APR 22, 2019

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung!

Pendakian 'zero waste' tengah jadi tren yang mesti berkelanjutan di Indonesia. Tentu, hal ini dikarenakan oleh sejalannya visi misi para petualang atau pendaki yang ingin terus menjaga kelestarian spot petualangan yang didatangi! Penasaran seperti apa? Sila simak bahasan ini terus ya!


Pendakian ‘Zero Waste’ adalah salah satu tren di mana para petualang berusaha untuk tidak menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Sebelumnya, ada beberapa kasus di mana para petualang atau pendaki gunung, kedapatan tengah meninggalkan sampah dengan jumlah yang cukup besar.

Perlu lo ketahu nih bro latarbelakang dari tren pendakian ‘zero waste’ ini berasal dari jumlah sampah yang ada di spot petualangan yang makin hari makin banyak dan menimbulkan ironi yang dalam. Setidaknya, ada tiga jenis sampah yang sering sekali ditemui di spot-spot petualangan.

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung!

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung! credit: bbc.com

Tiga jenis sampah tersebut yaitu sampah plastik, botol kaca, dan bahkan aluminium dan baterai. Tiga jenis sampah ini mempunyai waktu penguraian yang lama, lho. Semisal, untuk sampah plastik, yang paling lama terurai karena membutuhkan waktu setidaknya 100-200 tahun.

Oleh karena itu, tengah digiatkan pendakian ‘zero waste’ ini. Tentu, tujuannya adalah menjaga kelestarian dari spot-spot petualangan yang ada sekarang ini. Bahkan, peringatan untuk membawa sampah turun dari pendakian gunung sudah sering sekali digaungkan dari pihak pengelola.

Semoga semakin banyak yang sadar dengan tren positif ini. Tapi, apakah lo sendiri sudah tahu apa itu pendakian zero waste? Secara sederhana – tren pendakian ini adalah cara jitu kurangi sampah di gunung.

Berdasarkan infografis yang dikeluarkan oleh phinemo – pendakian zero waste adalah cara pendaki dalam mengurangi sampah. Mereka menerapkan sistem hemat wadah plastik. Tentu, hal ini bertujuan untuk mengurangi produksi sampah plastik selama mereka mendaki gunung.

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung!

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung! credit: zerowasteadventures.com

Setidaknya, ada empat cara mudah untuk menerapkan tren pendakian zero waste ini. Penasaran bagaimana caranya? Sila simak terus bahasan kali ini ya!

Pendakian Zero Waste:

Cara Pertama – Hindari membawa cemilan yang berbungkus plastik. Lo bisa beralih untuk membawa cemilan dengan bahan yang lebih alami. Tentu, snack yang biasa lo konsumsi mempunyai rasa yang enak dan menagih.

Namun percaya jika snack tersebut tidak begitu baik untuk tubuh, terlebih pada saat kondisi tubuh lo tengah mendaki gunung. Apalagi, wadah dari snack tersebut tentu plastik yang sulit terurai. Oleh karena itu, ada baiknya lo beralih ke buah-buahan.

Membawa buah-buahan saat mendaki gunung adalah keputusan yang cukup bijak, bro. Selain menyehatkan dan membantu lo menambah energi serta mood yang baik untuk mendaki gunung, tentu lo juga mengurangi sampah plastik!

Cara Kedua – Kurangi tisu, lebih baik diganti dengan membawa serbet atau kain lap. Tisu, walau terlihat sepele, tapi ternyata juga menjadi salah satu sampah yang merugikan lingkungan spot petualangan yang lo datangi, lho.

Oleh karena itu, pastikan lo tidak menggunakan tisu, dan digantikan dengan kain lap atau serbet untuk membersihkan yang kotor-kotor ya.

Cara Ketiga – Membawa botol minum yang bisa digunakan berkali-kali. Umumnya, para pendaki yang ingin gampangnya saja – hanya akan membawa beberapa botol minuman kemasan yang terbuat dari plastik. Bro, perlu lo ketahui ya, sampah plastik adalah salah satu sampah yang paling lama terurainya.

