Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya

Overtourism jadi momok yang mesti dipikirkan agar tidak terjadi di spot petualangan dan destinasi wisata di Indonesia, nih. Bagaimana menurut lo soal yang satu ini, bro?

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya

Sepertinya hukum atau aturan ‘sesuatu yang berlebihan itu tidak baik’ juga berlaku di dunia travel. Terlalu banyak traveling di dalam hidup lo mungkin tidak begitu terdengar buruk – namun hidup butuh keseimbangan, bro! Lalu, bagaimana dengan destinasi yang terlalu sering dikunjungi?

Sepertinya hampir tiap tahun Indonesia diwarnai oleh berbagai laporan yang berisi destinasi atau spot petualangan rusak karena kebanyakan dikunjungi. Yang sempat viral pada saat itu adalah kebun bunga yang ada di Yogyakarta.

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya. credit: kompas.com

Baru saja mekar secara merata – kebun bunga yang katanya fotogenik itu diserbu oleh banyak traveller tidak bertanggung jawab. Mulai dari sembarang berfoto – sampai tidak peduli bunganya terinjak-injak. Alhasil, kebun bunga tersebut tutup beberapa saat untuk pemulihan.

Lain halnya dengan Gunung Semeru. Salah satu gunung yang paling gagah di Indonesia ini sempat jadi korban para traveller tidak bertanggung jawab. Saking banyaknya traveller dan para pendaki yang datang ke sana, sampah berserakan di mana-mana.

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya. credit: kompasiana.com

Tidak hanya di basecamp kemah sebelum ke puncak Mahameru – sampah menggunung dan tidak terurus itu juga ditemukan di dekat Ranu Kumbolo. Memang sih, salah satu danau tercantik di Indonesia itu adalah area berkemah paling ideal, tapi perhatikan kebersihannya, dong!

Nah – sedikit dan banyaknya contoh di atas, ada satu asumsi yang mungkin relatif untuk beberapa orang. Tetapi hukum atau aturan yang sudah disebutkan di atas sebelumnya ternyata memang benar adanya. Terbukti, saking banyaknya dikunjungi – spot petualangan atau destinasi wisata tersebut malah rusak dan tidak terurus.

The effect of overtourism.

 

Mengenal Istilah Overtourism

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya. credit: indietraveller.co

Eits, istilah apa lagi ya itu? Yang jelas dan pertama bisa lo ketahui adalah istilah tersebut merepresentasikan keadaan spot petualangan atau destinasi wisata yang terlalu banyak dikunjungi oleh para traveller, dari manapun.

Menurut situs responsible travel – overtourism bisa dikatakan ketika saking banyaknya traveller mendatangi spot petualangan atau destinasi wisata, sampai-sampai warga lokal kelimpungan untuk menerima tawaran traveller yang ingin menginap.

Terbayang bagaimana kalau lo jadi warga lokal dan rumah lo diketuk oleh orang tidak dikenal menawarkan dirinya dan teman seperjalanannya untuk menginap dan akan membayar jasa tersebut dengan sejumlah uang. Mungkin kamar hotel atau akomodasi penginapan lainnya sudah tidak muat lagi.

Benar-benar tidak sehat. Nah, satu lagi – mungkin ini yang cukup terkait dengan keadaan destinasi wisata yang ada di sekitar lo. Kalau jalan menuju spot petualangan atau destinasi tersebut sudah macet penuh kendaraan, hal itu juga bisa dikatakan sebagai keadaan overtourism.

Kenapa Overtourism Bisa Terjadi?

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya. credit: conversation.which.co.uk

Industri dunia travel. Mungkin ini adalah salah satu yang mendalangi banyaknya kejadian overtourism di Indonesia. Pernah terbayang kalau Pantai Kuta di Bali penuh dengan bule berjemur dan lo bingung ingin duduk di mana? That is an overtourism.

