Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro?

Isu lingkungan seperti global warming memang seksi sekali jika dibicarakan dan dikaitkan dengan hal yang lainnya. Seperti dikaitkan dengan traveling, muncul gerakan yang bisa membuat lo malu saat traveling naik pesawat karena menghasilkan banyak emisi gas CO2 yang berpengaruh besar terhadap lingkungan. Buat lo yang penasaran, sila simak bahasan kali ini ya!

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro?

 

Pemanasan global adalah salah satu isu lingkungan yang paling krusial sekarang ini. Bukti nyata terhadap isu lingkungan ini adalah es-es yang berada di kutub mulai mencair. Berbagai biota yang hidup di sana mulai gelisah karena habitat mereka tinggal rusak.

 

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro?

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro? credit: climate.nasa.gov

Belum cukup lama – jagat dunia maya kembali membara karena melihat unggahan rekaman berbentuk video yang di dalamnya terlihat seekor beruang kutub yang kebingungan karena es di kutub mencair. Pemanasan global ini adalah isu lingkungan paling serius, bro.

 

Apa sih yang membuat pemanasan global ini jadi sangat serius? Salah satunya adalah penyebab terjadinya pemanasan global itu sendiri. Sebagai contoh sederhana, ketika lo menyalakan pendingin ruangan, tapi ruangannya tidak lo tinggali, itu sudah merupakan penyebab pemanasan global.

 

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro?

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro? credit: insideclimatenews.org

Betul bro, pemakaian listrik yang berlebihan adalah salah satu penyebab utama dari membludaknya emisi gas rumah kaca, atau karbondioksida yang membumbung tinggi – menyebabkan pemanasan global ini makin radikal.

 

Jika pemakaian listrik yang berlebihan adalah penyebab utama dari menguatnya angka karbondioksida yang dihasilkan, penyebab keduanya cukup mengagetkan. Percaya atau tidak – berdasarkan penjelasan esai dan infografik dari Tirto, transportasi adalah penyebab kedua pemanasan global.

 

 

Dari infografik di sana – dinyatakan kalau tranportasi mencatatkan angka 27% sebagai penyebab utama pemanasan global semakin parah. Hanya terpaut dua poin dari produksi dan pemakaian listrik yang berlebihan, transportasi jadi perhatian banyak kalangan di dunia ini.

 

Termasuk para traveler!

 

Seperti yang diketahui bersama kalau traveler adalah salah satu kalangan yang sangat membutuhkan transportasi untuk melakukan traveling. Perjalanan akan semakin sulit jika transportasi tidak memadai. Oleh karena itu, salah satu kunci lancarnya perjalanan atau petualangan adalah ketersediaannya moda transportasi.

 

Menggunakan kendaraan roda dua seperti motor, mobil, kereta, kapal laut sampai pesawat udara – adalah cara yang lumrah dilakukan oleh para traveler untuk mencapai destinasi wisata yang mereka targetkan dalam petualangan dan perjalanan.

 

Namun, apa jadinya jika salah satu moda atau jenis transportasi itu dilarang karena alasan menyumbang gas emisi karbondioksida yang begitu besar? Tentu para traveler akan kebingungan bagaimana perjalanan mereka bisa lancar.

 

Isu yang sedang berkembang terkait dengan pemanasan global serta sumbangan gas emisi karbondioksida besar tengah melanda para traveler. Pasalnya, menggunakan pesawat terbang ternyata malah mendukung pemanasan global semakin radikal.

 

Bagaimana bisa terjadi seperti itu? Usut punya usut – berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh para pakar lingkungan, salah satu sumbangan besar gas emisi karbondioksida untuk lingkungan berasal dari pesawat terbang.

 

Dilansir dari Tirto – Jack Miles, peraih penghargaan Pulitzer Prize menyatakan bahwa berpergian menggunakan pesawat terbang adalah hal yang mendukung pemanasan global. Bahkan, dalam opininya di salah satu surat kabar terkemuka di Amerika Serikat ia mengatakan CO2 yang dihasilkan dari pesawat terbang lebih besar daripada yang lainnya.

Judul dari opini di surat kabar tersebut saja sudah cukup kontroversial, bro.  'For the Love of Earth, Stop Travelling.

 

Selain dari jalur penerbangan, sebenarnya emisi gas karbondioksida juga diproduksi oleh transportasi jalur darat. Namun, dalam berbagai perhitungan yang dilakukan oleh para pakar, dari pesawat terbanglah emisi gas CO2 itu paling besar.

 

Ada Gerakan Global yang Ingin Membuat Lo Malu

Saat Berpergian Dengan Pesawat

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro?

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro? credit: dailymail.co.uk

Di tahun 2018, ada seseorang yang membuat gerakan serta grup yang dinamakan We Stay in the Ground. Gerakan ini kurang lebih menyasar mereka yang masih menggunakan pesawat untuk kebutuhan traveling dan lainnya.

