JUN 23, 2018

Gunung Agung Kembali Erupsi, Berikut 4 Fakta Mengejutkannya!

Bukan berarti ini soal para dewa yang mengamuk, namun Gunung Agung, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Bali dengan ketinggian 3.124 mdpl ini mempunyai beberapa fakta mengejutkan, dibalik letusan dan erupsinya kemarin. Penasaran apa saja fakta tersebut? Simak bahasan kali ini, ya!


Tidak heran jika beberapa hari belakangan ini, beberapa penerbangan yang mengarah ke Pulau Dewata – Bali, tidak beroperasi. Hal ini dikarenakan oleh Erupsi dari Gunung Agung. Gunung yang sudah dianggap sebagai salah satu tempat suci yang berada di sana, kembali memuntahkan beberapa material perut bumi.

Terjadi saat Hari Senin pada malam hari, tanggal 2 Juli 2018 lalu, sebuah dentuman besar dan keras mengawali erupsi tersebut. Kepulan debu vulkanik sontak menyelimuti kawasan Gunung Agung tersebut. Tidak berapa lama kemudian, beberapa material perut bumi seperti batuan panas dan lava, menyusul keluar.

Langit yang tadinya bersih berbintang juga tetiba memancarkan warna jingga karena banjir lava yang turun mendekat ke pemukiman warga yang tinggal di sekitar Gunung Agung. Akibat dari banjir lava tersebut, terlihat hutan di sekeliling gunung tersebut ikut terbakar.

Letusan Gunung Agung, Bali. credit photo: liputan6.com

Lontaran batuan panas juga menjadi salah satu faktor beberapa hutan ikut terbakar. Erupsi ini terekam di Seismograf yang pada saat itu, status Gunung Agung sudah ditetapkan di Level III atau Siaga. Namun, apakah lo mengetahui faktor apa sajakah yang dapat membuat gunung tersebut kembali erupsi?

Bukan berarti ini soal para dewa yang mengamuk, namun Gunung Agung, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Bali dengan ketinggian 3.124 mdpl ini mempunyai beberapa fakta mengejutkan, dibalik letusan dan erupsinya kemarin.

Penasaran apa saja fakta mengejutkan itu? Simak bahasan kali ini lebih dalam, ya.

Mengalami Erupsi Sebanyak 6 Kali

Mengalami Erupsi Sebanyak 6 Kali - Gunung Agung, Bali. credit photo: duta.co

Sebelum Gunung Agung meletus hebat, sampai memuntahkan material gunung berapi dan perut bumi, Gunung Agung sudah terekam melakukan erupsi sebanyak 6 kali. Erupsi tersebut ditandai oleh kepulan debu vulkanik yang sudah membumbung tinggi.

6 rangkaian erupsi tersebut terjadi pada dua hari yaitu di hari Senin dan Selasa keesokannya. Erupsi yang menyebabkan abu dan debu vulkanik turun itu juga diawali dengan suara dentuman yang keras. Tidak heran jika debu vulkanik yang keluar dari Gunung Agung itu dapat setinggi 2.000 meter.

Setelah debu vulkanik, lava pijar pun menyusul di erupsi Gunung Agung, sampai pada akhirnya, lava tersebut turun seperti lelehan yang mengancam pemukiman warga disekitar Gunung Agung. Lelehan lava tersebut juga menyebabkan beberapa titik hutan di Gunung Agung terbakar.

Oh iya, perlu lo ketahui nih, bahwa debu vulkanik tersebut dengan intensitas tebal tengah mengarah ke barat. Hal tersebut dikarenakan adanya erupsi susulan yang terjadi dari Gunung Agung tersebut. Oleh karena itu, tidak perlu kaget jika cuaca dapat berubah dengan cepat, karena bisa jadi terpengaruh oleh letusan Gunung Agung tersebut.

Penyebab Gunung Agung Erupsi

Penyebab Gunung Agung Erupsi, Gunung Agung, Bali. credit photo: jurnas.com

Tiga erupsi pertama memang belum berdampak yang signifikan untuk masyarakat sekitar, namun karena erupsi saling susul menyusul, jadilah masyarakat perlu dievakuasi. Energi seismik yang besar menjadi salah satu penyebab Gunung Agung erupsi.

Pengerasan lava yang terjadi di permukaan gunung merupakan salah satu faktor penyebab Gunung Agung meletus dan erupsi. Lava di permukaan mengalami penurunan suhu, namun laju efusi, atau lairan lava ke permukaan lambat.

Hal ini mengakibatkan aliran fluida maga, yang naik ke kawah terhambat oleh lava yang mengeras. Pada titik tertentu lapisan lava yang keras itu tidak mampu lagi menahan desakan magma dari bawah, sehingga terjadilah erupsi dan letusan dari Gunung Agung.

Radius Aman Dari Letusan atau Erupsi Gunung Agung

Radius Aman Dari Erupsi dan Letusan Gunung Agung - Gunung Agung, Bali. credit photo: humas.id

Status level III atau siaga yang diberikan kepada Gunung Agung dari pihak PVMBG merekomendasikan warga yang tinggal di sekitar lereng agar tidak melakukan aktivitas di zona bahaya tersebut. Terutama untuk mereka yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Hal tersebut perlu diperhatikan untuk mewaspadai ancaman aliran lahar hujan yang dapat terjadi kapan pun saat erupsi dan letusan seperti ini. Hal ini tidak hanya berlaku untuk masyarakat sekitar saja, tetapi juga untuk para petualang, yang datang ke Gunung Agung.

Aktivitas pendakian dan lainnya yang berada di kawasan Gunung Agung, sementara ini dihentikan. Hal ini berdasarkan untuk kesalamatan semua orang, jadi jalur pendakian untuk gunung tersebut ditutup sementara.

Oleh karena itu, untuk lo yang tengah akan berangkat atau sudah berada di kawasan Gunung Agung, sebaiknya urungkan niat lo dulu karena status serta keadaan Gunung Agung yang sedang tidak bersahabat untuk siapapun.

Guyuran Abu Sampai Ke Jember

Guyuran Abu Vulkaniknya Sampai ke Jember, Jawa Timur - Gunung Agung, Bali. credit photo: wartakota.tribunnews.com

Dampak erupsi dan letusan dari Gunung Agung bahkan sampai ke Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hal ini dikarenakan oleh abu vulkanik yang terbawa oleh angin, sampai ke kota tersebut. Alhasil, masyarakat di sana juga menggunakan masker guna menghindari abu tersebut.

Himbauan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu dibutuhkan sudah disebarluaskan oleh beberapa pihak terkait penanggulangan bencana di Jember, Jawa Timur. Belum ada kepastian seberapa lama kondisi tersebut akan bertahan.

Nah bro – untuk lo yang tengah mempunyai rencana untuk berpetualang ke Pulau Dewata, sepertinya urungkan niat lo sejenak sampai Gunung Agung kembali ke tidur panjangnya. Setidaknya, juga ada himbauan terhadap para petualang yang akan datang ke sana.

 

Source

Feature Image - indowarta.com


Please login to comment
3 COMMENTS
Hengky kik
July 8, 2018 at 1:10 PM

Semoga ga ber akibat yang membahayakan bagi masyaraat sekitarnya


Iksanwish
July 12, 2018 at 7:02 PM

Semoga warga selali waspada dan diberi keselamatan


Muhammad muhlis
July 13, 2018 at 9:16 AM

Semoga masyarakat tak ada korban