Pendakian Gunung Rinjani 2019 Ditutup Karena Hutan Terbakar: Ini 4 Fakta Lainnya!

Update terbaru: Jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara sampai waktu yang tidak ditentukan karena kebakaran hutan. Sila simak fakta menariknya di bahasan kali ini ya!

Pendakian Gunung Rinjani 2019 Ditutup Karena Hutan Terbakar: Ini 4 Fakta Lainnya!

 

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) secara resmi sudah menutup jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Waktu penutupan secara resmi sudah dimulai dari hari Minggu tanggal 20 Oktober 2019. Penutupan ini dikarenakan hutan yang terbakar.

***

 

Buat lo yang punya rencana untuk mendaki Gunung Rinjani pada waktu dekat-dekat ini, sepertinya mesti mengatur ulang destinasi yang akan lo datangi karena Gunung Rinjani untuk jalur pendakiannya sedang ditutup.

 

Penutupan ini sudah secara resmi dimulai dari tanggal 20 Oktober 2019. Sudah divalidasi kalau penutupan ini berdasarkan bencana alam yang baru-baru ini melanda salah satu jalur pendakian Gunung Rinjani. Bencana alam yang dimaksud adalah kebakaran hutan.

 

 

Akhir-akhir ini, kebakaran hutan di Indonesia jadi perhatian nasional, bahkan internasional. Hal ini berkaitan dengan banyaknya titik kebakaran hutan yang terjadi kurang lebih di tiga bulan terakhir. Sudah dilakukan berbagai upaya agar kebakaran hutan atau lahan ini mereda.

 

Kebakaran hutan yang ada di daerah Sumatera – bahkan asapnya mencapai ke negeri tetangga. Hal inilah yang akhirnya menjadikan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mendapatkan perhatian dunia internasional.

 

Semoga banyak pihak yang terkait bisa berusaha keras untuk menyelesaikan atau mengakhiri bencana alam tersebut. Nah, kembali lagi ke kebakaran hutan yang ada di Gunung Rinjani, jika ditelisik kembali, setidaknya ada empat fakta menarik lainnya dibalik bencana alam tersebut.

 

Penasaran ada fakta apa saja dibalik ditutupnya jalur pendakian Gunung Rinjani kali ini? Daripada makin penasaran, sila simak bahasan kali ini saja ya bro!

 

Penutupan Jalur Pendakian Gunung Rinjani:

Sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Pendakian Gunung Rinjani 2019 Ditutup Karena Hutan Terbakar: Ini 4 Fakta Lainnya!

Pendakian Gunung Rinjani 2019 Ditutup Karena Hutan Terbakar: Ini 4 Fakta Lainnya! credit: blog.reservasi.com

Fakta menarik yang satu ini cukup meresahkan para traveler dan para petualang yang memang sudah punya jadwal untuk traveling ke Gunung Rinjani di tahun 2019 ini. Pasalnya, penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani belum jelas sampai kapan.

 

Secara singkat, penutupan ini belum diketahui sampai kapan batas waktunya. Hal ini juga dinyatakan oleh Dwi Pangestu sebagai Pelaksana Harian Kepala BTNGR. Dilansir dari CNN Indonesia –

Dwi mengatakan bahwa kegiatan pendakian di semua jalur pendakian ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

 

Hal ini tentu jadi tanda tanya untuk para traveler dan petualang yang memang sudah menetapkan Gunung Rinjani sebagai destinasi selanjutnya. Kalau lo adalah salah satu yang resah karena jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup, tenang bro – Nusa Tenggara Barat tidak hanya Gunung Rinjani saja, kok!

 

Sila cek halaman superadventure.co.id – untuk mengetahui destinasi apa saja yang terdapat di Nusa Tenggara Barat selain Gunung Rinjani. Mungkin saja bisa jadi alternatif nih daripada menunggu kapan dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani lagi.

 

Penutupan Jalur Pendakian Gunung Rinjani: Hutan di Senaru

Pendakian Gunung Rinjani 2019 Ditutup Karena Hutan Terbakar: Ini 4 Fakta Lainnya!

Pendakian Gunung Rinjani 2019 Ditutup Karena Hutan Terbakar: Ini 4 Fakta Lainnya! credit: inews.id

Walau dikatakan semua jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup, Dwi Pangestu menyebutkan kalau kebakaran hutan yang ada terjadi di sana hanya ada di jalur pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

 

Namun, kebakaran tersebut ternyata mengarah sampai ke jalur pendakian Sembalun di Kabupaten Lombok Timur. Oleh karena itu, penutupan jalur pendakian lebih baik disemua titik karena mencegah hal-hal yang tidak diinginkan khususnya keselamatan para traveler atau petualangan.

 

Penutupan Jalur Pendakian Gunung Rinjani: Reschedule

Pendakian Gunung Rinjani 2019 Ditutup Karena Hutan Terbakar: Ini 4 Fakta Lainnya!

Pendakian Gunung Rinjani 2019 Ditutup Karena Hutan Terbakar: Ini 4 Fakta Lainnya! credit: triptrus.com

Oh iya, buat lo yang sudah memesan kuota pendakian lewat internet – dapat melakukan penjadwalan ulang pendakian pada waktu yang lain. Tentunya juga sesuai dengan ketersediaan kuota pada semua jalur pendakian.

 

Dwi menjelaskan jika reschedule tersebut bisa dikerjakan melalui aplikasi eRinjani atau penjadwalan ulang secara manual melalui petugas yang ada di pintu pendakian. Penjadwalan ulang ini adalah salah satu solusi untuk para traveler yang tetap ingin ke Gunung Rinjani.

 

Penutupan Jalur Pendakian Gunung Rinjani: Debu Sampai Mataram

 

Kebakaran hutan yang ada di Gunung Rinjani menghasilkan debu yang begitu masif. Bahkan, disinyalir debu hasil kebakaran hutan tersebut terbang sampai ke Mataram. Hal ini jelas cukup meresahkan warga setempat.

 

Banyak warga setempat yang berharap kalau pemerintah cepat tanggap dengan kebakaran hutan ini agar tidak meluas dan semakin berdampak buruk untuk sekitar. Tentu dengan adanya hal ini, aktivitas warga setempat jadi terganggu.

 

 

Wah bagaimana nih bro? Dari berita yang barusan dijelaskan di atas – buat lo yang akan pergi ke Gunung Rinjani, sila reschedule jika memang ingin ke sana atau bisa memilih spot lainnya di sekitaran Nusa Tenggara Barat, nih!

 

Source – CNN Indonesia

Feature Image – lomboktourplus.com

Trending Beginner hiking Rinjani climbing solo traveling

10 COMMENTS

SHARE
Agus Sungkawa
Informasi yg bermanfaat bagi yang akn muncak ke Gn.Rinjani.
Kristian Mustafa
Jantung Nusantara terancam berhenti.
Yuniarto ( Tato )
Semoga cepat teratasi
ditra nugraha
semoga cepat teratasi
SITI ANISAH, SPD
padahal ada rencana mau kesana
Yuniarto ( Tato )
Gunung Rinjani ..Gunung yg menakjubkan
dephy
SEMOGA BISA KE RINJANI. AMIN
Panjul nikilos
Banyak yang kecewa dengan keadaan penutupan gunung rinjani ini karena itu perlu oengalianke gunung yang lain
Peni heryawan
Nice info
Dyastantya Ekmawanto
Lekas pulih Rinjani