JUL 10, 2019

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk?

Sebaiknya lo laporkan saja ke pihak berwajib jika ada traveler mancanegara meminta-minta uang untuk membiayai perjalanan mereka ya. Begpacker cukup menjadi momok yang mengkhawatirkan bro. Ingin lebih jelas mengetahui soal begpacker? Sila simak bahasan kali ini!


Seseorang yang sudah memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan, tentu sudah mengatur keuangan yang akan mengakomodir keadaan dan keberadaannya di spot petualangan yang dituju. Sayangnya, kondisi tetiba kehabisan uang di tengah perjalanan adalah hal buruk yang bisa diterima oleh petualang mana saja.

Sudah menjadi pemandangan umum kalau ada turis yang kehabisan uang, lalu mencoba menjual jasa, atau bahkan meminta-minta di jalan. Pemandangan ini bisa lo temukan di Thailand. Di sana, cukup banyak para petualang mancanegara, yang kehabisan uang dan jadi begpacker.

Apa itu begpacker? Apakah lo masih asing dengan istilah ini? Tenang bro – lo sudah di halaman yang tepat untuk mengetahui istilah tersebut.

Mengenal Istilah Begpacker

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk?

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk? credit: twentytwowords.com

Begpacker – sebuah julukan atau mode petualang, hal ini yang mesti ditelisik lebih dalam. Kalau dari situs qz.com – menyatakan kalau begpacker ternyata sebuah fenomena, yang menunjukan kalau kemiskinan yang palsu adalah sebuah status baru untuk para petualang.

Argumen tersebut berkaitan dengan latarbelakang yang sudah disebutkan di atas sebelumnya. Seseorang yang sudah siap untuk melakukan perjalanan atau petualangan – tentu, sudah menyiapkan budget untuk mengakomodir dirinya, tapi kenapa malah mengemis di negeri tetangga?

Percaya atau tidak, begpacker adalah salah satu fenomena yang sekarang ini malah terkesan jadi mode petualangan baru. Namun, para petualang yang mengemis – atau setidaknya menjual jasa seperti melukis, memotret atau hal lainnya adalah hal yang baru di Indonesia.

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk?

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk? credit: hipwee.com

Tidak hanya di Thailand, turis-turis atau petualang mancanegara beberapa kali terlihat di Bali juga menjadi begpacker. Mereka berusaha menutupi kekurangan dari budget petualangan yang habis entah buat apa dengan mengemis atau menawarkan jasa memotret atau menggambar.

Begpacker Juga Ada di Bali

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk?

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk? credit: kumparan.com

Walau menurut mereka hal ini sah-sah saja – namun buat peraturan daerah, hal ini tentu tidak lumrah. Mana ada sih petualang akhirnya mengemis untuk mencukupi kebutuhan mereka di negeri yang mereka datangi. Cukup aneh untuk masyarakat Indonesia.

Selain aneh – terkait dengan aturan daerah – di Indonesia sendiri para pengemis saja dikumpulkan untuk diberi pelatihan agar mendapat pekerjaan yang pantas, singkatnya – begpacker adalah sesuatu yang illegal.

Tapi ada hal menarik yang sudah diberi garis tebal di bahasan yang ada di Medium. Terkait para begpacker – mereka menganggap apa yang mereka lakukan sah-sah saja. Tahu mengapa? Mereka pikir hal tersebut adalah hal istimewa para kulit putih.

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk?

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk? credit: kaskus.co.id

Cukup menjengkelkan memang dibacanya – tetapi setidaknya argumen di atas cukup masuk akal melihat makin merajalelanya mereka untuk melakukan minta-minta di negara yang mereka datangi. Oleh karena itu, di Bali – pemerintah setempat mempunyai cara sendiri untuk mengingatkan mereka.

Dari situs news.com.au – menyatakan kalau pemerintah setempat di Bali sudah capai dengan ulah para begpacker yang terus mengulangi perbuatan mereka. Yang pemerintah setempat khawatirkan adalah ketidaknyamanan yang mereka munculkan untuk para petualang lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah setempat di Bali akan melaporkan mereka ke masing-masing negaranya melalui kedutaan. Dari situ – pemerintah setempat Bali berharap turis-turis yang kehabisan uang itu bisa dapat bantuan dari negaranya masing-masing untuk pulang ke tempat asalnya.

Lembaga Imigrasi Sudah Bergerak!

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk?

