Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas!

Kebudayaan dari Suku Asmat di Papua memang sangat menarik, penasaran? Langsung saja simak beberapa informasinya di bawah ini!

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas!

Indonesia merupakan negara besar, terdiri dari beragam suku, sehingga bukan hanya keindahan alamnya saja loh yang bisa lo kunjungi. Bahkan di dalam satu pulau saja terdapat beragam suku. Nah, tepat terletak di Pulau Papua terdapat suku yang mampu menarik banyak perhatian, yaitu Suku Asmat. Yaap, suku ini memang paling terkenal di pulau paling timur negara ini.

 

Eksistensi nan tinggi tersebut pun bukan tanpa alasan, karena suku ini pun menyimpan banyak keunikan yang perlu untuk lo ketahui. Mulai dari cara mereka bertahan hidup hingga hal-hal lainnya, suku ini juga memiliki populasi penduduk terbesar di Papua loh. Lo bisa menemukan keberadaan dari suku ini di pedalaman dan di tepi pantai.

 

Yaap, kebudayaan dari suku Asmat sangat melambangkan kehidupannya. Bagi mereka kebudayaan bukan hanya sekedar aset dari leluhur, namun lebih dari itu sebagai pola dan tujuan besar yang tersimpan di dalamnya. Nah, apa saja sih yang membuat suku ini begitu unik untuk dibahas? Daripada lo semakin penasaran, langsung saja simak beberapa informasinya di bawah ini yaa. Semoga bisa berguna dan bermanfaat!

Upacara Adat Suku Asmat

Suku Asmat sendiri juga memiliki beberapa upacara adat nan unik loh, tak kalah dengan suku-suku lainnya di negeri ini. Ada banyak pilihannya loh ternyata, mulai dari ritual kematian hingga ritual-ritual lainnya. Tentu hal ini patut untuk lo ketahui.

  • Ritual Kematian

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas!

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas! Credit: inilho.com

Adat kematian sendiri memang sangat lekat sekali dengan upacara adat suku Toraja di Sulawesi Selatan, namun jangan salah ternyata suku Asmat jug amemiliki ritual yang sekiranya hampir sama. Suku Asmat juga memiliki pemikiran yang unik mengenai kematian. Karena suku ini menganggap kalau kematian bukanlah hal yang alamiah. Diartikan sebagai adanya roh jahat mengganggu orang yang meninggal.

 

Bahkan ketika ada kerabat yang sakit maka akan dibuatkan pagar dari dahan pohon nipah. Pagar tersebut dimaksudkan agar roh jahat tidak bisa mendekati penderita. Uniknya lagi, sang penderita pun diberikan obat atau makan. Nah, pada saat penderita meninggal, para Suku Asmat lainnya akan berebutan memeluk dan keluar menggulingkan badan di lumpur.

 

Mayatnya pun diletakkan di atas anyaman bambu hingga dibiarkan membusuk, tulang-tulangnya pun akan disimpan di atas pokok-pokok kayu. Lalu tengkoraknya diambil untuk dijadikan bantal sebagai tanda sayang. Ada juga yang meletakkan mayat di atas perahu lesung dengan dibekali sagu lalu dialirkan ke laut.

  • Upacara Mbismbu (Membuang Tiang)

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas!

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas! Credit: keywordbasket.com

Mbis sendiri merupakan sejenis ukiran patung tonggak nenek moyang atau kerabat yang sudah meninggal. Uapacara sakral ini memiliki arti sebagai pengingat kepada para arwah-arwah yang sudah meninggal.

  • Upacara Tsyimbu

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas!

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas! Credit: ilmubudayadasar17.blogspot.com

Ini merupakan upacara adat untuk pembuatan dan pengukuhuan rumah lesung. Upacara ini pun dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Perahu nantinya akan dicat warna merah berseling putih di luarnya dan warna putih di dalamnya. Perahunya pun juga aka diukir dengan gambar keluarga yang sudah meninggal atau dapat juga berupa gambar binatang.

 

Setelah dicat, perahu pun akan dihias dengan sagu. Sebelum menggunakannya, para keluarga pun berkumpul dirumah orang yang paling berpengaruh di kampung. Biasanya kepala suku atau kepala adat. Hal ini sebgai wujud perayaan dengan dipertunjukkan nyanyian yang diiringi tifa.

