Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia?

Pemerintah Indonesia, tepatnya Kementerian Pariwisata tengah gencar untuk memunculkan banyak destinasi wisata digital. Bro, apakah lo sudah tahu apa itu destinasi wisata digital? Kalau belum, sila simak bahasan kali ini ya!

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia?

 

Sudah diketahui secara umum kalau perekonomian di Indonesia mengalami kenaikan atau kemajuan terlebih di bidang pariwisata. Angka kunjungan para wisman – wisatawan mancanegara terus mengalami pertambahan.

 

Hal ini tentu berkaitan dengan banyak faktor. Keindahan alam, berbagai fasilitas pendukung, serta interaksi yang ramah diberikan oleh masyarakat sekitar adalah beberapa faktor yang mendukung kenaikan perekonomian di bidang pariwisata.

 

 

Bahkan terkait dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang ini, generasi millennials menjadi salah satu aktor utama dalam kenaikan angka perekonomian tersebut. Bagaimana bisa? Bisa bro, dengan kebiasaan mereka yang tidak lepas dari gawai dan internet, ada sebuah tren baru yang sekarang ini lambat laun berkembang dengan pesat.

 

Tren yang dimaksud adalah destinasi wisata digital. Istilah atau tren ini kerap digunakan untuk merepresentasikan keadaan pariwisata di Indonesia sekarang ini. Nah, buat lo nih para traveler Indonesia, apakah sudah tahu tren atau istilah yang satu ini?

 

Kalau belum, tenang saja – tinggal simak bahasan di bawah ini sampai habis ya. Oh iya, mengetahui tren apa yang sedang berlangsung ini merupakan hal penting lho. Mengetahui dan mengerti tren traveling yang sedang hangat tentunya akan membawa dampak positif untuk gaya traveling lo nanti, nih.

 

Tren Swafoto di Spot Tidak Biasa

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia?

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia. credit: travelmarketreport.com

Tren atau istilah destinasi wisata digital dimulai dari gaya traveling sebagian traveler yang suka berswafoto di spot-spot petualangan yang tidak biasa. Buat mereka, bisa bereksplorasi di spot petualangan yang tersembunyi dan berfoto di sana adalah sebuah kebanggaan.

 

Kebanggaan itu berlanjut ke keinginan untuk mendapatkan perhatian lebih di media sosial. Karena sepertinya, bercerita dengan teman seperjalanan sudah tidak membuat para traveler puas lagi, jadi mereka mengunggah berbagai rekaman foto atau video di media sosial.

 

Ajaibnya, rekaman foto atau video itu mendapatkan atensi yang besar. Bahasa di media sosial beralih ke istilah engagement untuk merepresentasikan atensi tersebut. Engagement yang didapat kurang lebih adalah likes, comments dan bahkan bertambahnya pengikut di dalam akun personal traveler itu.

 

Pesatnya angka deretan engagement tersebut merupakan hal yang diinginkan oleh mereka yang suka jalan-jalan. Dengan tren yang seperti itu, mereka makin tambah semangat untuk bereksplorasi ke manapun dan berswafoto di destinasi wisata yang tidak biasa.

 

Selain itu, meningkatnya tren ini juga disebabkan oleh algoritma yang diterapkan oleh berbagai platform media sosial. Sederhananya, semakin banyak engagement dalam foto atau video – unggahan tersebut akan dengan mudah muncul di bagian ‘eksplorasi’ di tiap media sosial.

 

Hal ini menunjukan kalau unggahan tersebut disukai oleh banyak akun, dan menurut mereka juga, jika hal ini terjadi – maka apa yang diunggah dianggap hype. Begini contohnya, tahu Desa Umbul Ponggok yang berada di Klaten, Jawa Tengah?

 

Mungkin 5 sampai 7 tahun yang lalu desa ini hanya sekedar kawasan yang ditinggali banyak orang layaknya desa pada umumnya. Namun, 1 sampai 2 tahun belakangan, desa ini terkenal sebagai salah satu destinasi wisata yang tidak bisa lo lewatkan.

