JUN 16, 2019

3 Jenis Jaket Gunung yang Mesti Para Pemula Ketahui Sebelum Mulai Pendakian!

Cuaca ekstrem serta kondisi yang bisa berubah-ubah tiap saat adalah hal menantang yang akan dihadapi para pendaki gunung. Eits, kalau sudah tahu jenis jaket gunung mana yang cocok dengan kondisi-kondisi tersebut, lo akan aman-aman saja bro! Simak bahasan kali ini untuk tahu jenis-jenis jaket gunungnya!


Insiden atau hal-hal yang tidak diinginkan di dalam pendakian gunung kerap menghantui para pendaki. Mulai dari terjatuh atau tersesat dari jalur pendakian yang berbahaya, kehabisan tenaga saat mendaki tebing terjal, sampai kedinginan karena cuaca ekstrem.

Kedinginan di cuaca ekstrem adalah hal yang lumrah terjadi saat pendakian gunung. Hal tersebut cukup berbahaya karena di beberapa kasus belakangan kedinginan di pendakian gunung bisa menyebabkan kematian. Tapi, tentu hal tersebut ada langkah antisipasinya.

Salah satu langkah antisipasi agar para pendaki gunung tidak hipotermia adalah pemilihan jaket gunung yang tepat. Sayang, di beberapa kasus kedinginan di pendakian gunung yang menyebabkan kematian disebabkan oleh para pemula yang kurang mengetahui jenis jaket gunung yang tepat.

Masih banyak para pemula yang belum mengetahui jenis jaket gunung yang tepat untuk mereka kenakan ke gunung-gunung yang mereka akan daki. Oleh karena itu, dibahasan kali ini – buat lo para pemula, akan mengulas soal jenis-jenis jaket gunung yang tepat untuk tiap kondisi.

Sebenarnya, dengan teknologi serta perkembangan pakaian perlengkapan mendaki gunung, jenis-jenis jaket gunung makin mudah diketahui. Eits, buat lo yang sudah penasaran dengan jenis-jenis jaket gunung ini, sila simak bahasan kali ini ya!

Bro, buat lo yang masih pemula atau baru akhir-akhir ini menggeluti dunia pendakian gunung, mesti lo ketahui kalau secara umum, setidaknya ada tiga jenis jaket gunung yang biasa dikenakan para pendaki. Tiga jenis jaket gunung yaitu tahan air, tahan angin, dan hangat.

Jenis Jaket Gunung: Tahan Air – Waterproof

3 Jenis Jaket Gunung yang Mesti Para Pemula Ketahui Sebelum Mulai Pendakian!

3 Jenis Jaket Gunung yang Mesti Para Pemula Ketahui Sebelum Mulai Pendakian! credit: buttonbubs.co.nz

Hujan serta badai atau cuaca ekstrem sejenis yang bisa saja terjadi di tiap pendakian tidak akan jadi masalah besar untuk para petualang kalau lo mengenakan jenis jaket gunung yang tahan air atau waterproof.

Pendaki konvensional biasanya mensiasati cuaca hujan atau ekstrem sejenisnya dengan membawa jaket ponco yang anti air juga. Sayang, dengan membawa dua jenis jaket atau lebih akan menyusahkan lo nantinya karena beban bertambah.

Jenis jaket gunung tahan atau anti air ini mempunyai lapisan penahan air agar tidak masuk dengan mudah ke badan. Lapisan penahan air ini kurang lebih terinspirasi dari daun talas. Air di daun talas pasti tidak akan membasahi daun tersebut.

Jenis bahan jaket gunung yang anti air terkini adalah gore-tex. Dengan bahan ini, lo akan pede untuk terus menembus hujan di dalam pendakian. Bahan ini diklaim cukup kuat untuk menahan air agar tidak masuk ke dalam badan saat hujan deras sekalipun.

Bahan gore-tex sendiri mempunyai tiga jenis lainnya. Jenis gore-tex yang bisa lo ketahui adalah gore-tex standar, gore-tex aktif dan gore-tex pro. Kalau yang standar, lo bisa gunakan untuk harian. Gore-tex aktif dan gore-tex pro bisa lo gunakan di perjalanan dan petualangan yang memakan waktu cukup panjang.

Nah, yang mesti lo perhatikan dengan teliti jika ingin membeli jaket gunung yang tahan air atau waterproof ini adalah jahitan-jahitan di tiap bagiannya. Memang, lapisan luarnya sudah dijamin tidak akan tertembus air yang menerpa badan.

Namun, biasanya – kelemahannya ada di jahitan-jahitan bagian tertentu. Oleh karena itu, pastikan lo meneliti terlebih dahulu, jahitannya apakah rapi dan kuat untuk membantu lo terus bergerak di alam bebas walau hujan deras.

