Taman Nasional Tanjung Puting, Rumah Bagi Para Orangutan dan Primata Lainnya!

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu kawasan dimana lo bisa melihat kegiatan sehari-hari dari para hewan-hewan yang ada. Daripada semakin penasaran akan hal-hal yang berkaitan dengan taman nasional ini, langsung simak beberapa informasinya di bawah ini. Semoga bermanfaat!

Taman Nasional Tanjung Puting, Rumah Bagi Para Orangutan dan Primata Lainnya!

Bukan hanya keindahan alam saja yang menjadi sebuah daya tarik dari Indonesia itu sendiri, banyak pula dari pilihan flora atau fauna yang langka hidup di dalam kawasan negeri tercinta ini. Oleh sebab itu, Taman Nasional Tanjung Puting merupakan wadah dimana para flora atau fauna tersebut hidup. Taman Nasional yang terletak di semenanjung Kalimantan Tengah ini ternyata merupakan konservarsi orang-utan terbesar di dunia.

Memang orangutan itu sendiri merupakan spesies kera yang berasal dari Indonesia, namun sayangnya semakin hari, hewan ini pun terancam punah akibat semakin sedikitnya habitat asli yang harusnya menjadi rumah mereka. Karena memang kawasan hutan di Kalimantan sendiri merupakan habitat asli dari pada orangutan tersebut.

Taman Nasional yang sangat besar ini pun merupakan sebuah rumah besar yang mampu menjawab mengenai kehidupan dari para orangutan tersebut. Nah, terdapat pula nih bro beberapa fakta menarik mengenai kawasan ini yang perlu untuk lo ketahui. Daripada lo semakin penasaran akan fakta-fakta tersebut, lihat saja beberapa informasinya di bawah ini.

Taman Nasional Tanjung Puting – Konservarsi Orangutan Terbesar

Taman Nasional Tanjung Puting, Rumah Bagi Para Orangutan dan Primata Lainnya!

Suasana di Taman Nasional Tanjung Puting. Credit: ksmtour.com

Sebuah kata-kata yang bisa menggambar secara ringkas seperti apa Taman Nasional Tanjung Puting itu sendiri. Yaap, taman nasional ini pun memiliki wilayah yang cukup luas serta memiliki populasi orangutannya yang cukup banyak. Kurang lebih terdapat 30.000 sampai 40.000 orang utan yang tersebar di taman nasional dan juga di luar taman nasional ini.

Untuk luas wilayah dari taman nasional ini sendiri bisa mencapai 415.040 hektar loh, tentunya itu merupakan sebuah lahan yang cukup luas bukan bro. Maka tak heran apabila banyak juga yang beranggapan kalau taman nasional ini merupakan tempat yang cukup luas serta memiliki hamparan hijau yang cukup asri.

Karena luasnya wilayah taman nasional ini, terdapat beberpa tipe ekosistem di dalamnya nih bro. Lo bisa menemukan beberapa ekosistem seperti hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai dan hutan sekunder.

Yang unik dari kawasan taman nasional ini pula dengan letaknya, karena berada di ketinggian 0-100 mdpl dan merupakan rumah bagi satwa endemik dan dilindungi. Karena perlu diketahui pula, kalau bukan hanya orang utan saja yang terdapat di dalam kawasan taman nasional ini. Binatang seperti bekantan, lutung merah, beruang, kancil dan kucing hutan juga ada di dalam kawasan taman nasional ini.

Bahkan terdapat pula 200 jenis burung, 38 jenis mamalia, hewan liar lainnya dan sejumlah flora yang mendiami taman nasional ini. Taman Nasional Tanjung Putting ini merupakan pusat rehabilitasi orang utan pertama yang ada di Indonesia.

Taman Nasional Tanjung Puting – Para Pengunjung

Taman Nasional Tanjung Puting, Rumah Bagi Para Orangutan dan Primata Lainnya!

