Mengetahui Istilah Nomadic Tourism: Solusi Untuk Destinasi Wisata yang Sulit Dijangkau!

Akhir-akhir ini santer sekali terdengar istilah nomadic tourism. Sebenarnya apa sih arti dari istilah tersebut? Buat lo yang sudah penasaran juga, sila simak bahasan ini sampai habis ya!

Mengetahui Istilah Nomadic Tourism: Solusi Untuk Destinasi Wisata yang Sulit Dijangkau!

 

Demi bisa menjangkau berbagai spot petualangan yang lokasinya sulit untuk didatangi, nomadic tourism digadang-gadang menjadi salah satu solusi dari latarbelakang masalah itu. Apakah benar dengan tren baru itu masalahnya bisa selesai?

***

 

Sebelum jauh membahas soal menjawab salah satu permasalahan yang sudah digaris bawahi di atas, perlu lo ketahui kalau Indonesia adalah negara kepulauan. Artinya, spot-spot serta destinasi wisata yang eksotis bisa saja ada di pulau-pulau yang tersebar di lokasi-lokasi terpencil.

 

Hal ini tentu membuat para petualang dan traveler terkadang kesulitan untuk bisa sampai di destinasi wisata yang eksotis tersebut. Padahal, dengan tren destinasi wisata digital yang diikuti oleh sebagian besar millennials – spot dan destinasi eksotis itu adalah harta karunnya.

 

 

Akses dan amenitas adalah salah satu faktor yang membuat para traveler jadi makin kesulitan untuk bisa sampai ke spot dan destinasi wisata yang mereka inginkan. Minimnya segala fasilitas pendukung tersebut membuat mereka kadang mengalihkan tujuannya.

 

Nah, melihat hal ini sebagai faktor yang membuat naik turunnya angka kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) – pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata berencana untuk menerapkan konsep dan tren wisata baru.

 

Konsep dan tren wisata baru itu adalah nomadic tourism. Konsep dan tren ini diharapkan bisa menjawab berbagai masalah yang sudah disebutkan di atas. Namun, apakah lo sudah tahu apa itu nomadic tourism? Buat lo para traveler yang selalu up to date – wajib tahu istilah yang satu ini nih!

 

Mengetahui Konsep, Istilah dan Tren Nomadic Tourism

Mengetahui Istilah Nomadic Tourism: Solusi Untuk Destinasi Wisata yang Sulit Dijangkau!

Mengetahui Istilah Nomadic Tourism: Solusi Untuk Destinasi Wisata yang Sulit Dijangkau! credit: dailyhotels.id

Nomadic Tourism adalah sebuah konsep wisata temporer. Artinya, konsep ini mengusung tema ‘berpindah’ dari satu destinasi ke destinasi lainnya. Di dalam nomadic tourism yang berpindah bukan hanya orangnya saja, tapi juga segala amenitasnya.

 

Nah, apalagi nih amenitas itu? Supaya sama satu suara dalam mengetahui konsep dan tren nomadic tourism – amenitas adalah segala fasilitas di luar akomodasi yang bisa dimanfaatkan para traveler. Contoh, rumah makan, toko cenderamata dan bahkan berbagai fasilitas umum lainnya.

 

Lho bagaimana bisa amenitasnya juga ikut berpindah? Bisa bro. Apakah lo pernah menonton film petualangan yang menggunakan caravan? Atau mobil jeep yang disulap menjadi kendaraan sekaligus ‘rumah’?

 

Film-film petualangan tersebut sebenarnya sudah menggambarkan realita bagaimana konsep dan tren traveling nomadic tourism ini diterapkan. Apakah mesti selalu dengan caravan atau seperti yang sudah dicontohkan? Tidak juga, dengan motor touring saja bisa, bro.

 

Mengetahui Istilah Nomadic Tourism: Solusi Untuk Destinasi Wisata yang Sulit Dijangkau!