Oh iya, karena jaket waterproof ini jelas berbeda dari pada jenis jaket lainnya, pastikan lo mengetahui cara merawatnya ya. Untuk membersihkan jenis jaket gunung yang satu ini tidak perlu menggunakan detergen, lho. Cukup bilas dengan air biasa saja atau sampo.

Jika sudah dibilas dan dibersihkan – keringkan dengan jemur jaket gunung yang satu ini di tempat yang teduh. Tidak perlu di tempat yang kena sinar matahari secara langsung, bro. Lalu, jenis jaket gunung yang satu ini tidak perlu dilipat jika ingin disimpan. Cukup digantungkan saja.

Jenis Jaket Gunung: Tahan Angin – Windproof

3 Jenis Jaket Gunung yang Mesti Para Pemula Ketahui Sebelum Mulai Pendakian!

3 Jenis Jaket Gunung yang Mesti Para Pemula Ketahui Sebelum Mulai Pendakian! credit: t3.com

Nah, karena namanya mirip – kadang para pemula hampir tidak bisa membedakan mana yang mesti dipakai, antara jaket gunung waterproof atau windproof. Buat jaket gunung tahan air, biasanya para petualang mengenakannya saat pendakian dan pas musim hujan.

Tapi, kalau musim kemarau, sila kenakan jenis jaket gunung tahan angin atau windproof. Secara spek, lapisan yang ada di jaket gunung yang satu ini mirip-mirip dengan jenis jaket gunung sebelumnya. Namun, perbedaanya adalah lapisannya lebih licin.

Jaket gunung ini juga cocok lho buat aktivitas harian. Semisal untuk latihan lari, bersepeda, atau juga touring pakai motor gede lo. Ditambah, model dari jaket gunung tahan angin ini cukup variatif sehingga lo bisa pilih-pilih yang mana yang bisa bikin lo makin kece!

Jenis Jaket Gunung: Warm Up

3 Jenis Jaket Gunung yang Mesti Para Pemula Ketahui Sebelum Mulai Pendakian!

3 Jenis Jaket Gunung yang Mesti Para Pemula Ketahui Sebelum Mulai Pendakian! credit: bitmarts.com

Seperti yang sudah disebutkan di atas sebelumnya kalau musim kemarau adalah salah satu musim yang membawa udara dingin ekstrem di pendakian gunung, terlebih jika lo sudah sampai di puncak gunungnya. Oleh karena itu, jenis jaket gunung warm up adalah salah satu solusinya.

Tidak sama dengan dua jenis jaket gunung sebelumnya, jaket yang satu ini mempunyai bahan wool dan fleece yang bisa memberikan rasa hangat untuk tubuh dalam pendakian gunung. Namun, kekurangan dari jaket gunung yang satu ini adalah mudah basah jika terkena air.

Oleh karena itu, cukup jarang sih para petualang dan pendaki memilih jenis jaket gunung yang satu ini karena kekurangannya tersebut.

Nah bagaimana nih bro? Sudah cukup jelas kan buat lo para pemula untuk mengetahui akan mengenakan jenis jaket gunung yang mana sesuai dengan kondisi serta musim pendakiannya? Kalau iya, langsung saja tandai waktu kosong lo untuk mulai lagi petualangan dan pendakian gunung lo!

 

Source – Phinemo

Feature Image – mountainphotographer.com


Please login to comment
14 COMMENTS
Fajar Satritama
June 16, 2019 at 8:34 AM

Nice info bro


Rifa Sanjaya
June 16, 2019 at 2:19 PM

Sesuaikan jaket dgn kondisi perjalanan jg


Jefri Sani
June 16, 2019 at 2:35 PM

Yg blm ada itu jaket anti-lapar bro


Ricko Pratama Putra
June 16, 2019 at 11:09 PM

Makasih Infonya


Resatya Oktafitullah SAV
June 17, 2019 at 1:37 AM

Mantaps kalo ini


Kristian Mustafa
June 17, 2019 at 7:47 AM

Berguna banget infonya untuk yg sering traveling.


anjas zulkifli
June 17, 2019 at 10:43 AM

klo adventure lebih baik pakaijaket yg waterprof gan..


Ardhi Prabowo
June 17, 2019 at 10:46 AM

sangat berguna info nya


Nadif Ahmad Hasan
June 17, 2019 at 11:45 AM

Thanks infonya


Amanda Widyanti I
June 17, 2019 at 1:47 PM

nice info


Frida Fatah
June 18, 2019 at 8:09 AM

nice info, jadi bisa persiapan kondisi perjalanan dengan jaket apa yang akan dipakai. . .


Hendy Nugroho
June 20, 2019 at 6:03 AM

Thx infonya


Agung nugroho
June 21, 2019 at 8:33 AM

Nice info, sangat membantu


Yohhanes Bowo
June 21, 2019 at 1:53 PM

nice information bro!