OCT 28, 2018

Mengenal Lebih Jauh Aklimatisasi, Teknik Penyesuaian Diri di Ketinggian Lebih Dari 4.000 mdpl!

Proses Aklimatisasi adalah sebuah teknik yang perlu lo ketahui dengan baik sebelum mendaki ke puncak-puncak gunung yang super tinggi. Penasaran seperti apa proses tersebut? Simak terus bahasan ini!


Acute Mountain Sickness adalah penyakit yang membayangi para pendaki gunung-gunung tinggi. AMS adalah momok yang cukup besar bagi mereka yang selalu menantang dan ingin menaklukan berbagai puncak-puncak gunung tinggi di dunia ini.

AMS biasanya akan membayangi para pendaki yang menantang ketinggian puncak yang melebihi 4.000 mdpl. Nah, hal tersebut juga yang bisa jadi membayangi Tim Super Adventure saat akan menaklukan Puncak Gunung Lobuche dalam tajuk House of Snow yang berada dalam satu kawasan besar dengan Puncak Everest.

Perlu lo ketahui nih bro, kalau Puncak Gunung Lobuche yang ditaklukan oleh Tim Super Adventure berada di ketinggian lebih dari 6.000 mdpl, artinya – AMS membayangi mereka dan mereka menghindarinya dengan melakukan sebuah teknik: Aklimatisasi.

Mengenal Lebih Jauh Aklimatisasi, Teknik Penyesuaian Diri di Ketinggian Lebih Dari 4.000 mdpl! credit photo: blog.cozmeed.com

Apa itu Aklimatisasi? Dilansir dari pengertian sederhana dan jelas dari Kompas, Aklimatisasi adalah sebuah teknik penyesuaian fisiologis dan adaptasi terhadap lingkungan yang baru. Untuk pendakian gunung atau puncak-puncak tinggi, konteks Aklimatisasi menjadi penyesuaian tubuh terhadap ketinggian tertentu.

Dalam mini jurnalnya, di sana juga tertulis jika Aklimatisasi bisa dilakukan dengan baik secara pendakian yang perlahan, konstan, dan pasti sedikit demi sedikit pindah ke tempat yang lebih tinggi dari tempat sebelumnya. Kemudian, salah satu hal yang perlu lo perhatikan saat melakukan Aklimatisasi adalah minum air mineral yang cukup.

Kerap teknik Aklimatisasi membuat banyak pendaki lupa minum yang pada akhirnya malah menyebabkan dehidrasi. Perlu lo ingat nih bro kalau dehidrasi saat melakukan pendakian adalah salah satu hal yang buruk untuk lo dan teman seperjalanan.

Oleh karena itu, pastikan lo tidak kekurangan cairan saat pendakian atau saat tengah melakukan Aklimatisasi. Di video di bawah ini juga terlihat Tim Super Adventure dalam perjalanannya, juga melakukan proses Aklimatisasi setelah mereka trekking beberapa jauh dari mendaratnya mereka di Bandara Lukla – Nepal.

Selain minum, hal yang bisa lo lakukan saat tengah menyesuaikan diri – Aklimatisasi adalah makan makanan yang berkalori tinggi. Di sini, makanan yang lo konsumsi akan menjadi tenaga yang baik saat melakukan pendakian.

Setelah itu situs journeyofalek juga menyatakan kalau Aklimatisasi mencakup tingkat istirahat atau tidur lo saat pendakian. Jika tengah bermalam di alam bebas, pastikan lo tidur selama 6-8 jam agar tubuh benar-benar mendapat penyesuaian yang baik di ketinggian tertentu tersebut.

Nah, berkaitan dengan istirahat atau tidur – pastikan hanya di malam hari saja karena jika di siang hari saat lo terkena sinar matahari – lakukanlah beberapa peregangan otot atau aktivitas ringan lainnya sehingga pernapasan lo tidak terganggu dan terhindar dari AMS tadi.

Lalu bagaimana jika lo sudah terjangkit oleh AMS? Gejalanya cukup mudah untuk dirasakan, kok bro. Kalau tubuh lo sudah berpindah ke tempat yang lebih tinggi dan terjadi pusing, mual-mual dan keringat dingin, bisa jadi AMS sudah terjangkiti di lo.

Kalau begitu, apakah perlu lo lama-lama melakukan Aklimatisasi? Jawaban dari pertanyaan ini ditemukan di situs viapendaki, yang menyatakan jika lama atau singkatnya proses Aklimatisasi ini tergantung dengan ketinggian puncak gunung yang akan dikejar.

