5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa!

Kasus kematian di Gunung Everest buat para pendaki rasanya tidak begitu menakutkan lagi. Tapi, sebelum lo yang ke sana, pastikan lo mengetahui fakta menarik terkait pendakian Gunung Everest ini ya!

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa!

Siapa sih yang tidak ingin mendaki Gunung Everest? Rasanya, semua petualang, baik yang berasal dari dalam negeri sendiri atau mancanegara – mempunyai mimpi yang sama, yaitu menaklukan diri sendiri dengan bukti pencapaian ke puncak Everest.

Mengapa Gunung serta Puncak Everest begitu menggoda para petualang? Bagaimana tidak – pegunungan yang mempunyai cuaca salju ekstrem ini adalah gunung tertinggi di dunia. Siapapun yang bisa mencapai puncaknya, berarti sudah berdiri di pijakan tertinggi di dunia ini.

Oleh karena itu, banyak petualang yang melakukan apapun demi bisa sampai ke puncak tertinggi di dunia tersebut. Mulai dari latihan fisik yang keras, mental – sampai persiapan keuangan demi bisa sampai ke sana.

Nah, bicara soal persiapan keuangan, memang – untuk bisa sampai ke puncak tertinggi di dunia itu, tidak semata-mata semudah membalikan telapak tangan. Cukup mahal, dan mungkin tidak begitu masuk akal untuk beberapa orang awam yang mengetahui berapa harga pendakian Gunung Everest.

Tidak heran, cukup mahalnya pendakian Gunung Everest menjadi salah satu kendala besar bagi tiap petualang yang punya mimpi untuk pergi ke sana. Namun, dibalik setiap masalah, pasti ada solusinya. Salah satu solusi untuk hal ini adalah: paket perjalanan murah.

Paket perjalanan murah – terutama untuk pendakian Gunung Everest banyak sekali ditawarkan oleh agen travel di luar sana. Hal ini sempat menjadi solusi bagi mereka yang mengklaim mendaki Gunung Everest tidak semahal yang dihitung-hitung sebelumnya.

Sayang, solusi ini ternyata tidak bertahan lama, atau lebih buruknya – solusi ini hanya mendatangkan masalah lain. Masalah lain yang timbul dari hal ini adalah kematian. Seram ya? Jangan heran, mendaki Gunung Everest bisa disebut-sebut hanya mengantarkan nyawa untuk sampai ke nirwana lebih cepat.

Bagaimana tidak – pendakian Gunung Everest adalah salah satu perjalanan serta petualangan yang ekstrem. Cuaca yang tidak menentu bahkan bisa lebih buruk dari yang lo duga, trek pendakian yang berbahaya serta antrean panjang menuju pendakian tersebut.

Lho? Mengapa ada antrean panjang menuju pendakian Gunung Everest. Antrean panjang ini – percaya atau tidak dikarenakan oleh iklan “paket pendakian Gunung Everest yang murah dan lengkap”. Sayangnya, iklan ini malah membawa maut untuk beberapa orang.

Dilansir dari Kumparan Travel – setidaknya sudah ada 11 orang yang tewas pada musim pendakian di tahun 2019 ini. Dua nyawa terakhir, satu pendaki dari Amerika Serikat dan satu lagi dari India – harus meregang nyawa karena mereka terlalu lama antre untuk mendaki gunung tertinggi tersebut.

Mengapa sebuah antrean untuk mendaki gunung saja bisa menyebabkan kematian?

Secara umum, perlu lo ketahui juga kalau untuk bisa mencapai puncak Gunung Everest perlu persiapan yang benar-benar matang. Nah, karena musim pendakian di kuartal kemarin ini digandrungi banyak pendaki yang sudah membayar murah ke agen travel bodong, untuk mendaki puncaknya – mesti mengantre.

Menyedihkan memang. Dua pendaki asal Amerika dan India tersebut antre berjam-jam untuk mencapai Puncak Everest. Dalam antrean panjang tersebut, mereka kehabisan oksigen untuk bernafas. Perlu lo ketahui, pendakian Gunung Everest adalah zona kematian karena setiap hirupan nafas, oksigen yang lo terima hanya sepertiga yang biasa dikonsumsi. Ditambah cuaca ekstrem dan – good bye.

Terkait berita kematian pendaki Gunung Everest tersebut, setidaknya ada lima fakta yang terkandung di tanggapan seorang Sherpa. Belum tahu apa itu Sherpa? Sherpa adalah warga atau masyarakat sekitar Everest yang sudah sangat terbiasa dengan segala kondisi di gunung tertinggi tersebut.

Mereka adalah bagian dari ekspedisi lo ke sana. Hampir tidak mungkin lo tidak akan meminta bantuan kepada para Sherpa. Sherpa akan membantu membawakan peralatan pendakian lo, sekaligus menjadi pemandu terbaik yang akan pernah lo punya.