Mengetahui Istilah Nomadic Tourism: Solusi Untuk Destinasi Wisata yang Sulit Dijangkau! credit: travelingyuk.com

Bahkan, terapan konsep wisata yang sudah ada sekarang ini di Indonesia sudah banyak kok yang mengusung nomadic tourism sebagai tema besar mereka. Glamp camp, home pod adalah beberapa contoh lain terapan dari konsep dan tren ini.

 

Intinya adalah berpindah, dari satu tempat ke tempat lainnya. Layaknya lo island hopping di Kepulauan Seribu atau Raja Ampat. Dari satu pulau, pindah ke pulau lainnya dengan waktu yang cepat. Eh tapi jadi seperti tidak menikmati perjalanannya ya?

 

Tidak juga bro, tetap bisa menikmati perjalanannya – namun memang saja konsep nomadic tourism ini butuh waktu perjalanannya yang cukup panjang sehingga lo memang harus menyiapkan waktu kosong yang cukup panjang juga.

 

Apakah Nomadic Tourism Disukai Millennials?

Mengetahui Istilah Nomadic Tourism: Solusi Untuk Destinasi Wisata yang Sulit Dijangkau!

Mengetahui Istilah Nomadic Tourism: Solusi Untuk Destinasi Wisata yang Sulit Dijangkau! credit: escapeartist.com

Salah satu target dari konsep dan tren ini adalah generasi millennials. Untuk menjawab pertanyaan di atas, rasanya jika sudah diterapkan – para millennials tentu ada yang suka. Jika dilihat dari kebiasaan atau gaya hidup dengan mobilitas yang tinggi, konsep dan tren nomadic tourism ini diharapkan disukai dan diterapkan oleh traveler millennials.

 

Disukai atau tidak – lambat laun konsep ini akan merata diterapkan oleh banyak millennials. Hal ini terkait dengan tren destinasi wisata digital yang semakin marak diterapkan oleh mereka. Mereka tidak akan ragu untuk mendatangi spot keren yang diunggah di media sosial, lho.

 

Keberanian mereka serta tidak ada keraguan untuk langsung jalan memang semangat I DARE nya Super Adventure banget nih. Maklum – rasa penasaran terkadang bisa mengalahkan rasa lainnya. Makanya, kalau ada unggahan spot di media sosialnya Super Adventure, tidak heran unggahan tersebut mendapatkan engagement yang besar.

 

Nah, bicara soal unggahan berbagai spot atau destinasi wisata yang ada di media sosial – terkait dengan nomadic tourism – pemerintah Indonesia sudah menyiapkan berbagai pilot project untuk konsep dan tren ini berkembang.

 

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata setidaknya sudah menyiapkan beberapa ‘bali baru’ untuk dieksplorasi oleh para traveler millennials. Sebut saja seperti Danau Toba, Labuan Bajo, Kawasan Mandalika dan Borobudur.

 

‘Bali baru’ ini diharapkan bisa mengurangi sentralisasi destinasi wisata yang itu-itu saja. Hal ini terkait dengan anggapan kalau Indonesia bisa direpresentasikan dengan satu destinasi saja, yaitu Bali. Padahal masih banyak sekali nih yang bisa diketahui dari negara dengan berjuta destinasi wisata eksotis!

 

 

Oleh karena itu, untuk bisa menjawab masalah sentralisasi tersebut, nomadic tourism dengan tren destinasi wisata digital diharapkan bisa langsung diterapkan oleh banyak traveler millennials.

 

 

Wah bagaimana nih menurut lo bro? Apakah secara tidak sadar lo juga sudah menerapkan konsep dan tren nomadic tourism ini? Kalau iya, wah lo sudah super keren banget nih bro! Ceritakan pengalaman lo traveling dengan berpindah-pindah itu di kolom komentar di bawah ini ya!

 

Source – maritime.go.id

Source – travelingyuk.com

Feature Image – theculturetrip.com

In Depth Beginner solo traveling solo backpacker

14 COMMENTS

SHARE
Info yg bermanfaat bagi para Travelling
nice info. .
Nice info
.nice info
Konsef yang bagus.
Patut dicoba
istilah yg bakal booming beberapa taun kedepan
Belum pernah coba.
tq info ya..
design mobilnya mantap abiss