MAR 2, 2019

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba!

Jika memiliki hobi traveling dan menulis, tidak ada salahnya lo menjadikan kisah perjalanan lo sebagai bahan untuk membuat buku. Bagaimana cara membuat buku traveling untuk penulis pemula? Sila cek jawabannya dalam tulisan di bawah ya bro!


Sebagian besar orang diketahui menceritakan pengalaman traveling mereka dalam situs jejaring sosial. Jika memiliki hobi traveling dan menulis, tidak ada salahnya lo menjadikan kisah perjalanan lo sebagai bahan untuk membuat buku. Dengan menerbitkan buku travel, lo bisa membagikan cerita sekaligus informasi yang mungkin saja dibutuhkan banyak orang.

Bagaimana caranya membuat buku travel yang baik bagi penulis pemula? Berikut adalah 6 tips menulis buku travel menurut Asisten Editor Manajemen Penerbit Elex Media, Wwin. Silakan disimak ya bro!

1. Jangan Takut Memulai

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba!

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba! Photo Credit: visa.ca

Sebagian besar orang seringkali merasa minder ketika menulis buku travel untuk pertama kalinya. Alasannya pun bermacam-macam, salah satunya adalah karena menganggap diri sebagai penulis amatir atau traveller pemula. Hal ini tak jarang menghambat proses kreatif hingga akhirnya buku tak kunjung selesai.

Oleh sebab itu, jangan biarkan keraguan dan ketakutan menghalangi lo untuk berkarya. Mulailah menulis tanpa terlalu sering mempertimbangkan banyak hal. Sejumlah penerbit diketahui mau menerima karya dari penulis amatir. Jadi, jangan ragu untuk memulai ya bro!

Sebelum memulai tulisan atau merilis buku tentang travel, lo akan berdiskusi dengan pihak penerbit mengenai topik yang akan diulas dalam buku. Setelah itu, penulis nantinya menghasilkan tulisan di bawah bimbingan penerbit. Jadi, jangan menyimpan rasa takut dan khawatir terlalu berlebihan jika baru pertama kali menulis ya bro!

2.  Coba Hasilkan Tulisan Sesuai Kondisi Pasar

Topik yang dibahas dalam buku tentu menentukan diterima atau tidaknya buku lo di masyarakat. Umumnya, penerbit menaruh minat besar untuk merilis buku travel yang cocok dengan keadaan pasar. Cobalah berdiskusi dengan penerbit tentang buku travel yang dicari pembaca.

Saat mengobrol dengan penerbit, lo sebaiknya membahas topik buku dari destinasi yang dikenal dan pernah dikunjungi. Contoh tipe buku travel yang cukup menguasai pasar adalah panduan wisata murah ke suatu tempat. Jika tertarik menghasilkan buku seperti ini, lo disarankan memperbanyak referensi seputar tips atau pengalaman traveling yang berkesan.

Selain itu, penerbit terkadang menerapkan strategi baru agar buku terbitan mereka mampu bersaing di pasar. Sejumlah penerbit tak jarang menyuruh penulis  untuk membuat buku travel sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Jadi, diskusikan topik buku dengan penerbit agar karya lo dapat diterima masyarakat dengan baik. Oke, bro?

3. Tidak Memikirkan Latar Belakang

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba!

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba! Photo Credit: Viktor Hanacek

Siapapun bisa menjadi penulis. Lo tidak perlu mempermasalahkan latar belakang jika ingin menulis buku travel. Tidak ada batasan dan aturan khusus bagi seseorang yang ingin menulis buku, mulai dari mahasiswa, dosen, pelajar, dan lain-lain.

Semua orang tentu bisa menghasilkan buku travel tanpa memperdulikan latar belakangnya. Salah satu hal penting yang diperlukan untuk membuat buku travel adalah kecintaan lo terhadap dunia penulisan dan traveling. Jadi, jangan ragu untuk membuat buku ya bro!