Ada seorang Sherpa yang mencetak rekor 24 kali mendaki Gunung Everest. Namanya Kami Rita. Kami Rita sebagai seorang Sherpa, punya beberapa tanggapan menarik terkait kematian para pendaki sebelum mencapai Puncak Everest.

Paket Murah Pendakian Gunung Everest

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa!

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa! credit: travelingyuk.com

Kami Rita menyatakan bahwa kematian pendaki di Gunung Everest memang mengandung banyak faktor, tapi setidaknya ada faktor dari pemilihan paket murah pendakian gunung tertinggi tersebut. Ia menjelaskan kalau lo hanya disuruh membayar 20 ribu-30 ribu  dollar Amerika Serikat saja, sedangkan biaya izin pendakiannya bisa mencapai 11 ribu dollar Amerika sendiri – apa yang lo harapkan dari harga semurah itu?

Membayar Sherpa, pemandu, dan botol oksigen tidak akan semurah paket-paket yang menggoda seperti itu. Kami Rita bahkan tidak habis pikir mengapa ada pendaki yang rela membayar murah dan tidak ingin membayar lebih ke perusahaan ekspedisi yang berkualitas dengan pemandu atau Sherpa yang berpengalaman.

Antrean Padat di Pendakian Gunung Everest

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa!

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa! credit: kathmandupost.ekantipur.com

Ini bukan titik masalahnya. Kami Rita menjelaskan kalau kepadatan yang terjadi di jalur pendakian menuju Puncak Gunung Everest beberapa waktu lalu bukanlah hal yang baru. Kepadatan pendakian Gunung Everest adalah hal yang normal.

Kami Rita menyatakan kalau kemacetan dalam pendakian tersebut tidak membunuh orang, tetapi pemandu yang tidak berpengalaman dari paket pendakian murah yang tidak dapat membantu banyak jika terjadi sebuah kesalahan dalam pendakian tersebut.

Cuaca Super Ekstrem di Gunung Everest

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa!

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa! credit: trave.detik.com

Tidak menyalahkan kondisi alam di Gunung Everest, tapi cuaca super ekstremnya adalah salah satu pembunuh paling berbahaya jika lo melakukan pendakian di sana. Cuaca di sana hampir tidak bisa diprediksi.

Terkadang bisa terang dan tenang – tapi bisa berubah menjadi badai dengan sangat mendadak. Oleh karena itu, gunung tertinggi yang mencapai lebih dari 8.000 mdpl ini dikenal sebagai zona kematian. Belum lagi ditambah dengan jalur pendakian yang tidak ramah sama sekali.

Pendaki Keras Kepala dan Tidak Kooperatif

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa!

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa! credit: voaindonesia.com

Menurut Kami Rita, terlepas dari cuaca yang ekstrem serta jalur pendakian yang berbahaya – pendaki yang keras kepala dan tidak kooperatif juga menjadi salah satu penyebab para petualang mati di sana. Tanpa memperhatikan situasi di sekitarnya dan tidak mengindahkan peringatan para Sherpa atau pemandu, mereka bisa terjebak di kondisi yang tidak mengenakan dan menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, Kami Rita juga menyatakan kalau pemandu serta Sherpa yang berpengalaman, akan tidak segan-segan untuk mengingatkan dengan keras, memarahi bahkan kalau perlu sampai menampar para pendaki akan bahaya yang akan dihadapinya nanti.

Izin Pendakian, Pemeriksaan Kesehatan yang Ketat

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa!

5 Fakta Mengejutkan Pendakian Everest Berdasarkan Tanggapan Kami Rita Sherpa! credit: surabayapagi.com

Dengan berbagai kasus kematian pendaki yang ada di Gunung Everest, maka pemerinta setempat berencana untuk membatasi jumlah izin pendakian di gunung tertinggi tersebut. Bahkan, tidak hanya itu, biaya pendakian pun akan dinaikan.

Selain itu, pemerintah setempat juga akan mendirikan pemeriksaan kesehatan yang wajib serta ketat di basecamp yang ada di Everest. Pemeriksaan tersebut akan ketat agar tidak ada lagi kasus kematian karena kesehatan pendaki yang terganggu.

Mengagetkan dan menarik kan beberapa fakta serta tanggapan Kami Rita yang sudah diceritakan di atas? Buat lo yang bermimpi untuk mendaki Gunung Everest, sebaiknya perhatikan hal-hal di atas. Jangan sampai pergi sehat tapi pulang tidak selamat.

Keselamatan adalah hal terpenting bro. Oleh karena itu, jangan mudah untuk percaya dengan harga murah serta paket pendakian atau wisata yang tidak masuk akal soal harganya.

 

Source – Kumparan Travel

Feature Image – CNN Indonesia

Wilderness Extreme hiking climbing solo traveling solo backpacker

6 COMMENTS

SHARE
gunung everest
Nice Info
Sangat membantu infonya
info bermanfaat.
Serem juga
gunung everest ...kesana kuy