Suasana di Taman Nasional Puting. Credit: patainanews.com

Memang dengan keindahan alam yang ada di taman nasional ini, tentunya cukup mengundang perhatian banyak orang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini pun yang membuat kawasan atau taman nasioal ini cukup terkenal. Namun memang, sebagian besar dari pengunjung merupakan wisatawan asing.

Oleh sebab itu, taman nasional ini pun terus meningkatkan pelayanan mereka, salah satu contohnya ialah pada saat lo menaiki klotok tidak kalah loh dengan pelayanan hotel berbintang, guide serta kapten kapalnya sangat ramah. Masakannya pun sangat enak, jika lo membandingkannya dengan standar kota besar, mungkin karena mereka telah terbisasa melayani wisatawan asing, sehingga memiliki standar yang cukup tinggi.

Untuk lo yang ingin menghampiri taman nasional ini, juga harus melihat waktu yang tepat untuk lo bisa menikmati keindahan yang ada. Karena memang terdapat beberapa waktu dimana kondisi di taman nasional ini akan ramai serta kapan akan sepi.

Ketika bulan Juli sampai dengan Agustus merupakan bulan paling ramai, karena memang berbarengan dengan banyaknya libur dan musim liburan sekolah. Atau biasanya orang menyebutkan waktu tersebut dengan sebutan high season. Jadi, kalau lo ingin berkunjung ke taman nasional tersebut disarankan untuk menghindari waktu-waktu tersebut, selain itu jangan lupa untuk membawa lotion anti nyamuk yaa bro.

Taman Nasional Tanjung Puting – Menyusuri Sungai Sekonyer

Taman Nasional Tanjung Puting, Rumah Bagi Para Orangutan dan Primata Lainnya!

Suasana di Taman Nasional Tanjung Puting. Credit: traveler.id

Ketika lo menyusuri Sungai Sekonyer yang berada di taman nasional ini, lo akan ditemani dengan pemandangan monyet-monyet yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Hutan ini merupakan rumah bagi delapan jenis primata. Termasuk monyet yang memiliki hidung panjang atau bekantan. Dengan hidungnya yang panjang masyarakat sekitar menyebutnya dengan sebutan monyet Belanda karena hidungnya yang mancung.

Pada saat menyusuri Sungai Sekonyer menuju tempat objek wisata di Taman Nasional Tanjung Puting ini harap untuk berhati-hati dengan buaya. Karena mereka sulit untuk dilihat namun mereka ada disekitar sungai. Memang melihat aliran sungai ingin rasanya kita untuk berenang dan menikmati alam taman nasional ini.

Taman Nasional Tanjung Puting – Rute Menuju Lokasi

Taman Nasional Tanjung Puting, Rumah Bagi Para Orangutan dan Primata Lainnya!

Suasana di Taman Nasional Tanjung Puting. Credit: trover.com/

Rute untuk mencapai ke taman nasional ini pun bisa dikategorikan cukup sulit, karena lo harus menempuh perjalanan lo dari Pangkalan Bun yang bisa menuju ke Kumai yang berjarak sekitar 8 km dengan kendaraan umum yang akan memakan waktu sekitar 15 menit.

Kemudian perjalanan akan dilanjutkan menuju ke Taman Nasional Tanjung Puting dengan menggunakan kapal tradisional yang disebut klotok dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Kalau lo ingin lebih cepat, lo bisa menggunakan speed boat yang hanya memakan waktu sekitar 1 jam.

Jadi bagaimana bro dengan informasi seputar Taman Nasional Tanjung Puting di atas? Semoga bisa menjadi panduan lo ketika berkunjung ke sana yaa. Yang terpenting ialah untuk selalu menjaga kebersihan serta kelestarian dari setiap tempat wisata yang sudah lo kunjungi yaa. Semangat selalu dan jangan berhenti bereksplorasi bro!

Source

 

 

 

Featured Image: wonderfulisland.id

 

In Depth Beginner travelling taman nasional solo backpacker
SHARE
NO COMMENT YET, BE THE FIRST!