Tren Begpacker Menggeliat di Mana-Mana: Pertanda Baik atau Buruk? credit: adventure.com

Tidak hanya pemerintah daerah di Bali saja yang berusaha untuk mengembalikan para begpacker ke negara masing-masing, tapi sekarang ini lembaga legal Indonesia seperti imigrasi – sudah bergerak dan mengambil langkah-langkah tegas untuk menangani mereka-mereka ini.

Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM sudah memberikan himbauan pada masyarakat Indonesia jika melihat wisatawan atau traveller mancanegara yang mengamen, meminta uang atau menawarkan jasa dan sejenisnya – untuk melaporkan ke pihak yang berwajib.

Dari pihak berwajib – nantinya akan diteruskan ke kantor imigrasi terdekat dan langsung dikoordinasikan dengan negara asal turis atau traveller mancanegara itu. Selain langkah tersebut – imigrasi juga akan memintakan tiket pulang pergi untuk mengantarkan mereka yang nantinya akan bekerja sama dengan Tim Pengawas Orang Asing – Tim Pora.

Begpacker: Tren Buruk Petualangan

Setujukah lo dengan sub judul di atas? Walau bagaimana juga – ternyata begpacker adalah salah satu warna dari banyak gaya petualangan yang bisa lo terapkan. Namun, perlu lo ketahui juga kalau begpacker adalah salah satu gaya traveling yang beresiko tinggi.

Oleh karena itu, beberapa petualang menganggap kalau begpacker adalah salah satu gaya traveling yang buruk. Hal ini akhirnya menjadi sebuah peringatan untuk lo semua para traveller agar lebih pintar dan teliti untuk mengatur keuangan.

Jangan sampai kehabisan dan lo mesti meminta-minta serta melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan di daerah tersebut. Pastikan perhitungan lo sudah matang – dan budget travel lo cukup untuk mengakomodir keberadaan lo di spot petualangan yang akan dituju.

 

Feature Image – coconuts.co


Please login to comment
24 COMMENTS
Nahrul Hayat
July 10, 2019 at 4:45 PM

Thanks infonya bro


M.Iksan rosad
July 10, 2019 at 5:22 PM

irit ongkos min.. nice info


Nadif Ahmad Hasan
July 10, 2019 at 7:42 PM

Traveler dhuafa


dephy
July 10, 2019 at 9:22 PM

ternyata wisatawan asing ada juga yang kayak gitu,,baru tau malahan


Mustofah
July 10, 2019 at 10:34 PM

Ooo gitu


Rio Fernandez
July 10, 2019 at 11:38 PM

????????????


Rio Fernandez
July 10, 2019 at 11:39 PM

Mantab infonya


Ikbal Travel
July 11, 2019 at 12:18 AM

Paraaaah


Firman hadi susanto
July 11, 2019 at 5:35 AM

berpetualang tidak melulu tentang banyaknya uang, melihat kebon belakang rumah saat sunset juga bagian dari berpetualang,tergantung kamera apa yang kita gunakan..hehee


Hari Tristiyanto
July 11, 2019 at 6:10 AM

Positif thinking aja dah


anjas zulkifli
July 11, 2019 at 7:50 AM

thanks info


agung
July 11, 2019 at 8:10 AM

tergantung dr mn dilihat ya


Abdul Azis
July 11, 2019 at 9:48 AM

Nice info...


Peni heryawan
July 11, 2019 at 10:03 AM

Thanks infonya


Dyastantya Ekmawanto
July 11, 2019 at 10:09 AM

Yaa positif thinking aja bro


Ricko Pratama Putra
July 11, 2019 at 12:25 PM

Makasih Infonya


Wafiroel N
July 11, 2019 at 1:24 PM

malah bikin malu kyaknya


Mustofah
July 11, 2019 at 2:44 PM

ooooooooooooooooooooooooooo


Yuniarto
July 12, 2019 at 1:29 PM

Perlu di Perhatikan nih


Mustofah
July 14, 2019 at 11:07 AM

ooooooooooooooooooooooooooo


Jokerjoo
July 14, 2019 at 11:13 AM

Oooooo gituuuu


Gilang Ramadhan
July 14, 2019 at 7:47 PM

Irit ongkos bisa kemana mana


Resatya Oktafitullah SAV
July 15, 2019 at 3:01 AM

Posthing aja


Gilang Agis Saputra
July 15, 2019 at 9:35 AM

Thanks infonya