 

Bagaimana tidak – unggahan foto di dalam air yang terkenal itu menjadi salah satu daya tarik utama desa ini. Saking populer dan hype di media sosial – desa ini diperkirakan menghasilkan uang kurang lebih Rp 14 miliar per tahunnya.

Tahu mengapa desa ini begitu maju akhirnya?

 

Peran Generasi Millennials yang Begitu Masif Pergerakannya

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia?

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia. credit: rolandberger.com

Betul bro, majunya berbagai destinasi wisata terkait dengan gaya traveling yang generasi millennials lakukan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas dengan detil – berbagai unggahan traveling mereka mendatangkan rasa penasaran yang tinggi.

 

Dari rasa penasaran itulah kenaikan angka kunjungan itu terus meningkat. Terkait dengan peran generasi millennials, data mengatakan kalau lebih dari 50% traveler yang datang ke Indonesia adalah millennials.

 

Secara singkat – penjelasan di atas bisa dirangkum menjadi dua kata saja, yaitu search & share. Dari hal tersebut maka segala hal yang mendukung traveling mesti benahi. Oleh karena itu, berbagai fasilitas yang terkait segara diadakan.

 

Jadi, Apa Itu Destinasi Wisata Digital?

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia?

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia. credit: digitalcrew.com.au

Berdasarkan penjelasan yang sudah lo baca di atas – bisa diambil kesimpulan kalau destinasi wisata digital adalah spot petualangan, yang menyediakan sarana dan prasarana untuk kebutuhan gaya traveling para generasi millennials.

 

Apa sih saranan dan prasarana itu? Yang cukup umum untuk dikenali adalah tersedianya dekorasi untuk berswafoto di spot petualangan tersebut. Ditambah, dekorasi yang ada mesti punya unsur beda, kreatif dan unik.

 

Karena kalau lo mau tahu nih bro – kalau dekorasi atau instalasi yang disediakan di spot petualangan terkait itu-itu saja – tentunya mereka, para generasi millennials akan cepat bosan. Jika sudah bosan, dikhawatirkan spot tersebut akan ditinggalkan begitu saja.

 

Apakah mesti selalu berkaitan dengan instalasi unik?

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia?

Mengenal Istilah Destinasi Wisata Digital: Apa Pengaruhnya Untuk Pariwisata Indonesia. credit: kumparan.com

Tidak juga sih bro – keindahan alam di destinasi wisata terkait masih jadi salah satu faktor utama atau daya tarik untuk mendatangkan para millennials baik mereka yang datang dari dalam negeri atau mancanegara.

 

Sebut saja seperti Danau Kakaban di Derawan, Kalimantan Timur, atau Danau Weekuri di Sumba – walau tidak mempunyai instalasi yang seperti ada di Desa Umbul Ponggok, namun kedua spot tersebut masih menjadi spot langganan para petualang untuk didatangi.

 

 

Mengapa? Jelas karena keindahan alamnya menjadi daya tarik utama destinasi wisata tersebut. Nah, dari berbagai penjelasan di atas, apakah lo sudah mengerti apa itu tren atau istilah destinasi wisata digital?

 

Feature Image – Forbes.com

In Depth Beginner solo traveling solo backpacker

13 COMMENTS

SHARE
Akhmad Hariyoko
iya iya yang penting sekarang mha nitip ngesave foto di medsos
Ikbalagri
demi eksistensi
Agus Sungkawa
Spot petualangan
agung
keren bgt
Yuniarto ( Tato )
Nice info sangat bermanfaat
Kristian Mustafa
Tidak sah suatu traveling tanpa adanya dokumentasi.
Hari Tristiyanto
keren dah...bang mimin mang oke
Wafiroel N
artikel yg oke
Ricko Pratama Putra
Pengaruhnya jadi banyak tau tempat-tempat wisata dan spot untuk berfoto
Peni heryawan
Keren.mantapp