Semakin tinggi gunung yang akan lo taklukan, biasanya – proses Aklimatisasinya juga akan semakin lama. Dan semakin lama proses Aklimatisasi dilakukan akan semakin baik juga untuk tubuh. Akan tetapi tentu hal ini akan berkaitan dengan lamanya waktu berpetualang dan pendakian lo juga.

Masih di situs yang sama, jika puncak gunung yang akan lo taklukan semakin tinggi, tentu Aklimatisasinya akan semakin lama, jika tidak bisa meneruskan perjalanan, lebih baik turun dan kembali ke base camp awal. Hal ini berkaitan dengan keselamatan lo selanjutnya.

Proses Aklimatisasi juga dipengaruhi oleh pernapasan yang lancar, artinya – jika pernapasan lo tidak lancar ada gejala bahwa lo terkena AMS. Oleh karena itu, jelas jika semakin tinggi lo mendaki, tekanan oksigen yang ada di sana akan semakin tipis sehingga membuat sulit untuk bernapas dengan normal.

Oleh karena itu, dalam proses Aklimatisasi ini juga disarankan untuk mendaki lebih tinggi, tetapi tidur dan istirahat di tempat yang lebih rendah. Hal ini dinyatakan di situs mountainprofessor – yang menjelaskan jika pendakian lebih tinggi memang harus dilakukan, tetapi lo harus tidur di ketinggian yang tidak boleh lebih tinggi dari yang sudah lo capai.

Artinya, bisa jadi lo harus mencari tempat lebih rendah dari pada capaian pendakian lo di waktu yang bersamaan.

AMS memang menyeramkan, tetapi penyakit saat mendaki gunung tidak hanya itu saja, lho. Rachel Davidson menyebutkan setidaknya ada dua hal yang mirip dengan AMS yang dapat membayangi para pendaki puncak tinggi.

HAPE – adalah kondisi di mana adanya cairan yang masuk ke dalam saluran pernapasan lo. Di sini, lo akan tersedak dan batuk hingga menimbulkan buih dan terasa sakit. Rasanya mungkin seperti ada angin yang menabrak tubuh lo. Hal ini cukup berbahaya jika proses Aklimatisasi lo tidak berjalan lancar.

Kemudian ada HACE – yang akan menyebabkan lo kebingungan dan hilang konsetrasi. Hal ini bisa dilihat dari lo yang mulai akan sulit untuk berbicara normal dan fokus. Jika sudah begitu, lebih baik turun dari ketinggian tersebut.

Jika sudah begitu, Rachel juga menyarankan untuk mengetahui pasti batas tubuh lo ada di mana. Jangan memaksakan. Kalau memang sudah sampai pada batasnya, ada baiknya lebih baik turun dan mempersiapkan segalanya dari awal lagi.

Wah, bagaimana jika AMS sudah terjangkit di tubuh?

Situs thehikinglife menjelaskan beberapa jawaban sederhana yang mudah dimengeri banyak pendaki, nih. Jika AMS sudah meraba tubuh lo, satu yang harus lo pastikan adalah jangan mendaki lebih tinggi lagi. Hal ini tentu akan membuat Aklimatisasi lo lebih lama dari pada pendaki lain and that is okay.

Kemudia, minum yang banyak – setidaknya 4 liter sehari. Jika sangat diharuskan karena tidak bisa menahan sakit kepala yang disebabkan oleh AMS – pastikan Ibuprofen atau paracetamol saja yang lo minum.

Jangan lupa istirahat dan jika proses recovery atau Aklimatisasi tersebut sampai satu atau dua hari, juga itu tidak apa-apa. Lebih baik lo siap untuk mendaki lebih tinggi karena sudah cukup melakukan Aklimatisasi dengan baik dibanding yang memaksakan.

Mengenal Lebih Jauh Aklimatisasi, Teknik Penyesuaian Diri di Ketinggian Lebih Dari 4.000 mdpl! credit photo: steemit.com

Wah bagaimana nih bro? Jika sudah paham soal Aklimatisasi, tentu lo tidak akan ragu lagikan untuk mendaki puncak-puncak tinggi? Jika iya, langsung saja berkemas dan berangkat!

 

Feature Image - makassar.tribunnews.com


Please login to comment
NO COMMENT YET, BE THE FIRST!