SEP 10, 2018

Traveller, Terikat Dengan Aplikasi Traveling: Makin Mudah Atau Ribet, Nih?

Apakah lo juga termasuk ke dalam traveller yang benar-benar tidak bisa lepas dari smartphone karena ketergantungan dengan aplikasi traveling? Apakah aplikasi tersebut benar-benar membantu atau malah bikin ribet?


Pada bahasan sebelumnya, diketahui bahwa traveller adalah sosok petualang yang selalu mengandalkan gadgetnya dalam setiap perjalanan. Tentu tidak masalah karena menggunakan gadget dan segala teknologinya merupakan kebutuhan di zaman dan trend yang semakin maju ini.

Oleh karena itu, banyak pengembang aplikasi untuk gadget – smartphone misalnya, berlomba untuk menciptakan aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan seluruh perjalanan atau petualangan lo. Untuk traveller, hal ini adalah sebuah terobosan yang mereka tunggu-tunggu.

Lalu, seberapa efektif aplikasi yang ada di gadget atau smartphone para traveller saat mereka sedang berpetualang? Apakah benar-benar memudahkan mereka saat berpetualang atau saat dalam sebuah perjalanan?

Tren Petualangan Saat Ini: Dituntun Oleh Aplikasi dan Sosial Media

Traveller, Terikat Dengan Aplikasi Traveling: Makin Mudah Atau Ribet, Nih? credit photo: leitv.it

Cukup mengagetkan bahwa National Geographic menyatakan jika Instagram – sebuah aplikasi sosial media yang digandrungi oleh siapapun, khususnya remaja – menjadi sebuah parameter yang dapat mengubah pandangan tentang traveling.

Carrie Miller, penulis deretan fenomena yang ada di ulasan National Geographic ini menyatakan bahwa  salah satu fotografer sekaligus petualang, mendapati salah satu followersnya atau pengikut akun Instagramnya, mengikuti jejak kemana fotografer itu pergi.

Pengikut Instagram fotografer tersebut mengaku bahwa ia penasaran dengan berbagai unggahan foto atau video yang ia lihat. Karena penasaran dengan keindahan alam yang ditunjukan di akun instagram tersebut, follower tersebut pergi berpetualang juga mengikuti kemana jejak sang fotografer.

Traveller, Terikat Dengan Aplikasi Traveling: Makin Mudah Atau Ribet, Nih? credit photo: mtlblog.com

Rasionalkah untuk lo yang akhirnya berangkat berpetualang ke tempat-tempat eksotis yang disuguhkan di sebuah akun fotografer di Instagram, hanya berdasarkan unggahan-unggahannya? Kalau iya, tentu – keberhasilan teknologi, aksesoris seperti ini bisa membuat orang lain tergerak, artinya – ini juga sangat mungkin terjadi di aplikasi atau situs traveling.

Kemungkinan tersebut terlihat dari kemunculan berbagai jenis aplikasi traveling yang diunduh oleh banyak traveller, untuk menemani, dan memudahkan mereka dalam setiap perjalanan dan petualangan. Ya, lo sudah dapat salah satu kata kuncinya nih, bro.

Tidak Lepas Dari Gadget dan Smartphone: Petualang Modern!

Traveller, Terikat Dengan Aplikasi Traveling: Makin Mudah Atau Ribet, Nih? credit photo: scmp.com

Terkait dengan tren yang sudah disebutkan di atas, traveller bisa jadi termasuk ke dalam klasifikasi petualang modern. Mengapa bisa begitu? Sebagai contoh, petualang zaman dulu, jika tersesat, mungkin akan membuka kompas analog dan peta kertas.

Petualang modern atau traveller? Tentu bisa membuka kompas digital, aplikasi peta, dan bahkan bisa booking kendaraan atau akomodasi penginapan, yang membuat mereka terlihat mudah menaklukan perjalanan atau petualangan tersebut.

Hal ini juga disebut oleh Blaise Lucey di hasil penelitian dengan timnya, yang menyebutkan, setidaknya ada tujuh hal yang membuat tren petualangan terus berkembang. Dua hal diantaranya adalah sistem pemesanan paket wisata melalui aplikasi terus berkembang, dan pemesanan tersebut terjadi di banyak gadget atau device – bisa dari smartphone dan tablet.

