JUL 24, 2018

Rumah Adat Bali, Segala Keunikan, Daya Tarik, dan Kemegahan Yang Penuh Arti

Selain eksotisme keindahan alamnya yang memang mendunia, para petualang, khususnya dari mancanegara, banyak yang terkagum-kagum dengan arsitektur yang ada di rumah adat Bali, lho. Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa rumah adat Bali patut mendapat perhatian dunia.


Berpetualang ke Pulau Dewata, Bali – terkadang lo hanya fokus ke destinasi dan spot petualangannya saja. Padahal, ada sebuah kemenarikan tersendiri untuk rumah adat Bali. Arsitektur yang penuh arti, rumah adat Bali patut untuk lo perhatikan, nih!

Selain eksotisme keindahan alamnya yang memang mendunia, para petualang, khususnya dari mancanegara, banyak yang terkagum-kagum dengan arsitektur yang ada di rumah adat Bali, lho. Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa rumah adat Bali patut mendapat perhatian dunia.

Hal ini tidak lepas dari masyarakat Bali yang mampu mempertahankan berbagai budaya yang telah diwariskan kepada mereka secara turun-temurun. Walau sudah banyak menerima budaya baru atau budaya asing di tempat mereka, namun masyarakat Bali dengan tegas tetap mempertahankan adat istiadatnya, termasuk dalam membuat sebuah bangunan.

Rumah Adat Bali, Segala Keunikan, Daya Tarik, dan Kemegahan Yang Penuh Arti. credit photo: balistarnews.blogspot.com

Rumah adat Bali mempunyai ciri khas dan daya tariknya tersendiri, terlebih setiap daya tarik tersebut mempunyai fungsi dan arti yang filosofis, serta penuh dengan makna budaya adat istiadat masyarakat Bali. Nah, untuk lo yang sudah mulai penasaran tentang rumah adat Bali, langsung saja lo simak bahasan kali ini, ya.

Keunikan Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali, Segala Keunikan, Daya Tarik, dan Kemegahan Yang Penuh Arti. credit photo: kebudayaan.kemendikbud.go.id

Berdasarkan cerminan berbagai nilai-nilai agama Hindu, keunikan yang terdapat di rumah adat tersebut langsung terlihat dari berbagai sisi arsitekturnya. Secara filosofi, rumah adat Bali jelas mempunyai arti. Mulai dari struktur ruangan rumah, rumah adat Bali, pasti mempunyai Gapura Bentar.

Gapura atau pintu masuk yang ada di depan rumah adat Bali ini dibuat sedemikian rupa dengan berbagai ukiran serta relief yang membuatnya terlihat seperti candi. Dan ternyata, di situ memang ada 2 buah bangunan candi yang kembar, juga saling berhadapan dan terpisah. Keduanya hanya dihubungkan dengan beberapa anak tangga dan sebuah pagar pintu yang biasanya terbuat dari besi.

Masuk ke dalam dari pintu gerbang atau gapura yang sudah disebutkan di atas, lo akan melihat rumah adat Bali ini pasti dikelilingi oleh tembok merah. Di depan rumah adat Bali, ada sebuah tempat yang biasanya digunakan untuk sembahyang.

Rumah Adat Bali, Segala Keunikan, Daya Tarik, dan Kemegahan Yang Penuh Arti. credit photo: student.unud.ac.id

Sebuah tempat atau bangunan yang digunakan untuk beribadah tersebut bernama Sanggah dan Pamejaran, yang dipenuhi oleh berbagai ukiran serta ornament-ornamen khas Bali. Tempat atau bangunan ini biasanya dipenuhi oleh berbagai sesaji yang diletakan di sana tiap harinya.

Keberadaan tempat untuk beribadah tersebut dikarenakan oleh kuatnya masyarakat Bali dalam memegang erat falsafah Asta Kosala Kosali. Falsafah ini berisi mengatur hidup masyarakat Bali tentang hubungannya dengan Tuhan, hubungannya dengan manusia lain dan hubungannya dengan alam.

Masuk ke dalam rumah adat Bali, beberapa ruangan juga bernama dan memiliki fungsinya masing-masing. Sebut saja Panginjen Karang, tempat untuk memuja yang menjaga perkarangan, Bale Manten, ruangan yang biasa digunakan untuk kepala keluarga atau anak gadis tidur, Bale Gede atau Bale Adat, digunakan untuk upacara lingkaran hidup.

Rumah Adat Bali, Segala Keunikan, Daya Tarik, dan Kemegahan Yang Penuh Arti. credit photo: rumah-adat.com

Bale Dauh, ruangan untuk bekerja atau tempat digelarnya sebuah pertemuan atau untuk tempat tidur anak laki-laki. Kemudian, Paon, sebuah ruangan untuk memasak, dan terakhir Lumbung, tempat untuk menyimpan berbagai macam makanan pokok.

