JUN 23, 2018

Eksplorasi dan Konten Sebagai Prioritas, Petualang Millennial Zaman Sekarang?

Petualang Millennial, petualang yang seperti apa sih, bro? Simak bahasan kali ini, ya!


Indonesia adalah sebuah negara dengan predikat berjuta spot dan destinasi petualangan. Tiap harinya, ada saja beberapa spot yang akhirnya muncul ke permukaan karena berhasil dieksplorasi. Temuan spot dan destinasi petualangan yang baru tidak ayal berdasarkan dengan keinginan kuat para petualang zaman sekarang.

Cukup ada perbedaan yang signifikan lho terkait dengan karakter para petualangan zaman sekarang dan dulu. Petualang senior, atau bisa dikatakan sebagai petualangan zaman dulu, merupakan petualang yang mempunyai karakter cukup puas dengan apa yang alam sudah berikan.

Artinya, jika mereka sudah menemukan sebuah pantai baru, ya sudah – mereka akan diam di sana, dan menikmati segalanya yang alam sudah berikan. Salah satu karakter itu yang membedakan petualang zaman dulu dan petualang zaman sekarang.

Karakter Dari Petualang Millennial. credit photo: dreamstime.com

Petualang zaman sekarang, atau bisa disebut dengan petualang millennial, tidak gampang puas dengan destinasi dan spot petualangan yang mereka datangi dan kunjungi. Eksplorasi dan penilaian konten dari destinasi dan spot petualangan tersebut adalah hal yang mereka prioritaskan.

Eksplorasi – petualang millennial tidak akan berdiam diri jika sudah sampai pada tujuannya. Pasti, mereka mencoba melihat, menggali, potensi-potensi apa saja yang bisa mereka dapat dari destinasi atau spot petualangan tersebut.

Sebagai contoh yang sama, petualang millennial jika menemukan sebuah deret pantai baru, pasti tidak akan diam saja menikmati apa yang alam sudah suguhkan terhadapnya. Rasa penasaran yang kuat pasti mendorong mereka untuk melakukan ekplorasi.

Eksplorasi dan Konten Sebagai Prioritas, Petualang Millennial Zaman Sekarang? credit photo: beritagar.id

Kemungkinan untuk menemukan hal-hal baru di tempat yang bahkan baru mereka temukan juga, adalah nilai plus untuk mereka terhadap destinasi dan spot petualangan tersebut. Sebagai contoh, di deret pantai yang baru tersebut, mereka, para petualang millennial, pasti mencoba untuk mencari apa yang masih tersembunyi di sana.

Bisa jadi mereka menemukan hal-hal baru terkait potensi dari spot dan destinasi petualangan, seperti spot snorkelling dan diving mungkin, atau berbagai macam potensi lainnya. Dari eksplorasi yang menghasilkan berbagai potensi baru tersebut, berkaitan kuat dengan salah satu faktor lainnya yang millennial kejar saat berada di destinasi dan spot petualangan, yaitu konten.

Konten adalah hal wajib untuk para millennial, termasuk para petualannya, yang mengutamakan tentang konten dari setiap spot dan destinasi petualangan tersebut. Konten yang mempunyai nilai estetika dan keindahan alam yang berkolaborasi dengan baik, dianggap sebagai hal yang cocok dengan millennial.

Eksplorasi dan Konten Sebagai Prioritas, Petualang Millennial Zaman Sekarang? credit photo: businessinsider.com

Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa millennial dalam menentukan konten, perlu memerhatikan konteks estetikan keindahannya. Sebagai contoh, jika spot dan destinasi tersebut terlihat indah di rekaman foto atau video yang mereka unggah di sosial media, dan mendapat tanggapan positif dari millennial lainnya, hal tersebut adalah sebuah keberhasilan millennial menjadi petualang.

Oleh karena itu, tidak heran jika kita sering melihat berbagai spot dan destinasi petualangan yang terekspos dengan indah di berbagai sosial media, termasuk Instagram. Bahkan, petualang millennial mempunyai istilah tersendiri untuk menunjukan bahwa spot atau destinasi petualangan tersebut bagus, yaitu instagrammable.

World Youth Student and Educational (WSYE) – sebuah lembaga riset yang merilis data baru mengenai karakter petualang millennial, menyatakan petualang millennial yang modern tidak puas hanya berdiam saja di satu spot petualangan.

Eksplorasi dan Konten Sebagai Prioritas, Petualang Millennial Zaman Sekarang? credit photo: viva.co.id

Sama seperti yang sudah dijelaskan di atas sebelumnya – melalui The Millennial Traveller Report, WSYE menyatakan jika para petualang millennial bahkan lebih atraktif saat mereka berada di destinasi atau spot petualangan.

Hal tersebut bisa dibuktikan dari data mereka yang menyatakan berbagai petualang millennial bahkan dapat mendatangi spot petualangan yang tengah menjadi venue untuk konser musik besar. Tidak hanya itu, kuliner menjadi nilai tambah untuk mereka yang datang ke spot petualangan tersebut.

Kuliner khas yang disajikan restoran lokal di berbagai spot petualangan dan destinasi adalah sebuah konten yang tidak bisa mereka lalui begitu saja. Setidaknya, kuliner tersebut akan menjadi sebuah konten yang akan mereka rekam dalam bentuk foto atau video dan diunggah di berbagai bentuk sosial media.

Eksplorasi dan Konten Sebagai Prioritas, Petualang Millennial Zaman Sekarang? credit photo: taranaki.id

Bagus atau tidak si konten tersebut, akan bergantung dengan berbagai impresi dari petualang dan pengguna sosial media lainnya. Nah, penilaian utama bagi para petualang millennial terhadap bagus atau tidaknya spot dan destinasi petualangan tersebut juga berkaitan dengan impresi yang diterima dari unggahan rekaman foto atau video tersebut.

Selain kuliner, rekaman foto atau video juga bisa dibuat dari berbagai konten lainnya, seperti aksi ekstrim layaknya bungee jumping, arung jeram, atau bahkan pendakian unik. Semua konten tersebut akan berbentuk dalam satu rekaman foto atau video, yang nantinya para petualang millennial tersebut unggah.

Siklusnya akan sama. Datang, eksplorasi, rekam, unggah, dapat impresi, rangkuman penilaian bagus atau tidaknya spot dan destinasi petualangan tersebut. Hal seperti inilah yang membedakan petualang zaman dahulu dengan para petualang millennial zaman sekarang.

Eksplorasi dan Konten Sebagai Prioritas, Petualang Millennial Zaman Sekarang? credit photo: daily.oktagon.co.id

Wah bagaimana nih bro? Apakah lo termasuk petualang zaman dahulu, atau petualang zaman millennial sekarang, nih?

 

Source

Feature Image - daily.oktagon.co.id

 


Please login to comment
2 COMMENTS
Muhammad muhlis
July 13, 2018 at 9:15 AM

Keren sekali


Hengky kik
July 20, 2018 at 2:40 AM

artikel yang sangat bagus dan menarik buat para travelling