Traveller, Terikat Dengan Aplikasi Traveling: Makin Mudah Atau Ribet, Nih? credit photo: travelermanagers.co.au

Dari dua hal ini, lo bisa lihat bahwa ketertarikan para petualang modern atau traveller, bermula dari mengetahui kemudahan-kemudahan apa saja yang bisa mereka dapat di spot petualangan tersebut, dan mereka mendapatkannya hanya dari satu – dua klik dari smartphone dan gadget lainnya yang mereka genggam.

Hal ini juga berkaitan dengan Elva Ramirez. Salah satu penulis dan juga traveller, ia menyatakan bahwa setidaknya, traveller mempunyai beberapa jenis aplikasi traveling. Aplikasi traveling yang menurutnya memudahkan para traveller adalah aplikasi tentang penerbangan pesawat, dari booking tiket sampai pembayaran, aplikasi hotel dan akomodasi penginapan, dan juga aplikasi sewa kendaraan atau minimal semacam uber.

Lo Tipe Traveller yang Mana Nih?

Traveller, Terikat Dengan Aplikasi Traveling: Makin Mudah Atau Ribet, Nih? credit photo: travelandleisure.com

Bicara beberapa tipe aplikasi yang sekarang tengah marak berkembang, mulai dari aplikasi pesan hotel, tiket berbagai moda transportasi, sampai ke beberapa spot petualangan sendiri, pengelolanya sudah mengembang e-ticket untuk bisa dipesan dari jauh-jauh hari.

Oleh karena itu, ternyata – dibalik aplikasi tersebut, ada pihak developer yang membuat aplikasi tersebut sudah ditujukan ke beberapa tipe traveller. Dilansir dari situs loyaltics – setidaknya ada 5 tipe traveller yang diincar oleh berbagai segmen aplikasi traveling.

Lima jenis traveller tersebut adalah traveller atau backpacker yang sangat memperhitungkan uang, traveller yang suka melakukan petualangan secara mendadak, traveller yang sangat terencana akan perjalanannya, traveller yang tidak ragu untuk mengeluarkan uang banyak untuk petualangannya, dan traveller yang suka melakukan hal-hal yang mungkin – bisa dilakukan hanya satu kali dalam hidupnya.

Traveller, Terikat Dengan Aplikasi Traveling: Makin Mudah Atau Ribet, Nih? credit photo: news.com.au

Dari lima jenis traveller tersebut – para pengelola atau developer dari aplikasi traveling itu, menyatakan mereka juga berusaha agar si traveller tidak ‘kabur’ ke aplikasi lain dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan cara push notification – di mana mereka mengirim ‘pesan yang menjual’ agar para traveller teringat akan perjalanannya yang mungkin tengah pending.

Dengan habit begini, tentu aplikasi juga ‘memaksa’ para penggunanya, di kasus ini adalah para traveller, untuk selalu menggunakan jasa mereka agar perjalanan mereka selalu lebih ‘mudah’ dari pada biasanya. Hubungan antara pengelola atau developer aplikasi traveling dan traveller bisa dilihat jelas juga di situs braze.

Di situs tersebut, dijelaskan bahwa ada ‘peran’ tersendiri untuk si aplikasi traveling ini untuk selalu ‘mengikat’ para traveller agar selalu menggunakan aplikasi tersebut untuk setiap perjalanannya. Selain memberikan jasa atau konten-kontes jasa yang terkait dengan perjalanan si traveller tersebut, si developer dari aplikasi traveling juga perlu jeli untuk melihat momen-momen khusus untuk ‘mengajak’ para traveller kembali ke perjalanan dan petualangan mereka.

Untuk lo yang tengah bersiap melakukan traveling ke luar Indonesia, sebaiknya bisa cek dan baca dulu beberapa rekomendasi dari theguardian – agar petualangan lo semakin seru dan tentu – tidak mudah dilupakan!

 

Feature Image - globalguide.ca

 


Please login to comment
NO COMMENT YET, BE THE FIRST!