APR 14, 2019

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung

Kesalahan sepele jika didiamkan saja memang bisa berakibat fatal juga bro. Apalagi berhadapan dengan alam bebas, wah jangan main-main bro. Ketahui tiga jenis kesalahan sepele para pendaki di sini!


Para petualang, sebagai manusia – tentu bisa melakukan kesalahan. Terlebih, saat dalam perjalanan atau petualangan, kesalahan yang mereka buat tentu akan menyebabkan sebuah konsekuensi. Contoh, dalam pendakian, kesalahan sepele bisa membuat tersesat yang fatal, lho.

Ada dua jenis tersesat nih di alam bebas. Tersesat yang pertama adalah sebuah kemungkinan yang akan mempertemukan lo dengan hal-hal yang baru dan menyenangkan. Namun, tersesat yang kedua adalah yang bisa memberikan kemungkinan fatal: kematian, karena kehabisan ide untuk kembali ke jalan yang benar.

Dari jenis tersesat yang kedua, tentu membuat hal ini menjadi mimpi buruk bagi tiap pendaki. Perlu lo ketahui nih kalau lo pasti butuh persiapan fisik dan mental sebelum memulai petualangan, di manapun, baik di pegunungan, laut, atau hutan lebat sekalipun.

Oleh karena itu, sebelum terjadi tersesat dari jenis yang kedua – yang sudah disebutkan di atas sebelumnya, tentu lo mesti mengetahui nih setidaknya ada tiga tipe kesalahan sepele, yang bisa jadi sangat fatal jika lo tidak mengetahui bagaimana menemukan solusinya.

Nah, berikut sedikit penjelasan mengenai tiga jenis kesalahan sepele tersebut. Ingat, bro! Walau katanya sepele – tapi kesalahan ini bisa membawa lo mimpi buruk yang sepertinya tidak lo inginkan sama sekali. Jadi, pastikan lo bisa meminimalisir tiga jenis kesalahan di bawah ini.

Tidak Berbagi Informasi: Selamat Datang di Mimpi Buruk

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung. credit: ondeckby.dinga.com.au

Tidak berbagi informasi adalah kesalahan sepele yang bisa menuntun lo ke akibat-akibat yang cukup fatal. Bro, sebagai contoh – dalam pendakian sebuah gunung, cukup jarang hanya satu kelompok atau dua kelompok saja yang tengah melakukan pendakian.

Tentu banyak atau minimal ada beberapa kelompok yang mendaki gunung yang sama. Hanya saja, kemungkinan besar, waktu yang diambil berbeda-beda. Ada kelompok pendaki yang sudah mencapai puncak, dan ada kelompok pendaki yang baru saja mulai pendakiannya.

Oleh karena, jika bertemu di sebuah titik – hendaklah berbagi informasi terkait dengan medan petualangan atau pendakian tersebut. Beri tahulah sekiranya ada beberapa titik pendakian yang memerlukan tingkat kewaspadaan yang tinggi.

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung. credit: mountainwarehouse.com

Atau jika ada halang rintang yang cukup berat di beberapa titik, bagilah informasi tersebut ke teman-teman yang belum melewatinya, agar mereka bisa menemukan solusi juga untuk meneruskan perjalanan tersebut.

Nah, ada lagi nih yang tidak kalah penting. Jangan ragu untuk memberikan informasi kepada orang terdekat atau orang yang dipercaya soal tanggal keberangkatan dan kepulangan, lokasi pendakian serta beberapa identitas teman sependakian yang lain. Hal ini merujuk ke gerak cepat pencarian jika – semisal terjadi hal-hal buruk kepada diri lo.

Memaksa Berjalan Terus Tanpa Petunjuk: Calon Tersesat

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung. credit: hosting.com

Memaksa berjalan terus tanpa petunjuk adalah hal yang cukup merugikan untuk diri lo dan kelompok pendakian. Mengapa? Hal tersebut jika diteruskan akan menyematkan sebuah predikat untuk lo semua: calon tersesat.

Dari CNN Indonesia yang juga mengutip dari situs Travel and Leisure – menyatakan setidaknya 65% orang yang tersesat dalam sebuah pendakian adalah orang-orang atau pendaki yang memaksa tetap berjalan tanpa petunjuk.

Sayang sekali bro, keputusan tersebut – memaksa berjalan tanpa petunjuk – adalah keputusan yang bisa mempersulit diri sendiri dan bisa jadi berujung ke sebuah pencarian pendaki hilang. Oleh karena itu, pastikan, lo mengetahui arah yang benar, membawa kompas – dan bisa membaca koordinat peta dengan baik.

Atau setidaknya – jika lo tetap benar-benar memaksakan diri untuk terus berjalan tanpa petunjuk – sila cari tempat terubka yang dekat dengan mata air. Hal tersebut minimal mengecilkan resiko untuk lo dehidrasi.

Mengenakan Baju Berwarna Gelap: Kesalahan Sepele

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung

3 Kesalahan Sepele yang Bisa Berakibat Tersesat Fatal Saat Mendaki Gunung. credit: holidayme.com

Tapi bisa menjadi fatal jika lo tidak memperbaiki hal ini. Apakah lo pernah mengetahui jika banyak pendaki senior atau professional terlihat mengenakan baju yang berwarna cerah, atau setidaknya akan mudah terlihat saat keadaan gelap?

Hal tersebut – percaya atau tidak – akan memudahkan pencarian jika pendaki tersebut tengah tersesat. Bro, alam bebas tidak memiliki sumber cahaya tambahan jika petang sudah datang. Oleh karena itu, jika semisal lo tersesat dan mengenakan baju berwarna gelap, tentu akan lebih sulit menemukan lo dibandingkan dengan yang tersesat juga tapi mengenakan baju berwarna terang.

Nah, salah satu barang sederhana yang bisa lo bawa untuk mengecilkan resiko sulitnya diri lo ditemukan karena tersesat adalah peluit. Bawalah peluit untuk memudahkan pencarian jika lo tengah tersesat. Tapi, jika malam hari, jangan tiup peluit itu sembarang ya, takutnya – malah binatang buas yang tertarik dengan suara tersebut.

Nah bagaimana nih bro? Dari tiga kesalahan sepele di atas? Apakah lo masih sering melakukannya? Jika iya dan lo masih baik-baik saja – berterima kasihlah karena nasib lo masih baik. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pastikan lo tidak melakukan tiga jenis kesalahan sepele yang sudah dijelaskan di atas ya!

 

Source

Feature Image - blackandwhite24.com


Please login to comment
8 COMMENTS
Kristian Mustafa
April 15, 2019 at 2:08 PM

Malu bertanya,sesat dijalan.


Hengky kik
April 15, 2019 at 4:31 PM

buat para pendaki pemula buat bahan referensi dalam melakukan perjalanan ke Gunung


Amir Mahfudzi
April 15, 2019 at 9:10 PM

Info yg bermanfaat


Ilham Ridhwan Kharisma Yudha
April 16, 2019 at 10:42 PM

Nice info broh


Muhammad arifudin
April 17, 2019 at 8:19 PM

Good idea


Muhammad arifudin
April 17, 2019 at 8:19 PM

Good idea


Moch. Baydzofi Al Habib
April 25, 2019 at 11:40 PM

Nambahin, gak menguasai tanda alam (arah mata angin, mata hari terbenam, dll)


Juang Pratama
April 27, 2019 at 5:06 AM

info yang sangat bermanfaat