Jika lo membawa jenis sampah itu lagi, dan banyak pendaki lain yang mengikuti cara lo tersebut, bisa dibayangkan seberapa banyak sampah botol plastik yang akan menumpuk di spot petualangan yang lo datangi. Oleh karena itu, bawalah botol minum yang bisa digunakan berkali-kali.

Cara Keempat – Belajar cara mengompos. Bro, tidak perlu membawa sampah organik lo nih. Jadi, lo perlu belajar cara membuat kompos sehingga lo tidak usah bawa balik sampah organik tersebut. Cukup mudah rasanya, tinggal gali lubang, masukan sampah organik tersebut, dan tutupi kembali lubangnya.

Dengan begitu, sampah organik lo akan terurai lebih cepat karena dibantu dengan berbagai macam organisme di dalam tanah. Nah, untuk sampah non-organik, pastikan tetap lo bawa ke bawah dan dibuang ke tempat yang seharusnya ya!

Tren mendaki dengan gaya ‘zero waste ini mesti benar-benar dijalankan, bro. Jika sudah terbiasa, dengan sendirinya lo akan takut untuk menciderai lingkungan spot petualagan yang didatangi. Percaya deh bro – naik gunung itu nagih!

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung!

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung! credit: hipwee.com

Nah, bicara soal nagihnya naik gunung, setidaknya ada lima alasan mengapa naik gunung itu jadi candu untuk para petualang. Dari infografis yang diumumkan oleh pantau.com – berikut lima alasannya:

Pertama – Kebersamaan, kebersamaan dan kekompakan bersama teman seperjalanan akan lebih terasa saat mendaki bersama.

Kedua – Belajar bertanggung jawab, seperti yang sudah banyak bahasan soal ini, mendaki gunung akan membuat lo belajar bertanggung jawab – minimal untuk diri sendiri, dan maksimal untuk kelompok pendaki lo.

Ketiga – Mendapatkan cerita baru, setiap pendakian memiliki ceritanya masing-masing. Ini yang terkadang, jadi prioritas para pendaki, selalu mencari cerita terbaru untuk dirinya.

Keempat – Membuat lo mengenal diri sendiri, percaya atau tidak bro, kalau mendaki gunung akan membuat lo benar-benar mengetahui sejati diri lo siapa. Oleh karena itu, banyak anak muda yang ingin mengetahui siapa dirinya, pasti mendaki gunung.

Kelima – Momen mendapat puncak, meski hal ini adalah bonus – tapi tentu para pendaki tidak ingin kehilangan momen saat mereka sampai ke puncak gunung tersebut.

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung!

Pendakian 'Zero Waste': Tren Petualangan Terbaru dan Deretan Alasan Nagih Naik Gunung! credit: wisataku.id

Nah, dari alasan di atas, tentu lo udah makin penasaran untuk memulai mendaki gunung, kan. Bro, berikut daftar gunung di Pulau Jawa – yang mesti lo taklukan agar mendapat predikat 7 summiteer !

Gunung Semeru               – 3.676 mdpl

Gunung Slamet                – 3.428 mdpl

Gunung Sumbing             – 3.371 mdpl

Gunung Raung                 – 3.344 mdpl

Gunung Arjuno                 – 3.339 mdpl

Gunung Lawu                   – 3.265 mdpl

Gunung Welirang             – 3.156 mdpl

Jadi, dari daftar di atas, gunung mana nih yang sudah masuk ke dalam daftar perjalanan dan petualangan lo? Kalau sudah ada, tentu – tinggal pastikan lo punya waktu luang untuk mendaki dan menaklukan puncak-puncak tertinggi di Pulau Jawa tersebut!

 

Feature Image - livezerowaste.org


Please login to comment
1 COMMENTS
Rifa Sanjaya
May 6, 2019 at 9:56 AM

Mohon maaf.. kalo bisa kata menaklukan diganti dengan menjelajah saja agar terkesan lebih bijak, karena gunung ngga pernah mungkin bisa ditaklukan