MAY 15, 2019

Problematika Antara Para Pendaki dan Pelaku Bisnis di Gunung Everest!

Gunung Everest memang merupakan kawasan pendakian yang paling terkenal di dunia. Namun apakah lo tahu kalau di gunung tersebut terdapat problematika antara pendaki dan pelaku bisnis? Penasaran? Langsung saja simak beberapa informasinya di bawah ini!


Sebagai seorang pendaki tentunya bukan kawasan atau spot yang asing lagi apabila membicarakan mengenai Gunung Everest, sebab gunung ini memang memiliki salah satu puncak yang tertinggi serta medannya pun sangat sulit untuk ditaklukan. Tak heran apabila banyak dari pendaki yang sangat mendambakan untuk bisa mencapai di puncak gunung ini bro.

Namun, baru-baru ini terjadi sebuah masalah yang akan mengganggu aktivitas serta keselamatan dari pendaki, yaitu dengan membludaknya jumlah pendaki yang ingin melakukan hobi favorit mereka. Karena memang tahun ini meruapakn musim pendakian tersibuk yang akan dihadapi oleh gunung ini. Kepadatan akan terjadi di puncak dunia tersebut.

Perlu untuk lo ketahui juga, sejak Edmund Hillary dan Tenzing Norgay melakukan pendakian pertama di gunung ini pada tahun 1953, kira-kira terdapat lebih dari 4.000 pendaki yang berhasil menaklukan puncak Everest, menurut data resmi miliki Himalayan Database.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pendakinya pun semakin menambah dan semakin tidak kekontrol. Hal tersebut pun menyababkan persaingan ketat antara kelompok penyedia jasa pendakian. Berbahaya? Tentunya, karena dengan meningkatnya jumlah pendaki berarti mampu meningkatkan risiko keselamatan yang lebih besar.

Kemacetan pun akan terjadi, bukan hanya di kota-kota besar saja ternyata yang mampu menciptakan sebuah antrian yang sangat panjang loh. Kemacetan tersebut pun diakibatkan oleh kelompok besar mendaki punggung gunung, serhingga kelompok kecil pun terpaksa untuk menunggu di tengah angina dingin dan tipisnya oksigen akan menjadi sebuah masalah yang cukup besar.

Bahkan pada tahun 2012 kemacetan besar di bawah puncak gunung ini pun sudah pernah terjadi dan tentunya dengan kejadian ini banyak kritik yang datang akan bagaimana manajemen keramaian di Nepal. Hingga menyebabkan banyak pihak yang meminta untuk pemerintah setempat untuk mengurangi jumlah izin pendakian yang diterbitkan.

Izin Pendakian yang Masih Aneh

Problematika Antara Para Pendaki dan Pelaku Bisnis di Gunung Everest!

Problematika Antara Para Pendaki dan Pelaku Bisnis di Gunung Everest! Credit: nationalgeographic.com

Pemerintah Nepal saat ini memberikan izin kepada semua yang mendaftar dan bersedia membayar US$11 ribu atau sekitar Rp 158 juta per orang untuk mendaki puncak setinggi 8.848 meter tersebut. Tentunya dengan peraturan seperti ini, akan semakin banyak pendaki yang akan terus memenuhi gunung indah ini.

Bahkan tahun ini mereka telah membagikan 378 izin pendakian, menurut data yang dikutip dari Departemen Pariwisata. Jumlah tersebut pun semakin meningkat, bilamana tahun lalu hanya sebanyak 373 izin yang keluar.

Bayangkan saja, sebagian besar dari para calon pendaki Gunung Everest memerlukan bantuan pemandu lokal untuk bisa menaklukan puncaknya, dapat dikatakan kurang lebih terdapat sekitar 750 pendaki yang akan berbarengan untuk menapaki jalan yang sama ke puncak dalam beberapa minggu mendatang.

Batasan untuk Mendaki

Problematika Antara Para Pendaki dan Pelaku Bisnis di Gunung Everest!

Problematika Antara Para Pendaki dan Pelaku Bisnis di Gunung Everest! Credit: stuff.co.nz

Dengan kejadian yang sudah sering terjadi ini, seharusnya para pengelola atau pemerintah setempat sudah mengeluarkan sebuah peraturan untuk mengurangi kuota para pendaki yang akan mendaki. Perlu untuk lo ketahui pula kalau musim semi merupakan waktu yang paling sibuk di gunung ini, karena angina yang dingin serta suhu yang menusuk tulang sudah sedikit mereda.