Sebagai contoh Pantai Kuta yang penuh akan bule berjemur – overtourism terjadi karena banyaknya iklan, konten dan semacamnya mempromosikan secara gerilya dan radikal, sampai-sampai ada anggapan kalau ke Bali tidak ke Pantai Kuta, namanya tidak ke Bali.

Hei, Bali sangat luas, bro. Lo bisa ke mana saja, bahkan di sana masih banyak spot petualangan yang tersembunyi dan keindahan alamnya luar biasa magis. Tidak mesti selalu ke Pantai Kuta. Namun, karena sudah terjadi dan tersebar sangat luas – alhasil pantai tersebut selalu penuh oleh traveller.

Bagaimana Efeknya ke Spot Petualangan

Atau Destinasi Wisata Tersebut?

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya. credit: independent.co.uk

Percaya atau tidak – seperti yang sudah disebutkan di atas sebelumnya, hal tersebut bisa benar-benar terjadi. Timbunan sampah adalah salah satu bukti kalau overtourism terjadi di spot petualangan atau destinasi wisata tersebut.

Bagaimana efek lainnya? Bisa jadi spot petualangan yang lain tidak terekspos dengan baik sehingga banyak traveller tahunya itu-itu saja. Tentu, dengan bantuan berbagai pihak, promosi serta iklan akan menyelamatkan destinasi yang sudah overtourism itu.

Pernah tahu Pulau Sempu? Dulu, Pulau Sempu adalah spot petualangan yang menjanjikan serta memiliki potensi keindahan alam yang tidak kalah dengan Bali, Lombok, Bahkan Raja Ampat. Namun, sempat terjadi overtourism di sana, akhirnya Pulau Sempu ditutup untuk umum.

Selain terjadi overtourism, Pulau Sempu memang masuk ke dalam kategori wilayah konservasi sehingga akhirnya tidak sembarang orang bisa datang ke sana dengan maksud tujuan. Hal ini berkemungkinan terjadi dengan spot petualangan atau destinasi wisata lainnya.

Solusi dan Antisipasi Untuk Menghindari Overtourism?

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya

Mengenal Istilah Overtourism: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Serta Solusinya. credit: nationalgeographic.com

Mungkin beberapa hal ini bisa jadi solusi atau langkah antisipasi agar overtourism bisa dihindari. Mempromosikan banyak spot petualangan bisa jadi salah satu langkah ‘penyebaran’ traveller agar tidak terfokus dengan satu destinasi saja.

Lalu adanya peraturan ketat – semisal pembatasan kuota traveller yang bisa datang ke suatu destinasi itu. Mungkin bisa seperti sistem SIMAKSI yang harus dilalui oleh para pendaki gunung. Para pendaki gunung mesti mendaftar secara online serta meregistrasi ulang kehadirannya di basecamp pendakian, agar mendapat izin untuk mendaki gunung tersebut.

Edukasi tentang menjaga lingkungan sekitar serta alam bebas adalah salah satu langkah antisipasi yang bisa dilakukan agar efek dari overtourism bisa ditekan sampai ke angka paling kecil. Hal ini jika berhasil tentu akan menumbuhkan rasa peduli sehingga bisa menghormati alam dengan penuh.

Bro, menurut lo bagaimana overtourism ini? Apakah lo punya pemikiran yang serupa soal langkah anitispasi untuk overtourism ini? Atau lo juga punya cerita soal spot petualangan dan destinasi wisata yang rusak karena terlalu banyak pengunjung? Sila tinggalkan komentar di bawah ini ya!

 

Source – responsibletravel.com

Feature Image – eturbonews.com

In Depth Beginner solo traveling

12 COMMENTS

SHARE
ngeri juga kalo Overtourism
Mantap kali klo buanyak orabg gtu
Bahaya juga yaaa
Sepertinya harus dibatasi ya
Peringatan jg buat kita ini
Josss infonya
Sisi lain dari liburan
Mending cari waktu yang sepi
nice info gan
Info bermanfaat