Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis

Mini analisis kali ini tidak rumit bro - hanya memberikan lo gambaran bagaimana gradasi tujuan dari traveling dari waktu ke waktu. Ingat - bahasan ini tidak mencari mana yang salah atau yang benar. Ini hanya deskripsi soal tujuan dari traveling!

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis

Banyak sekali yang bisa dengan mudah dan secara umum menjelaskan apa itu traveling. Dari penjelasan umum tersebut, biasanya terbersitlah sebuah kemauan untuk segera menyisihkan uang untuk berangkat traveling. Memang lo sudah tahu tujuan dari traveling itu apa?

 

Kalau hanya sekedar jalan-jalan, rasanya tidak mesti sekali lo mendaki gunung tertinggi di Indonesia atau bereksplorasi di hutan-hutan belantara Indonesia yang terkenal luas – bahkan saking luasnya sampai mendapatkan predikat salah satu paru-paru dunia karena produktivitas oksigennya yang masif.

 

 

Traveling punya arti yang sangat luas bro. Termasuk dari tujuannya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika menurut lo traveling tujuannya hanya jalan-jalan saja – menyusuri sudut-sudut kota pun sudah bisa dibilang traveling.

 

Eits, tidak ada yang salah – semuanya benar. Semuanya bisa disebut dengan traveling. Namun, ada gap atau sebuah perbedaan mana traveling dengan tujuan, dan mana traveling yang tanpa tujuan. Mari mengulang pertanyaan sebelumnya: Apakah lo sudah tahu tujuan dari traveling itu apa?

Kalau belum tahu, mari sama-sama dibongkar kalau sebenarnya – terkait dengan perkembangan zaman serta teknologi yang semakin maju – tujuan dari traveling sedikit demi sedikit mengalami gradasi atau perubahan.

 

Perubahan yang terjadi – atau gradasi tujuan dari traveling jika dilihat dari beberapa waktu tahun yang lalu dan dibandingkan dengan yang sekarang: cukup signifikan. Percaya atau tidak, traveling yang dilakukan oleh petualang terdahulu, akan cukup berbeda dengan traveling yang dilakukan oleh millennial sekarang ini.

 

Tapi sekali lagi ya bro, perbedaan ini bukan untuk mencari siapa yang salah atau siapa yang benar. Mini rangkuman dari analisis kecil ini hanya akan menunjukan kepada lo sebagai petualang – kalau tujuan dari traveling bisa bermacam-macam – layaknya warna dari palet lukisan.

 

Sudah siap untuk menyimak bahasan ini lebih dalam? Eits santai dulu, mendingan lo sekarang seduh kopi, siapkan cemilan serta kudapan dan teman lainnya agar lo tetap nyaman untuk membaca dan meneliti tiap topik yang dituliskan di bahasan kali ini.

 

Traveling: Katanya Punya Manfaat Besar Untuk Kehidupan

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis. credit: eastwestbank.com

 

Apakah benar begitu?

 

Bro, traveling tuh cuma buang-buang uang saja ya! – sepertinya lo mesti menjaga jarak dengan orang-orang yang punya anggapan seperti itu. Mungkin, dia belum pernah berada di padang Edelweiss atau belum pernah melihat sunrise serta sunset dari puncak gunung tertinggi.

 

Terkait dengan pernyataan di atas, traveling tidak untuk membuang uang saja. Banyak sekali tujuan traveling bisa dikaji dan ternyata punya manfaat besar untuk kehidupan lo. Makanya – untuk melawan pernyataan di atas sila beri ini: Katanya, yang suka traveling – umurnya lebih panjang!

 

Seperti yang dilansir dari situs phinemo.com – setidaknya traveling mempunyai 6 hal yang bisa jadi tujuan tiap travelernya. Mari ditelisik satu per satu:

 

Pertama: Meredakan Stress. Udara segar, pepohonan yang rindang, serta gemericik suara air terjun atau deburan ombak pantai adalah hal-hal yang bisa lo dapatkan saat traveling. Hal-hal tersebut juga terbukti bisa meredakan tekanan yang tengah hadir di dalam hidup lo.

 

Oleh karena itu, banyak traveller yang melakukan traveling bertujuan untuk meredakan stress yang tengah hinggap di dalam diri mereka.

 

Kedua: Jauh Dari Penyakit. Percaya atau tidak kalau ternyata traveling adalah aktivitas yang menyehatkan dan bisa menjauhkan diri lo dari berbagai macam penyakit. Wajar saja, agar traveling lo berjalan lancar – lo mesti menyiapkan fisik yang fit agar bisa bereksplorasi ke manapun lo mau.

 

Ketiga: Bersosialisasi. Buat sebagian petualang atau traveller – terkadang mereka menjadikan kegiatan travelingnya sebagai ajang bersosialiasi dengan traveller lainnya atau masyarakat pada umumnya. Hal ketiga ini cukup sehat untuk pikiran dan hati lo, bro!

