FEB 3, 2019

Apakah Kenaikan Harga Tiket dan Bagasi Pesawat Bisa Jadi Bumerang Buat Maskapai?

Duh, jadi benar naik nih harga tiket pesawat dan bagasi berbayar? Wah, apa tidak malah jadi bumerang buat para maskapai, ya? Gimana menurut lo nih bro?


Sepi peminat adalah resiko dan bumerang paling besar dan sakit untuk para maskapai karena beberapa regulasi baru: kenaikan harga tiket dan harga bagasi.

Buat para petualang, tentu kabar kebenaran dari regulasi ini menjadi hal yang tidak mengenakan. Tapi apa boleh buat, beberapa maskapai sudah menyetujui regulasi ini. Namun, ada resiko yang mesti mereka hadapi, sepi peminat.

Resiko dan bumerang besar tersebut juga disetujui oleh YLKI – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, yang menilai kenaikan tarif atau harga tiket pesawat serta kebijakan bagasi berbayar akan membuat resiko sepi peminat semakin besar.

Ketua Pengurus Harian YLKI – Tulus Abadi menyatakan setidaknya ada banyak penerbangan yang sepi membuat maskapai rugi, pemerintah juga bisa gagal dalam usaha pencapaiannya menaikan target pariwisata.

Apakah Kenaikan dan Kebijakan Tersebut Sebuah Pelanggaran?

Menurut Tulus, aturan dalam regulasi bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan memang tidak mengandung unsur pelanggaran. Akan tetapi, banyak perusahaan transportasi udara berbiaya murah secara mendadak mengenakan tarif baru yang nilainya lebih tinggi dari sebelumnya. Tentu, ini jadi sebuah hal baru untuk para konsumen yang biasa mendapatkan fasilitas secara cuma-cuma.

Masih menurutnya, kenaikan tarif harga tiket pesawat yang cukup ekstrem ini akan menjadi fenomena yang bisa jadi keluhan para masyarakat termasuk petualang.

Oleh karena itu, YLKI sempat menyatakan meminta keputusan kenaikan harga tiket pesawat kelas ekonomi tersebut diturunkan atau setidaknya ditunda. Penerbangan domestic juga terkena imbas dari kenaikan harga tersebut.

Penerbangan kelas ekonomi atau LCC – low cost carrier setidaknya telah menyesuaikan tarif bagasi penumpang kelas ekonomi. Seperti maskapai Lion Air dan Wings Air serta Citilink Indonesia sudah mengikuti tarif dan kebijakan baru untuk bagasi.

Bukan sebuah pelanggaran, seperti pertanyaan di atas – ketentuan serta keputusan regulasi ini merupakan penyesuaian Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 185 Tahun 2015 mengenai Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi.

Walau sudah sesuai dengan aturan yang ada, sayangnya keluhan para masyarakat serta petualang yang biasa menggunakan pesawat sebagai transportasi mereka, mengeluh akan kebijakan serta keputusan ini. KPPU – Komisi Pengawas Persaingan Usaha bahkan memberikan dugaan dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa maskapai penerbangan.

Praktik Kartel Tarif Tiket Pesawat?

Pemeriksaan yang dilakukan oleh KPPU tersebut berdasarkan pada informasi yang beredar di masyarakat terkait indikasi praktik kartel atau oligopoli pada proses kenaikan tariff tiket pesawat dan bagasi beberapa waktu lalu.

Komisioner dari KPPU Guntur Syahputra Saragih bahkan sudah memanggil pihak pelaku usaha serta pihak pemerintah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sayang, belum ada pernyataan resmi dari KPPU terkait hasil pemeriksaan tersebut.

Wah bagaimana nih bro tanggapan lo terkait dengan kenaikan harga tiket pesawat serta kebijakan bagasi berbayar? Jika lo mempunyai tanggapan dan ingin lo tuliskan dalam bentukan artikel, sila jadi member superadventure.co.id dan lo bisa tulis tanggapan lo di sini!

Atau, setidaknya lo bisa ikutan mengomentari soal bahasan yang satu ini dengan meninggalkan tanggapan tersebut di kolom komentar di bawah ini ya!

 

Source

Feature Image - tirto.id


Please login to comment
NO COMMENT YET, BE THE FIRST!