Material Bangunan Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali, Segala Keunikan, Daya Tarik, dan Kemegahan Yang Penuh Arti. credit photo: panduanwisata.id

Material bangunan rumah adat Bali tidak sama satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan strata sosial pemiliknya. Untuk masyarakat biasa, umumnya dinding rumah dibangun dengan speci yang terbuat dari tanah liat.

Namun, untuk orang yang berada, atau bangsawan, menggunakan tumpukan bata. Serta untuk atap, biasanya menggunakan genting yang terbuat dari tanah, alang-alang, ijuk atau sejenisnya, tergantung kekuatan dari ekonomi si pemiliki.

Nilai-Nilai Dalam Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali, Segala Keunikan, Daya Tarik, dan Kemegahan Yang Penuh Arti. credit photo: dekoruma.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jelas rumah adat Bali pasti mempunyai nilai-nilai adat istiadat, budaya, keleluhuran, dan sebagainya. Hal tersebut bisa terlihat dari berbagai upacara yang dilakukan sebelum membangun rumah, saat tengah membangun rumah, dan saat rumah sudah selesai dibangun.

Semua ritual tersebut dilakukan dengan harapan si pemilik mendapatkan berkah, rejeki dan berbagai manfaat dalam hidup. Rumah adat Bali juga penuh dengan aturan dan beberapa tata letak yang harus diikuti oleh si pemilik. Hal tersebut berkaitan dengan beberapa arah mata angin yang dianggap suci.

Contoh Rumah Adat Bali, Ternyata Ada Dua Macam

Rumah Adat Bali, Segala Keunikan, Daya Tarik, dan Kemegahan Yang Penuh Arti. credit photo: agusjanuadi.wordpress.com

Arsitek atau perancang dari rumah adat Bali biasanya disebut dengan Udagi. Dalam proses pembuatan dan pembangunan rumah tersebut, Udagi akan berpedoman kepada Asta Kosala Kosali, sehingga jelas beberapa bangunan akan sesuai dengan nilai-nilai adat istiadat yang ada.

Bangunan Angkul-Angkul

sebuah bangunan berupa pintu masuk utama dan satu satunya untuk menuju ke dalam rumah adat Bali. Fungsi dari bangunan tersebut hampir sama dengan Gapura Candi Bentar pada Pura, yaitu sama-sama sebagai pintu masuk.

Akan tetapi ada perbedaan diantara keduanya, yaitu pada bangunan angkul-angkul terdapat sebuah atap yang menghubungkan kedua sisi pada gapura tersebut. Adapun atap dari bangunan tersebut berupa atap yang berbentuk piramida dan terbuat dari rumput kering.

Bangunan Aling-Aling

Bangunan aling-aling berfungsi sebagai pembatas antara angkul-angkul dengan halaman pekarangan atau tempat suci. Adanya bangunan aling-aling ini dipercaya dapat meningkatkan sifat ruang positif yang muncul akibat adanya dinding pembatas yang mengelilingi rumah atau disebut dengan penyengker.

Bangunan Sanggah atau Pamerajan

Bangunan ini merupakan sebuah tempat suci bagi seluruh rumah yang biasanya ruangan tersebut terletak disudut timur laut dari rumah. Dengan begitu berbagai kegiatan  sembahyang dan berdoa biasanya dilakukan ditempat tersebut.

Bangunan Bale Menten

Bangunan ini merupakan sebuah ruangan yang dikhususkan untuk tidur bagi kepala keluarga atau anak gadis. Pada umumnya ruangan tersebut terletak di area sebelah utara (kaja). Bangunan tersebut memiliki bentuk persegi panjang dan terdiri dari dua bale lain yang terletak di sebelah kanan dan kiri ruangan.

Dan masih banyak lagi berbagai bangunan rumah adat Bali, lho. Karena perlu lo ketahui nih, rumah hunian bagi mereka yang tergolong masyarakat mampu, pasti mempunyai beberapa bangunan yang terpisah dari rumah utama yang membuat hunian tersebut seperti komplek kecil.

Wah tentu luas sekali sih rumah adat Bali ini, untuk lo yang tengah berpetualang di Bali, tidak melulu harus menginap di hotel atau cottage dekat pantai, lho. Beberapa masyarakat bahkan membuka rumah mereka sebagai homestay. Kesempatan lo untuk mengetahui lebih banyak tentang rumah adat Bali!

 

Source

Feature Image - balubu.com

 


Please login to comment
3 COMMENTS
Hengky kik
July 29, 2018 at 9:18 PM

Pulau bali kaya akan budaya dan pariwisatanya


johanes pratama
August 2, 2018 at 2:40 PM

Unikkkkkkk


april
August 7, 2018 at 9:40 AM

rumah adat Bali patut mendapat perhatian dunia. 192.168.1.1