.

Para pendaki percaya bahwa pada dasarnya, saat mendaki gunung, para pendaki diharapkan untuk tidak iseng mengganggu binatang yang ada di jalur pendakian. Oleh karena itu, misteri jalak hitam dan tawon hitam ini juga masih meninggalkan pertanyaan besar.

Misteri Tanjakan Bapa Tere

Misteri Tanjakan Bapa Tere - Mitos di Gunung Ciremai. credit photo: vebma.com

Tanjakan ini memang terkenal di kalangan para pendaki, khususnya pendaki gunung-gunung di Jawa Barat seperti Gunung Ciremai ini. Tanjakan Bapa Tere adalah trek pendakian yang dapat membuat lo merangkak seperti Komodo.

Ada dua alasan mengapa tanjakan ini diberi nama Bapa Tere. Alasan pertama adalah karena tracknya yang cukup menantang, tanjakan ini seperti seorang Bapak Tiri yang tengah menyiksa anaknya. Lalu, alasan kedua adalah cerita simpang siur yang juga banyak diyakini oleh para pendaki.

Dahulu, konon ada seorang Bapak Tiri yang mengajak anaknya untuk mendaki Gunung Ciremai. Namun, bukan petualangan yang didapatkan oleh anak tersebut, melainkan nyawanya yang melayang karena dibunuh oleh Bapak Tirinya di tanjakan ini.

Meskipun mempunyai cerita tersebut, tanjakan ini memang penuh tantangan dan butuh tenaga ekstra untuk melampaui dan menaklukannya.

Injak Bumi 3X dan Salam

Pendakian Gunung Ciremai - Mitos di Gunung Ciremai. credit photo: ardiyanta.com

Sebelum berangkat berpetualang ke Gunung Ciremai, banyak para pendaki yang melakukan ritual injak bumi 3x dan memberikan salam. Hal ini dipercaya sebagai ritual agar tidak diganggu mahluk halus saat mulai perjalanan mendaki Gunung Ciremai.

Pantangan Saat Mendaki Gunung Ciremai

Pendakian Gunung Ciremai - Mitos di Gunung Ciremai. credit photo: flickr.com

Setidaknya ada tiga pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh para pendaki saat mendaki Gunung Ciremai. Yang pertama adalah mengeluh. Konon katanya, Gunung Ciremai dapat mendengar keluhan lo dan malah menjadikan hal tersebut hal yang paling sering lo temukan.

Kedua adalah buang air kecil dan buang air besar sembarangan. Ketiga, adalah selalu mengucapkan salam tiap bertemu pos istirahat selama perjalanan.

Wah, bagaimana nih bro? Dengan deretan mitos-mitos yang sudah diceritakan di atas, apakah lo sudah semakin penasaran dengan Gunung Ciremai, dan siap untuk mendaki serta menaklukan puncaknya?

 

Source

Feature Image - gragepolitan.com


Please login to comment
1 COMMENTS
Sunaryo Widodo
April 16, 2018 at 11:10 PM

Mantap , Keren BANGET...