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis. credit: travelmarketreport.com

 

Keempat dan Kelima: Menambah Wawasan serta Pengalaman Hidup yang Baru. Mayoritas traveller menjadikan hal keempat dan kelima ini menjadi tujuan utama mereka kenapa melakukan petualangan. Hal ini tentu masih pada tingkatan yang umum.

 

Keenam: Mencari Jati Diri serta Kepemimpinan. Percaya atau tidak – beberapa traveller menjadikan hal ini sebagai tujuan mereka melakukan petualangan. Tentu hal ini terkait erat sekali dengan yang namanya idealisme, which is good.

 

Cukup Untuk Tujuan ‘Umum’

Mari Bongkar Tujuan Traveling Sekarang Ini!

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis. credit: travelwireasia.com

Cukup mengagetkan memang, tapi mesti diakui – millennial atau anak muda sekarang ini melakukan traveling ternyata hanya demi memiliki konten media sosial agar mendapatkan atensi yang masif!

 

Hal ini diungkapkan oleh Trinity – penulis dari buku traveling yang populer – The Naked Traveler, mengungkapkan kalau traveling zaman sekarang terkadang hanya demi memiliki konten yang menurut mereka – ikonik.

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis. credit: forbes.com

Padahal, tujuan traveling – seperti yang sudah disebutkan sebelumnya di atas, banyak sekali yang terlihat lebih ‘bermanfaat’ ketimbang hanya untuk mendapatkan konten yang terkait dengan perkembangan teknologi zaman sekarang.

 

Menurut Trinity – tidak salah, namun sebenarnya lo punya banyak waktu dan energi untuk mengeksplorasi spot petualangan yang lo datangi untuk menambah wawasan serta pengalaman hidup yang baru – tidak hanya untuk konten media sosial saja.

 

Namun – hal ini pun tidak salah. Sekali lagi, tujuan bahasan kali ini hanya untuk menunjukan bagaimana gradasi warna dari berbagai tujuan para petualang untuk traveling – sampai bermacam-macam seperti itu. Selain untuk memiliki konten bagus untuk media sosial – ada tujuan lain yang sebenarnya menjadi esensi setiap traveling lo.

 

Traveling Bukan Untuk Menemukan Siapa Diri Lo,

Tapi Untuk ‘Kabur’ Dari Realita yang Tengah Lo Hadapi

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis. credit: glpfilms.com

Brianna Wiest – terima kasih karena lo sudah memberikan sebuah ide tulisan yang ciamik di medium.com. Mungkin ide tulisan ini cukup terkait dengan poin pertama atau tujuan pertama dari traveling secara umum yang sudah dijelaskan sebelumnya: meredakan stress.

 

Brianna mempunyai ide yang cukup menarik. Perhatikan: Traveling membantu lo untuk melupakan sejenak apa yang sudah menjadi tanggung jawab serta berbagai hubungan yang komplikasi serta rumit terkait dengan kehidupan.

Apakah ini juga terjadi dalam tujuan lo untuk traveling?

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis

Gradasi Perubahan Tujuan Dalam Traveling: Sebuah Mini Rangkuman Analisis. credit: hosteltraveler.com

Cukup esensial kalau ide dari Brianna ini dapat membelalakan mata dan pikiran lo. Dan memang benar. Sebagian traveller millennial – menyatakan kalau traveling yang ia lakukan semata-mata untuk melupakan masalah atau ‘kabur’ sementara dari realita yang ada.

 

Brianna juga menyatakan kalau hal ini tidak salah – namun perlu lo ingat bahwa ‘kabur’ sementara hanyalah istirahat sejenak dari hadapan realitas yang mesti lo hadapi jika lo sudah kembali dari perjalanan atau traveling tersebut.

 

Benar? Semua benar dan tidak ada yang salah.

 

Lihat – bagaimana tujuan traveling begitu berwarna. Gradasi tujuan tersebut bagaikan palet lukisan yang penuh dengan warna-warna yang dibutuhkan untuk menggambarkan sesuatu. Ternyata traveling cukup rumit ya? TIDAK BRO – traveling tidak rumit karena hanya diri lo yang bisa menyatakan itu rumit atau tidak!

 

 

Kalau memang tidak rumit – tidak akan jadi rumit kok. Wah bagaimana nih? Apakah lo setuju dengan rangkuman dari mini analisis di atas?

 

Feature Image – jogjainside.com

In Depth Beginner

12 COMMENTS

SHARE
Wafiroel N
Betul.. jangan memperumit
Mustofah
Mantappp infonya
Ricko Pratama Putra
Makasih infonya
Hari Tristiyanto
Kayaknya yg kabur dr realita nih yg pas
Nadif Ahmad Hasan
Mantap mantap
Iksan
mantap sekali gan
Wanda Prawira
keren pake banget
Jokerjoo
ooooooooooooooooooooooooooo
Hari Tristiyanto
Tips yg baik ...
Isrinatul Malikhah
Betul banget nih