Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya?

Indonesia memang kaya akan kebudayaan dan terdiri dari beberapa suku, Suku Dayak merupakan salah bukti keberagaman tersebut. Bahkan terdapat mitos-mitos unik di balik suku ini, enggak percaya? Simak saja beberapa informasinya di bawah ini!

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya?

Siapa yang tidak mengenal Suku Dayak? Suku yang mendiami Pulau Kalimantan ini memang cukup fenomenal. Bukan hanya itu saja, terdapat banyak mitos-mitos yang masih mengundang banyak pertanyaan hingga hari ini. Tak heran apabila membahas mengenai Suku Dayak sangat seru sekali, karena memang suku ini pun sangat kaya akan budaya, bahkan sudah turun menurun dari zaman dahulu.

 

Percaya atau tidak, dahulu budaya masyarakat Dayak sendiri sangat melekat dengan maritim atau bahari. Bahkan hampir semua nama sebutan orang Dayak mempunyai arti sebagai sesuatu yang berhubungan dengan “perhuluan” atau sungai, terutama pada nama-nama rumpun dan nama kekeluargaannya.

 

 

Tak hanya itu saja, cara hidup suku ini pun juga cukup jauh berbeda dengan kehidupan masyarakat Indonesia modern. Bukan tanpa sebab, Suku Dayak melakukan hal tersebut agar tetap bisa melestarikan budaya dan jalan hidupnya yang sudah diterima dari leluhur terdahulu. Nah, apa saja sih mitos dari Suku Dayak yang selalu membawa pertanyaan hingga hari ini? Daripada lo penasaran, langsung saja simak beberapa informasinya di bawah ini.

 

Mitos Seputar Suku Dayak – Tato

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya?

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya? Credit: 1001indonesia.net/

 

Kebudayaan yang berasal dari suku ini yang menyimpan banyak pertanyaan ialah tato. Yaap, banyak yang berspekulasi kalau tato Suku Dayak sendiri memang sudah ada dari zaman dahulu dan tentunya masih menggunakan alat-alat tradisional dan hal tersebut benar adanya.

 

Tato bagi Suku Dayak merupakan tradisi yang mempunyai makna tersendiri, bahkan merupakan salah satu kultur paling tua di dunia. Bukan sembarangan tato loh, karena setiap pria yang memiliki tato dengan jumlah banyak, maka sudah banyak pula daerah Dayak yang ia kunjungi.

 

Perlu untuk lo ketahui juga, untuk menginjakkan kaki dari satu daerah ke daerah Dayak lainnya bukan hal mudah. Selain dari jaraknya, mengeksplorasi daerah Dayak sendiri juga dilakukan dengan jalan kaki dan menembus lebatnya hutan liar. Tak heran apabila Suku Dayak juga terkenal dengan keberaniannya.

 

Mitos Seputar Suku Dayak – Terbagi atas 6 Suku

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya?

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya? Credit: /beritagar.id

 

Lalu Suku Dayak juga terkenal dengan banyak rumpun yang dimiliki. Karena memang suku ini bukan hanya terdapat 1 garis keturunan saja di Kalimantan loh. Percaya atau tidak, Suku Dayak terbagi atas 6 rumpun. Sehingga jangan kaget apabila terdapat banyak sekali orang keturunan Dayak di Pulau Kalimantan.

 

Enam rumpun tersebut antara lain ialah Rumpun Klemantan alias Kalimantan, Rumpun Iban, Rumpun apokayan yaitu Dayak Kayan, Kenyah dan Bahau; Rumpun Muurut, Rumpun Ot Danum-Ngaju dan Rumpun Punan.

 

Konon katanya Rumpun Dayak Punan merupakan Suku Dayak paling tua yang mendiami Pulau Kalimantan. Sementara Rumpun Dayak lainnya merupakan rumpun hasil asimilasi, antara Dayak Punan dan kelompok Proto Melayu. 6 rumpun tersebut juga terbagi lagi lebih dari 405 sub-etnis.

 

Mitos Seputar Suku Dayak – Mandau, Parang Mematikan

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya?

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya? Credit: pesona.travel

 

Bukan merupakan rahasia lagi kalau Suku Dayak memang memilki senjata tradisional yang cukup mematikan, karena memang pada zaman dahulu dengan kondisi alam Kalimantan, suku ini pun harus membuat senjata tersebut agar bisa bertahan hidup.