Meskipun begitu, musim pendakiannya pun sangat singkat, sehingga tak heran apabila akan banyak sekali pendaki yang akan berbondong-bondong untuk melakukan pendakian. Diperkirakan keramaian pun akan dimulai dalam beberapa hari mendatang dan biasanya berakhir pada akhir Mei atau minggu pertama di bulan Juni.

Masalah keamanan sendiri akan muncul ketika diakhir musim, semakin banyak pula kuota pendaki yang datang. Dan anehnya banyak dari para pendaki yang akan melakukan beragam cara untuk bisa mencapai di puncak, tanpa menyadari ada banyaknya faktor keselamatan yang patutnya mereka perhatikan.

Seharusnya Nepal sudah mulai untuk membatasi kuota para pendaki, namun mengapa hal ini belum pernah terealisasikan? Karena memang terlalu banyak uang yang dipertaruhkan dan mereka tidak dapat menolak bisnis, terlepas dari risikonya.

Bayangkan saja nih bro, Nepal sendiri telah berhasil meraoup lebih dari US$4 juta dari biaya izin mendaki Everest pada tahun 2019. Tentunya merupakan sumber pendapatan yang sangat dibutuhkan oleh negara, karena memang Gunung Everest ini sendiri merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar dari negara Nepal.

Memang merupakan sebuah dilemma yang cukup besar, namun akan lebih baik apabila keselamatan dari manusia atau kemanusiaan harus diatas segala-galanya. Jangan pernah menutup sebelah mata apabila sudah melihat peluang bisnis atau uang di depan mata tanpa memikirkan faktor lainnya yang sangat vital.

Dilansir dari cnnindonesia.com, “Ada beberapa kekhawatiran tentang kepadatan pendaki, perusahaan pendaki gunung berusaha lebih baik dalam manajemen keramaian dan bekerja bersama untuk menjadwalkan tim mereka.” Hal tersebut merupakan pengakuan dari Operator ekspedisi Dawa Steven Sherpa dari Asian Trekking.

Tetap Menjadi Tujuan Favorit

Problematika Antara Para Pendaki dan Pelaku Bisnis di Gunung Everest!

Problematika Antara Para Pendaki dan Pelaku Bisnis di Gunung Everest! Credit: explore-share.com

Gunung Everest sendiri hingga hari ini memang masih menjadi tujuan favorit bagi para pendaki berpengalaman, karena memang kalau lo sudah berada di atas puncaknya, serasa sudah menaklukan dunia loh bro, sebab banyak sekali pendaki dari berbagai sudut dunia yang berada di sana.

Bahkan sudah banyak rekor-rekor yang tercipta di gunung ini, untuk itu banyak dari para pendaki yang mencari jalur atau rute baru agar bisa memecahkan rekor atau membuat rekor-rekor lainnya. Bahkan juga ada dari para pendaki yang menganggap kalau melakukan pendakian ke gunung ini merupakan petualangan di dalam hidup mereka.

**

Jadi bagaimana bro dengan informasi seputar problematika yang ada di Gunung Everest? Semoga menjadi informasi yang berguna yaa. Teruslah bersemangat dan jangan berhenti mengeksplorasi keindahan alam yang ada di dunia. Have a nice day!

Source: cnnindonesia.com

 

 

 

 

Featured Image: /mountaintrip.com

 

 


Please login to comment
10 COMMENTS
Nadif Ahmad Hasan
May 15, 2019 at 11:12 AM

Jadi favorit karena ketinggiannya


Kristian Mustafa
May 15, 2019 at 3:11 PM

Gunung paling keren.


Tyas kubana vitaloka
May 15, 2019 at 8:22 PM

Gunung impian pendaki


Rifa Sanjaya
May 16, 2019 at 8:30 AM

Pelaku bisnisnya pun terlibat walaupun sekedar saja


Agung nugroho
May 17, 2019 at 11:17 PM

Hanya bisa berangan angan untuk ke everest


Dyastantya Ekmawanto
May 18, 2019 at 12:58 PM

Memandangnya dari dekat pun sudah senang, apalagi kalo bisa mendaki


Rizky AM
May 18, 2019 at 6:04 PM

Mantulll banget


Djedjep. Sungkono
May 19, 2019 at 9:38 AM

Nice trip.. puncak destinasi pendakian gunung


Zul Asfi Rusman
May 29, 2019 at 7:24 AM

Have a nice day


Isrinatul Malikhah
June 15, 2019 at 8:18 PM

Dinginnya kaya apa