 

Gerakan tersebut berusaha membuat berbagai kalangan termasuk para traveler ‘sadar’ akan langkahnya yang keliru untuk menggunakan pesawat terbang saat mesti berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.

 

Mereka berangkat dari isu lingkungan yaitu pemanasan global yang semakin radikal jika tetap menggunakan pesawat terbang untuk kebutuhannya. Salah satu aktivis yang berasal dari Swedia yaitu Greta Thunberg bahkan menganjurkan untuk menggunakan kereta saja daripada pesawat.

 

Dari gerakan ini, bahkan banyak para traveler yang akhirnya merasa ‘malu’ ketika ketahuan menggunakan pesawat untuk kebutuhan traveling. Efek ini diberi nama greta effect. Wah lalu bagaimana ya bro?

 

Bahkan Ada Website yang Bisa Membantu

Lo Mengetahui Seberapa Besar Es yang Akan Mencair

Jika Lo Terbang Menggunakan Pesawat

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro?

Ada Gerakan Anti Naik Pesawat Karena Besarnya Sumbangan Emisi Gas CO2: Bagaimana Bro? credit: whattimeisit.org

Shameplane.com – adalah website yang dimaksud. Entah, website ini dibuat tidak dari sokongan dana dari mana-mana dan mengaku ada karena rasa penasaran yang tinggi untuk membuat banyak orang tahu kalau ada efek yang cukup radikal untuk lingkungan jika mereka masih berpergian dengan pesawat.

 

Dari berbagai gerakan yang ada, sekarang ini jumlah kalangan termasuk traveler yang mengaku sudah mengurangi perjalanan mereka menggunakan pesawat. Mereka cukup ‘malu’ dengan apa yang mereka lakukan. Sebenarnya tidak salah-salah banget sih bro.

 

Lalu apakah gerakan ini bisa diterapkan di Indonesia yang notabennya adalah negara kepulauan?

 

Indonesia sebagai negara kepulauan, tentu jadi tantangan tersendiri bagi para traveler yang ingin mengelilingi negara yang dikenal dunia sebagai salah satu negara yang menyimpan berjuta keindahan alam yang luar biasa.

 

Jika gerakan ini diterapkan di Indonesia – apakah akan se-efektif itu? Atau berbagai kalangan dan traveler Indonesia malah bodo amat dengan isu tersebut? Sebenarnya bisa sih bro. Jika spot atau destinasi wisata yang ditargetkan tidak keluar pulau, lo masih bisa menggunakan perjalanan darat.

 

Jika sudah keluar pulau – lo masih bisa menggunakan jalur laut. Mengingat transportasi di lautan Indonesia sudah mengalami kemajuan yang pesat. Berbagai pelabuhan dengan dermaga yang sesuai prosedur, kapal-kapal pengantar yang semakin bagus, sampai jumlahnya yang semakin banyak sehingga berbagai kalangan serta traveler tidak perlu menunggu lama untuk berangkat.

 

Namun, jika bicara soal waktu perjalanan – yang paling singkat memang menggunakan pesawat terbang. Bayangkan, jika lo menggunakan jalur transportasi darat dan laut untuk ke Bali dari Jakarta, kurang lebih membutuhkan waktu 2 hari.

 

Cukup signifikan perbedaannya jika lo menggunakan pesawat terbang, karena Jakarta-Bali jika menggunakan pesawat hanya makan waktu paling lama 2 jam saja. Efisiensi inilah yang mungkin jadi pertimbangan untuk menggunakan pesawat, walau sekarang sudah tahu kalau gas emisi CO2 yang dihasilkan dari naik pesawat cukup besar dan berpengaruh untuk lingkungan hidup.

 

Well, bahasan ini masih relatif bisa ditelisik lebih dalam sampai bertemu dengan win-win solution. Menurut lo nih bro, apakah ada acara lain selain menggunakan pesawat untuk bisa lebih cepat dan efisien dalam mencapai target destinasi wisata yang dimau?

 

 

Jika menurut lo ada – langsung saja ungkapkan pendapat atau ide lo di kolom komentar di bawah ini ya!

 

Feature Image – researchleap.com

In Depth Beginner solo traveling solo backpacker

9 COMMENTS

SHARE
Nice Info..
Mantap infonya
Tentunya dengan perkemabangan transportasi skrng pesawat terbang pilihan yg paling utama utk mencapai destinasi wisata atau apaun dengan waktu yg cepat,mengenai isu pemanasan gelobal ya tentunya kbali ke kita bagai mana kita ikut serta menjaga lingkungan sekita agar tetap hijau,hal mudah bisa kita lakulan dng ikut serta dng komunitas lingkungan utk lebih berperan serta dlm kegitan2 penghijauan lingkungan agar polusi udara tidak semakin buruk kualitasnya.
tq info yaa
kurangi membangun banyak berkebun
setuju gak setuju sih... masa nyebrang pulau pake kapal laut secara takut ma air
Wah...ada ada Saja
.nice info
Nice info