OCT 10, 2018

Mengunjungi Keunikan Serta Keindahan yang Ada di Kampung Adat Praijing di Sumba!

Mau melihat keindahan serta keunikan rumah adat yang masih bertahan hingga hari ini? Kampung Adat Praijing bisa menjadi destinasi lo berikutnya. Penasaran? Lihat saja beberapa informasinya di bawah ini!


Nusa Tenggara Timur merupakan sebuah kawasan di Indonesia yang memiliki keindahan serta budaya yang unik. Yaap, bukan hanya keindahan alamnya saja yang menjadi daya tarik dari kawasan ini, namun budaya yang ada di dalam kawasan ini pun menjadi perhitungan lainnya yang juga harus lo ketahui. Hal itu pun terpancar dari Kampung Adat Praijing. Karena di dalam kampung adat tersebut terdapat beberapa fakta yang cukup menarik sehingga banyak membuat banyak oran tertarik untuk menghampiri kawasan tersebut.

Bukan hanya itu saja, di kawasan Sumba sendiri lo juga bisa melihat panorama alam berupa padang savana yang dihuni oleh kawasan kuda liar serta barisan pantai yang eksotis. Untuk Kampung Adat Praijing sendiri terletak di Desa Tebara, Kecamatan Waikabubak, kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di dalam kampung adat tersebut terdapat kurang lebih 38 rumah, namun sebenarnya pada mulanya terdapat kurang lebih 42 rumah, namun dikarenakan oleh kebakaran yang terjadi pada tahun 200 menghanguskan 20 rumah.

Nah, buat lo para traveller yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini tentunya harus mengetahui lebih dulu mengenai fakta-fakta seputar rumah-rumah yang ada serta budayanya seperti apa. Untuk itu, simak saja beberapa fakta menarik mengenai Kampung Adat Praijing di bawah ini.

Kampung Adat Praijing – Rumah Adat yang Mencolok

Suasana di Kampung Adat Praijing. Credit: kumparan.com

Hal pertama yang paling mencolok apabila membicarakan mengenai Kampung Adat Praijing ialah dengan adanya rumah adatnya yang mencolok. Kenapa bisa dibilang begitu, karena dari bentuk rumah adatnya sendiri memiliki atap yang cukup unik.

Rumah adat yang ada di Kampung Adat Praijing juga terbagi atas dua jenis, yang pertama ialah Uma Bokulu dan Uma Mbatangu. Untuk membedakan dua jenis rumah adat tersebut bisa lo lihat dari bentuk atap serta tingginya.

Nah, untuk Uma Bokulu sendiri berarti rumah besar, atapnya tidak dibuat tinggi seperti menara. Sedangkan untuk Uma Mbatangu sendiri berarti rumah menara. Konstruksi atapnya seperti menara yang tingginya bisa mencapai 30 meter. Baik Uma Bokulu atau Mbatangu merupakan rumah panggung yang atapnya dilapisi alang-alang.

Kampung Adat Praijing – Rumah Adat yang Memuat Kearifan Lokal

Suasana di Kampung Adat Praijing. Credit: fakhrianindita.com

Ternyata fungsi dari rumah adat yang ada di Kampung Adar Praijing sendiri bukanlah hanya sebagai tempat untuk bernaung, karena di setiap rumah adat tersebut memuuat kearifan lokal. Tiap bagiannya mengandung makna. Misalnya, tiap rumah dibagi menjadi tiga bagian yang merupakan simbol keseimbangan alam. 

Lalu, untuk bagian bawah dianggap sebagai simbol tempat arwah, biasanya difungsikan untuk kandang hewan ternak. Bagian tengahnya sendiri digunakan untuk aktivitas sehari-hari manusia. Sedangkan bagian atas adalah tempat leluhur dan difungsikan untuk menyimpan bahan makanan.

Walaupun terbuat dari bahan-bahan alami, namun rumah adat yang ada di Kampung Adat Praijing benar-benar kokoh loh bro. Karena disanggah oleh empat tiang penopang yang tampa di tengah rumah. Ada dua tiang yang disebut tiang perempuan yang terletak dekat dengan ruang ibu biasanya beraktivitas dan dua lainnya disebut tiang laki-laki, dekat dengan kamar ayah, ruang tamu dan tempat laki-laki berdiskusi.

Kampung Adat Praijing – Tidak Semua Anggota Keluarga Bebas

Suasana di Kampung Adat Praijing. Credit: bahagiaitugratis.wordpress.com

Keunikan lainnya yang terdapat di dalam rumah adat di Kampung Praijing ialah dengan peraturan yang keras di dalam rumah itu sendiri. Karena terdapat sebuah perbedaan yang cukup menarik apabila dibandingkan dengan apa yang biasa lo jalani di rumah lo sendiri.

Kalau misalkan di rumah lo, lo bisa secara bebas untuk berjalan-berjalan, masuk ke kamar siapa saja namun hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh keluarga yang tinggal di rumah adat di Kampung Praijing. Karena memang terdapat beberapa peraturan yang harus dipatuhi dan peraturan tersebut sudah turun menurun ada di dalam cara hidup mereka.

Peraturan yang dimaksud ialah tidak semua anggota keluarga bebas untuk memasuki semua ruangan di dalam rumah mereka. Bahkan pintu masuk dan keluar rumah pun dibedakan untuk laki-laki dan perempuan. Pembagian itu pun memiliki filosofi loh bukan tanpa alasan, bahwa laki-laki dan perempuan punya peran dan tugas yang berbeda dalam rumah tangga.

Rumah adat Sumba sendiri dibangun dari kayu malela, kayu mata api dan kayu nangka. Tak semuanya mudah ditemukan di Sumba sehingga membuat pembangunan dan renovasi rumah di sana sangat mahal. Namun memang ketika lo berhasil menginjakkan kaki lo di sana, banyak hal ataupun pengalaman yang bisa lo dapatkan.

Sehingga bukanlah menjadi kerugian apabila lo bisa menyempatkan waktu lo untuk tiba di sana. Kapan lagi lo akan melihat sebuah rumah adat yang sudah berumur mungkin hingga ratusan tahun masih berdiri tegak dengan kondisi yang cukup kuat. Serta budaya ini sendiri sudah turun menurun dari nenek moyang mereka.

Dengan begitu, tentunya Kampung Adat Praijing merupakan destinasi wisata budaya yang harus masuk ke dalam bucket list kelak. Di sana mata lo akan terbuka lebar mengenai keberagaman kebudayaan Indonesia yang memang menjadi nilai lebih dari negeri tercinta ini.

Jadi bagaimana bro dengan informasi seputar Kampung Adat Praijing di atas? Semoga bisa menjadi salah satu panduan lo ketika berkunjung ke sana yaa. Yang terpenting ialah untuk selalu menjaga kebersihan serta kelestarian dari setiap tempat wisata yang sudah lo kunjungi yaa. Selalu semangat dan jangan berhenti berksplorasi bro. Karena dunia sangat luas sehingga masih banyak hal baru di luar sana yang patut untuk lo taklukan!

Source

 

 

 

Featured Image: news.bbmessaging.com

 


Please login to comment
NO COMMENT YET, BE THE FIRST!

LOCATION