 

Para pendayung perahu nantinya juga menggunakan hiasan cat warna merah putih dan bulu-bulu burung. Suasana pun akan berubah menjadi ramai riuh dengan sorak sorai anak-anak dan wanita. Namun dibalik suasana itu, juga ada yang menangis karena mengenang kerabat meraka.

 

Uniknya lagi, pada zaman hadulu perahu-perahu yang dibuat itu digunakan untuk memanaskan musuh agar berperang. Namun, seiringin perkembangan perahu-perahu tersebut dibuat dan difungsikan untuk mengangkut bahan makanan. Tentu ini merupakan salah satu ritual kematian yang cukup unik bukan?

  • Upacara Yentpokmbu

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas!

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas! Credit: .indonesiakaya.com

Berikutnya mengenai ritual kematian yang dimiliki oleh Suku Asmat ialah Upacara Yentpokmbu. Tak kalah uniknya dengan upacara-upacara adat kematian lainnya, ini merupakan cara mereka juga untuk menghargai arwah orang yang meninggal.

 

Ini merupakan ritual pembuatan Rumah Yew atau Rumah Bujang. Nah, Rumah Bujang dalam Suku Asmat diberi nama sesuai dengan marga pemiliknya. Rumah Bujang ini digunakan untuk berbagai kegiatan yang religious maupun non religious. Untuk rumah ini juga digunakan untuk berkumpul keluarga. Namun dalam keaddaan tertentu, seperti adanya penyerangan maka anak-anak dan wanita dilarang masuk.

Ukiran Suku Asmat yang Khas

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas!

Mengenal Upacara Adat Ritual Kematian serta Ukiran Suku Asmat di Papua yang Khas! Credit: perpek.com

Selain dari ritual kematian, kebudayaan dari Suku Asmat juga terlihat darii ukiran-ukirannya, bahkan dipercaya kalau ukirannya pun memilki nilai-nilai magis. Bukan hanya sembarangan ukiran, dibalik keindahannya terdapat makna dan fungsinya tersendiri.

 

Maknanya ialah melambangkan kehadiran roh nenek moyang, mengungkapkan rasa sedih dan bahagia, lambang kepercayaan dengan manusia,hewan dan tumbuhan. Ukiran dari Suku Asmat juga memiliki ciri khas yakni dengan polanya yang unik dan bersifat natularis. Alasanya tak lain ialah karena Suku Asmat sendiri sangat dekat dengan alam. Lukisannya pun bisa berbentuk manusia, hewan, tumbuhan, alat musik mereka dan lainnya. Pokoknya mampu menimbulkan kesan estetis naturalis.

 

Perlu untuk lo ketahui pula kalau ukiran dari Suku Asmat pun juga dimaknai sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur yang sudah meninggal. Sehingga nilai spiritualitas akan selalu muncul di setiap bentuk dan guratan pada ukirannya.

**

Jadi bagaimana bro dengan informasi seputar ritual kematian dan ukiran suku asmat yang menarik perhatian itu? Semoga bisa menjadi salah satu panduan lo ketika ingin mengetahui lebih dalam mengenai suku ini yaa. Yang terpenting ialah untuk selalu menjaga kerukunan antar suku di Indonesia dan selalu utamakan toleransi!

Source: romadecade.org

 

Featured Image: /icstravelgroup.com

 

 

Trending Beginner solo traveling

34 COMMENTS

SHARE
Agus Sungkawa
bisa menjelajah ke papua adalah mimpi saya
Fajar Satritama
Semoga bisa berkunjung kesana
Win Gilang Darwin
serem tappi seru kayanya kalo liat langsung...
Reski Taofik Hidayah
Mantaaaap broo
Hari Tristiyanto
Harua dijaga tradisi2 seperti inj..
Farid Hidayat
mantapp gan
anjas zulkifli
nice info bro
Yohhanes Bowo
semoga tetap lestari kebudayaan dan tradisi tersebut.
Ricko Pratama Putra
Nice info
Rifa Sanjaya
Mantap nih