 

Nah, Mandau merupakan salah satu senjata utamanya. Mandau sendiri merupakan semacam parang yang selalu dibawa oleh pria Dayak. Walaupun tidak ada bahaya atau perang, membawa senjata ini memang sudah menjadi kebiasaan dan kewajiban bagi para pria Dayak untuk berjaga-jaga.

 

Walaupun begitu, ada beberapa aturannya loh, seperti tidak boleh digunakan untuk mengancam dan hanya boleh digunakan untuk membela diri. Bahkan, Mandau juga tidak boleh dikeluarkan sembarangan dari sarungnya.

 

Konon, jika Mandau sudah keluar dari sarangnya, mau tidak mau harus ada korban yang tewas. Tidak sedikit saksi mata yang mengatakan kalau Mandau bisa terbang dan membunuh mangasanya begitu saja, karena parang ini memiliki kekuatan magis.

 

Mitos Seputar Suku Dayak – Ilmu Gaib

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya?

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya? Credit: dukunsantetpeletsukudayak.wordpress.com

 

Ilmu gaib juga cukup melekat pada Suku Dayak, karena memang sebelum beberapa agama mulai populer di tanah Borneo, Suku Dayak memang menganut paham animisme. Suku Dayak menyembah roh-roh leluhur dan melakukan ritual-ritual pemujaan pada roh-roh tersebut.

 

Percaya atau tidak, ilmu gaib dari Suku Dayak sendiri dikirim melalui median angin atau dikenal juga dengan ‘racun paser’. Nah, konon katanya, ‘racun paser’ sendiri cukup berbahaya bagi orang atau targetnya loh, karena sangat mematikan.

 

Ketika orang sudah terkena ‘racun paser’, maka orang tersebut akan langsung mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh. Kulitnya akan kering seperti dihisap oleh tulang sendiri. Rasa gatalnya pun tidak hanya terasa di kulit, namun juga terasa sampai ke tulang-tulang. Ilmu-ilmu yang dikirim secara tidak kelihatan ini membuat misteri di Kalimantan pun semakin kental.

 

Mitos Seputar Suku Dayak – Pasukan Hantu

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya?

Apakah Beberapa Mitos yang Melekat di Suku Dayak Benar Adanya? Credit: boombastis.com

 

Bukan hanya ilmu gaibnya saja yang menjadi cerita di dalam Suku Dayak, namun juga terdapat sebuah legenda yang cukup membuat orang bertanya-tanya. Yaitu dengan adanya pasukan hantu atau disebut juga oleh para penjajah Belanda sebagai ‘The Ghost Warrior’.

 

Banyak yang beranggapan kalau pasukan hantu ini sebenarnya para prajurit Suku Dayak, namun ada juga yang mengatakan pasukan hantu ialah ‘Panglima Burung’ yaitu makhluk halus kepercayaan Suku Dayak untuk melindungi segenap Suku Dayak.

 

Ketika zaman penjajahan, Belanda sangat ketakutan pada Suku Dayak karena kemampuan perangnya. Orang Dayak menyerang penjajah dengan menggunakan sumpit atau Mandau. Sementara ketika peluru Belanda mengenai orang Dayak, maka korban tersebut akan sembuh dengan bantuan Sikerei (dukun) setempat dalam hitungan hari.

 

**

 

 

Jadi bagaimana bro dengan beberapa informasi seputar mitos Suku Dayak di atas? Tentunya menjadi bukti kalau kebudayaan di Indonesia sangatlah kaya dan beragam. Sehingga berbanggalah lo sebagai generasi muda dan penerus bangsa! Lestarikan selalu kebudayaan yang telah dimiliki negara ini!

 

Featured Image: beritagar.id/

 

 

In Depth Beginner solo traveling

8 COMMENTS

SHARE
Ricko Pratama Putra
Nice Info
Resatya Oktafitullah SAV
Wih mantapsss
Agus Sungkawa
Ragam Budaya di Indonesia yang sangat kaya dan beragam
SRI YAYA ASTUTI
seni tato suku dayak
Yudha Pratama
Nice Info gan
Peni heryawan
Nice info
Sandi L
Nice info
Firgiawan
Katanya kalau kita mempermainkan wanita keturunan suku dayak, Burung Kita Akan Hilang Dan Ada Didepan Pintu Rumahnya