Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap?

Kalau di pembangunan secara umum ada istilah jawa-sentris, sepertinya di sektor pariwisata juga ada, yaitu bali-sentris. Penasaran soal isu satu ini? Sila simak terus bahasan kali ini ya!

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap?

 

Indonesia adalah negara yang menjanjikan beragam spot petualangan eksotis bagi tiap para petualang, terlebih mereka yang datang dari mancanegara. Namun, rata-rata dari mereka yang datang hanya ke Bali. Hal ini seakan membuat Bali sebagai pusat spot petualangan eksotis di Indonesia.

 

Bahkan, sampai ada anggapan kalau Bali adalah Indonesia itu sendiri. Sejak kapan hanya satu pulau bisa merepresentasikan segala keindahan serta keberagaman yang ada di Indonesia. Nah, hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk berbagai pihak agar mereka yang datang bisa mengenal Indonesia secara keseluruhan.

 

 

Padahal, sudah diketahui secara umum kalau keindahan alam di Indonesia tersebar luas dan merata di tiap sudutnya. Jadi, harusnya para wisman, atau wisatawan mancanegara yang datang ke sini, bisa menginap lebih lama untuk mengeksplorasi segala keindahan yang ada.

 

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap?

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap? credit: therushhead.com

 

Semakin lama mereka ada di sini, tentu membawa keuntungan tersendiri buat Indonesia. Selain pengakuan dari mereka kalau Indonesia benar-benar indah, dari segi finansial dan devisa, tentu akan terpengaruh dan bertambah.

 

Namun, juga jangan sampai ada kasus lagi seperti di Bali dan beberapa spot petualangan lainnya, bahwa banyak bule atau wisman yang ‘terdampar’ sehingga mesti jadi begpecker untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka di negara orang lain.

***

 

Belum lama ini, durasi menginap para wisman dihitung secara spesifik dan detil. Hal tersebut mengacu kepada nilai:

semakin lama mereka menginap atau menghabiskan waktu di destinasi atau spot petualangan terkait, maka pariwisata di sana dianggap berhasil.

 

Hal ini seperti yang sudah dijelaskan di kumparan beberapa waktu terakhir ini – soal lama menginap para wisman di destinasi terkait.

Lama menginap menjadi sebuah indikasi kalau daerah tersebut diminati oleh para traveller yang datang.

 

Nah, menurut lo nih – kira-kira berapa lama ya yang dihabiskan oleh para traveller mancanegara atau wisman untuk menginap di destinasi terkait khususnya di Indonesia? Badan Pusat Statistik – BPS, belum lama ini juga mencatat hasil survey dan perhitungan mereka.

 

Per Juni 2019 – BPS menyatakan kalau rata-rata lama menginap para wisman di hotel yang tersebar di seluruh Indonesia hanya 2,71 hari. Angka ini terbilang lebih tinggi daripada para traveller lokal yang rata-ratanya hanya 1,64 hari.

 

Lho kok kecil dan sebentar sekali ya? Bukan kah katanya keindahan alam di Indonesia mempunyai daya tarik yang kuat? Ada apa sebenarnya?

 

Bali dan Spot Petualangan Indonesia Timur

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap?

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap? credit: journeyera.com

 

Bali dan beberapa spot petualangan di Indonesia bagian timur ternyata yang memegang angka rata-rata terbesar. Terlebih Provinsi Maluku Utara yang angka rata-ratanya mencapai 5,64 hari. Hipotesanya adalah, di sana berarti lebih menarik dari beberapa spot petualangan lainnya sehingga mereka rela untuk berlama-lama.

 

Kalau begitu, ini artinya para pengelola spot petualangan bisa mengakomodir mereka dengan fasilitas yang lengkap. Pembangunan fasilitas mesti merata agar spot petualangan yang memang berpotensi memiliki daya tarik tinggi, bisa dijangkau oleh semua kalangan.

 

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap?

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap? credit: tribunnews.com

 

Bicara soal fasilitas, hal ini mengarah ke sebuah anggapan apakah ada ‘sentralisasi’ di sektor pariwisata? Jika memang ada, percaya atau tidak ini tidak akan berhasil untuk Indonesia, negara yang spot petualangan eksotisnya tersebar merata.

 

Oleh karena itu, salah satu saran yang bisa diberikan adalah perhatian lebih untuk spot petualangan yang berpotensi memiliki daya tarik tinggi, seperti Provinsi Maluku Utara tersebut. Dari angka statistik, bayangkan – ada banyak wisman yang rela menginap 5 hari – kurang lebih di sana. Artinya, di sana menarik untuk mereka.

 

Walau tidak bisa dipukul rata – mungkin bisa dimulai dari beberapa spot petualangan yang memang dari nilai statistik ‘berpotensi’ segera mendapatkan perhatian dapat dikelola dengan baik sehingga bisa mendatangkan keuntungan untuk devisa negara.

 

Tantangan Untuk Pengelola Pariwisata Indonesia!

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap?

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap? credit: wanderlustchloe.com

 

Lama menginap para wisman atau traveller mancanegara akhirnya memang menjadi tantangan untuk mereka, pihak terkait yang mengelola pariwisata Indonesia. Seperti berita yang belum lama terangkat ke permukaan, bahwa Presiden RI sudah menetapkan 10 destinasi prioritas sebagai Bali baru.

 

Ini artinya, sudah ada instruksi kalau tidak mesti melulu Bali atau spot petualangan mayoritas yang mesti digembar-gemborkan terus. Mesti ada spot atau destinasi pariwisata lainnya yang bisa dikenalkan kepada global. Justru, ini akan membuat Indonesia terlihat indah merata, bukan?

 

Ke Mana Sih Favorit Mereka Ini?

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap?

Apakah Benar Sentralisasi Traveling Jadi Faktor Statistik Durasi Wisman Menginap? credit: indonesia-island.com

 

Bali, Raja Ampat, Wakatobi, Yogyakarta masih menjadi spot-spot petualangan yang mayoritas diinapi oleh petualang mancanegara. Tidak salah sih, tapi ini tantangan untuk para pengelola yang terkait untuk membuat banyak lagi Bali, Raja Ampat, Wakatobi dan lainnya!

 

 

Bro, menurut lo destinasi mana lagi nih yang kira-kira worth it untuk para wisatawan asing atau traveller mancanegara datangi? Kalau menurut ada banyak, sila sebutkan di kolom komentar di bawah ini beserta alasannya ya!

 

Feature Image - bisniswisata.co.id

In Depth Beginner bali solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
Mungkin betah disana
Bener banget tuh...
TEMPAT WISATA INDONESIA ADALAH TEMPAT YANG SANGAT INDAH DAN TIDAK DAPAT DIDAPATKAN DINEGARA LAIN MANAPUN
Kalau lo bete, ayo traveling
Indonesia surga dunia
Indonesia bagian timur perlu dicoba juga bro.
Ternyata ada efeknya ya.....harus di perhatukan betul nih semua peraturanya
yang terkenal memang ga merata
mungkin saja itu