4. Rajin Mengirim Karya Tulisan  ke Berbagai Penerbit

Cobalah untuk sering mengirim tulisan ke sejumlah penerbit bila ingin karya lo dipublikasikan,.Jika ada, kumpulkanlah segala tulisan yang sudah lo terbitkan di blog atau buku harian. Lo bisa menulis kembali tulisan-tulisan tersebut dalam format word.

Saat berada dalam tahap pengumpulan materi buku, lo sebaiknya kembali mengecek setiap tulisan yang ada. Bila menemukan kesalahan ejaan atau penulisan yang kurang baik, segera lakukan penyuntingan agar tulisan semakin ‘matang’ . Selanjutnya, lo dapat mengirim contoh tulisan lo ke alamat penerbit yang sering mempublikasikan buku travel

Sebelum mengirim tulisan, ada baiknya lo membaca sejumlah buku travel yang dihasikan penerbit yang diincar. Tujuannya adalah agar lo dapat mengenali karakteristik penulisan dan isi buku travel yang sedang dicari penerbit tersebut. Jadi, jangan malu untuk mengirim contoh tulisan ke sejumlah penerbit ya bro!

5. Teknik Mengirim Naskah ke Penerbit

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba!

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba! Photo Credit: debt.ca

Pihak penerbit diketahui tak mewajibkan penulis untuk mengirim seluruh naskah tulisan di awal. Lo hanya perlu mengirim surat proposal berisi keinginan menerbitkan buku travel. Jangan lupa juga untuk melampirkan sejumlah contoh tulisan traveling lo dalam surat. Oke, bro?

Untuk menambah bahan pertimbangan, lo disarankan menyertakan Curriculum Vitae (CV) diri dalam surat. Tuliskanlah segala destinasi wisata yang sudah dan akan lo kunjungi dalam CV tersebut. Masukkan juga informasi mengenai lama waktu lo melakukan traveling di suatu daerah.

Jika seluruh berkas sudah lengkap, lo bisa memasukkannya dalam amplop coklat untuk dikirim kepada penerbit. Lo disarankan menulis catatan terkait isi surat di amplop bagian kiri atas. Contoh tulisannya bisa seperti “Proposal Buku Travel”.

6. Mengenali Sistem Royalti

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba!

6 Tips Jitu Merilis Buku Travel bagi Pemula, Yuk Dicoba! Photo Credit: desiringgod.org

Pembayaran yang dilakukan penerbit terhadap penulis umumnya dilakukan melalui sistem royalti dari penjualan. Perlu diingat, sistem royalti yang diterapkan setiap penerbit berbeda-beda. Lo bisa menemukan penerbit yang menyerahkan royalti sebesar 10 sampai 20 persen kepada penulis.

Misalnya, seorang penulis bekerjasama dengan penerbit Elex Media yang memberikan royalti sebesar 10 persen. Ketika buku terbit, penulis nantinya menerima royalti di muka sebesar 25 persen dari total royalti. Sementara itu, sisanya akan dikumpulkan setahun dua kali berdasarkan total penjualan buku. Apabila menulis sesuai dengan pesanan penerbit Elex, lo bisa mendapat bayaran hingga 50 persen total royalti di awal.

Demikian 6 tips jitu merilis buku travel bagi pemula. Semoga informasi ini bisa membantu lo yang sedang menggarap buku travel untuk pertama kalinya. Selamat mencoba 5 tips di atas ya bro!

Source

Feature Image - nicholasrossis.me


Please login to comment
4 COMMENTS
Hendy Nugroho
March 3, 2019 at 6:00 AM

Thank you tipsnya


Eksan B
March 4, 2019 at 8:42 PM

Sangat membantu infonya..


Ilham Ridhwan Kharisma Yudha
March 12, 2019 at 7:29 AM

Terimakasih tipsnya. Patut dicoba


Ilham Ridhwan Kharisma Yudha
March 14, 2019 at 2:35 AM

Nice info