MAR 14, 2019

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia

Apa saja kuliner ekstrem penguji adrenalin yang bisa ditemukan traveller dari berbagai belahan dunia? Apakah rasanya benar-benar ekstrem? Cek jawabannya dalam tulisan di bawah ya bro!


Agar pengalaman traveling terasa lebih berkesan, lo disarankan mencicip aneka kuliner ekstrem penguji adrenalin dari berbagai belahan dunia. Apa sajakah itu? Berikut adalah 5 di antaranya. Silakan disimak ya bro!

1. Tarantula dan Jangkrik Goreng

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia. Photo Credit: sonyaandtravis.com

Kamboja dikenal sebagai salah satu surga destinasi wisata kuliner ekstrem tekenal di dunia. Di sana, lo bisa menemukan kuliner dengan bahan utama berupa serangga. Sejumlah pihak meyakini makanan tersebut kaya akan protein tinggi serta zat besi melebihi daging sapi.

Kuliner ekstrem ini kabarnya sangat disukai oleh aktris film Tomb Raider, Angelina Jolie. Ia diketahui pernah menyantap makanan kalajengking di depan stasiun televisi BBC. Mantan istri Brad Pitt ini bahkan mengaku sempat mengajari anaknya cara memakan tarantula goreng yang benar.

Selain Kamboja, wisatawan juga dapat menjumpai aneka camilan serangga di Thailand. Contoh makanan ekstrem yang bisa lo temukan di sana adalah jangkrik goreng dengan tambahan saus kedelai. Nama makanan tersebut adalah jing leed. Apakah lo berani mencicipi makanan ini, bro?

2. Piton Goreng

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia. Photo Credit: houston.eater.com

Saat mengelilingi Jakarta, lo juga bisa menemukan kuliner ekstrem di Restoran Istana Raja Kobra. Lokasi restoran ini terletak di kawasan Tamansari. Salah satu makanan yang dihidangkan di sana adalah piton goreng.

Untuk menyajikan kuliner ini, pertama-tama lo perlu mengukus daging dan menambahkannya dengan bumbu terlebih dahulu. Setelah itu, tinggalkan makanan ini dalam waktu cukup lama agar bumbunya benar-benar meresap ke dalam. Gorenglah daging ini hingga warnanya berubah menjadi kecokelatan tanpa bumbu tambahan.

Selanjutnya, hidangkanlah makanan ini dalam bentuk empat potongan berbentuk melingkar dengan rongga di bagian tengah. Satu porsi piton goreng kabarnya bisa dinikmati dua orang. Salah satu daya darik kuliner ini terletak pada dagingnya yang berserat sehingga mudah disuir.

Ketika menyantap piton goreng, lidah lo akan dimanjakan dengan rasanya yang mirip seperti gepuk goreng atau empal. Makanan ini biasanya disajikan bersama nasi dan sambal khusus yang terbuat dari campuran cabai tumbuk, kecap, dan saus tomat.  Selain piton goreng, kuliner ekstrem lainnya yang dijual di restoran ini adalah sup biawak, ramuan darah, sate buaya, dan ramuan darah. Berani coba semuanya, bro?

3. Ulat Sagu

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia. Photo Credit: kamiupdate.com

Di Papua, wisatawan dapat berjumpa dengan Suku Kamaro yang hidup di daerah pedalaman. Mereka dikenal dengan ukiran kayu dan tarian adatnya yang begitu khas. Selain itu, Suku Kamaro juga mempunyai kuliner khas berupa ulat sagu yang dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu.

Sajian ekstrem tersebut kabarnya merupakan salah satu tradisi yang dilestarikan Suku Kamaro sejak lama. Meski begitu, ada juga sejumlah orang yang menyantap ulat sagu dengan merebusnya terlebih dahulu untuk kemudian diberi sambal. Ada juga yang mengolah ulat ini menjadi sate serta  menggorengnya untuk kemudian disajikan bersama tumis sayur.  

Di Sumatera Barat, ulat sagu diketahui menjadi kuliner lokal khas penduduk Mentawai. Bahan utama baku utama makanan tersebut adalah batra, jenis larva yang biasa menguraikan batang sagu usai ditebang. Sejumlah pihak mengklaim ulat sagu dapat menjaga stamina. Sudahkah lo mencicipinya?

4. Belalang Goreng

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia

5 Sajian Ekstrem Penguji Adrenalin dari Berbagai Penjuru Dunia. Photo Credit: labirutour.com

Makanan ini diketahui berasal dari Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika tertarik mencicipi belalang goreng, lo bisa mengunjungi daerah Wonosari, Semanu, Pantai Indrayanti, dan Paliyan.  

Masyarakat biasanya menyantap belalang goreng bersama bumbu garam dan rempah-rempah yang digoreng hingga kering.  Sementara itu, warga Gunung Kidul sering mengolahnya dengan cara dibacem sehingga rasanya manis. Sejumlah pihak percaya bahwa belalang goreng mengandung vitamin A dan protein.

Ada sebuah desa di mana seluruh penduduknya menjadikan belalang sebagai santapan sehari-hari. Nama desa tersebut adalah Morkoneng yang berlokasi di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Saat berkunjung ke sana, lo bakal menemukan banyak pedagang belalang di seberang jalan depan pasar Morkoneng.

5. Gulai Otak Kera

Untuk menemukan gulai ini, lo bisa mengujungi Pasar Tomohon yang ada di Sulawesi Utara. Sesuai dengan namanya, makanan ini benar-benar dibuat dari olahan kera. Gulai Otak Kera diketahui termasuk salah satu makanan favorit masyarakat setempat karena menyajikan cita rasa unik.

Gulai otak kera bukanlah satu-satunya makanan olahan kera yang dijajakan di Pasar Tomohon. Ketika menyambangi kawasan pasar ini, lo juga dapat menjumpai otak kera yang dihidangkan dalam betuk sate dan tumisan. Penduduk setempat menganggap otak kera sebagai makanan yang mampu meningkatkan vitalitas pria.

Selain otak kera, wisatawan juga bisa menjumpai otak monyet di sekitar kawasan ini. Sebagian penduduk diketahui menyantap makanan ini secara mentah-mentah, sisanya mengonsumsinya dengan memasaknya terlebih dahulu. Apakah lo tertarik menjajal otak kera dan otak monyet?

Demikian 5 kuliner ekstrem dunia yang siap menantang adrenalin setiap para pemakannya. Mencicipi kelima makanan di atas tentu akan membuat momen liburan lo terasa makin seru. Selamat mencoba semuanya ya bro!

Source

Feature Image - starsinsider.com


Please login to comment
3 COMMENTS
Ilham Ridhwan Kharisma Yudha
March 17, 2019 at 10:21 PM

Hiii ngerii


Amir Mahfudzi
March 18, 2019 at 3:51 PM

Klo belalang goreng pernah nyoba


Agung nugroho
March 26, 2019 at 9:37 AM

Emangnya enak ya?